Sidang KTI Terbaik: Perkuat Tradisi Ilmiah Santri

Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan salah satu program unggulan di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan akademis santri dalam melakukan penelitian, menerapkan metode ilmiah, berpikir sistematis, serta menarik kesimpulan yang valid. Selain itu, program ini juga bertujuan membentuk karakter cinta ilmu, menjunjung kejujuran ilmiah, membangun kedisiplinan, serta meningkatkan kemampuan mempertanggungjawabkan hasil pemikiran secara kritis dan argumentatif.

Semangat itulah yang melandasi pelaksanaan Sidang Karya Tulis Ilmiah Tahun Ajaran 2024–2025 yang digelar pada Ahad, 27 Juli 2025 di Aula Tasabuq. Dalam acara ini, para santri yang terpilih sebagai kategori terbaik di bidang penelitiannya masing-masing mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka di hadapan para penguji.

Acara ini dihadiri langsung oleh Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., dewan guru, santri kelas 3, 4 SMAWI, 4 Madris, 5 SMAWI, 5 Madris, 6 SMAWI, 6 Madris, 1 SMAWI, 2 SMAWI, dan 3 SMAWI. Turut hadir pula para wali santri dari peserta sidang KTI.

Empat Tahapan Pelaksanaan KTI
Dalam wawancara bersama Ustaz Ade Rumaedi, S.Pd., selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa pelaksanaan KTI terdiri dari empat tahapan utama. Berikut keempat tahapannya:

1. Stadium General
Kegiatan dimulai sejak November 2024 dengan pelaksanaan stadium general. Sebanyak 165 peserta KTI mengikuti pembekalan awal dari para guru terkait teknis penulisan KTI.

2. Proses Bimbingan
Para peserta dibagi ke dalam 18 kelompok dengan masing-masing guru pembimbing. Bimbingan berlangsung hingga Mei 2025, sebagai tahap pendampingan intensif dalam menyusun dan menyempurnakan KTI.

3. Sidang Kelompok
Setiap peserta diuji oleh guru penguji yang telah ditentukan. Dari sidang ini, dipilih peserta-peserta terbaik yang direkomendasikan oleh para penguji untuk melanjutkan ke tahap akhir.

4. Sidang Terbaik
Sidang final diikuti oleh 9 peserta, masing-masing mewakili tiga kategori bahasa: Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Setiap kategori terdiri dari tiga peserta, dan akhirnya dipilih satu terbaik dari masing-masing kategori.

“Jadi, ini memang proses yang cukup panjang,” ujar Ustaz Ade.

Para Penguji dan Kriteria Penilaian
Dalam sidang akhir, para penguji yang bertugas adalah sebagai berikut:

  • Kategori Bahasa Arab: Ustaz Dr. Saepul Anwar dan Ustaz Yunal Isra, M.A.
  • Kategori Bahasa Inggris: Ustazah Hj. Nur Tsawaabit F.Y., M.T.I dan Ustazah Vini Safitri, S.Pd.
  • Kategori Bahasa Indonesia: Ustaz Eka Sugandi, S.Pd. dan Ustaz Ade Rumaedi, S.Pd.

Ustaz Ade mengemukakan bahwa secara garis besar, penilaian didasarkan pada sejumlah kriteria, yaitu:

  • Kesesuaian latar belakang dengan judul dan rumusan masalah;
  • Ketepatan metodologi yang digunakan;
  • Relevansi tinjauan pustaka sebagai sumber teori dan rujukan;
  • Ketepatan pembahasan yang menjawab permasalahan yang diajukan.

Selain itu, kemampuan dalam berargumen secara logis dan terstruktur juga menjadi aspek penting dalam penilaian akhir.

Bekal Menuju Dunia Akademik
Harapan besar disematkan dalam kegiatan ini. Melalui proses panjang yang dilalui, para santri diharapkan mampu mengasah keterampilan berpikir kritis, kemampuan berargumen, literasi ilmiah, serta teknik penelitian. Semua ini akan sangat bermanfaat di jenjang pendidikan berikutnya.

“Harapannya, kepada para santri, kemampuan mereka semakin terasah, dalam hal berpikir kritis, berargumentasi, dalam hal literasi, maupun keterampilan dan kemampuan dalam melakukan penelitian. Setelah dari sini, menjadi bekal bagi mereka ketika di kampus, mereka pasti akan menghadapi hal seperti ini, dalam membuat makalah, penulisan skripsi, dan lainnya,” pungkas Ustaz Ade.