
Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) terbaik yang diselenggarakan pada Ahad, 27 Juli 2025 menjadi bagian dari sebuah proses panjang pembinaan karakter ilmiah santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga membuktikan dedikasi para guru dan santri dalam mewujudkan tradisi keilmuan yang berkualitas.
Karya yang Menginspirasi
Berikut santri-santri yang berhasil menembus sidang KTI terbaik beserta judul penelitian mereka:
- Luthfan Maulawy Najwan
“Countering Hoax News in Cyberworld by Using a Filtering System Using a Browser Extensions-based Method”
Pembimbing: Ustazah Zahra Khairana Febiyanti, S.Pd. - Okta Triskia
“تحليل إنتاجية التربة والمناخ في جزيرة سومطرة وخارجها ونمو نباتات نخيل الزيت بحسب خصائصها”
Pembimbing: Ustaz Jaka Sudira, S.Pd. - Varadila Amelia Putri
“Upaya Mengurangi Sampah Plastik Menggunakan Metode Ecobrick Terhadap Siswa Kelas 6 UPT SDN Tanjung Jaya”
Pembimbing: Ustaz Jaka Sudira, S.Pd. - Zhilal Surya Permana
“Efektivitas Penggunaan Metode Pomodoro Terhadap Mata Pelajaran Tarikh Islam Kelas 10 SMAS Daar el-Qolam 2”
Pembimbing: Ustzah Dzikroh, M.Pd. - Barkan Akmal Muhammad Gunawan
“التشابه بين تعليم الإسلام و تعليم الواقية”
Pembimbing: Ustaz Andhika Alviyanto, Lc. - Muhammad Rizki Afriza
“تحليل معهد دار القلم ٣ حرمٌ ذاعزة في الرد على التطرف في إندونيسيا”
Pembimbing: Ustazah Eka Jumiasih, S.Pt. - Khansya Hafsari Sofyan
“The effectiveness of Laundry Soap from Used Cooking Oil”
Pembimbing: Ustaz Jaka Sudira, S.Pd. - Zamir Abyaz Zadia
“Transformasi Sosial Budaya Turki Masa Kesultanan dan Republik”
Pembimbing: Ustazah Ratu Dinda Rosdiana, S.Pd. - Maharani Qaila Lintang
“Analysis of High School Students’ Awareness Level of Personal Data Security in the Digital Era”
Pembimbing: Ustaz Faza Haikal, S.T.
Apresiasi dan Masukan Para Penguji
Setelah melalui proses presentasi dan tanya jawab yang ketat, para penguji memberikan apresiasi sekaligus masukan berharga untuk penyempurnaan karya tulis ilmiah tersebut.
Menurut Ustaz Eka Sugandi, S.Pd. selaku Kepala SMAS 2 Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza yang juga menjadi penguji kategori Bahasa Indonesia, tahun ini proses pelaksanaan KTI mengalami peningkatan signifikan. “Kesan saya selama ikut terlibat proses KTI dari tahun ke tahun, alhamdulillah dilihat dari proses seleksi untuk menjadi KTI terbaik tahun ini, mengalami peningkatan yang luar biasa, sehingga ketika akan menentukan KTI terbaik, kami tim internal, kesulitan karena banyaknya,” ujar Ustaz Eka saat diwawancara pada Senin (28/7/2025).

Ustaz Eka pun menyampaikan apresiasi positif terhadap perkembangan peserta KTI tahun ini yang menunjukkan peningkatan kualitas yang menggembirakan. Beliau berharap program KTI ini dapat terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Kemudian, semakin banyak peserta yang mampu berkompetisi di berbagai ajang perlombaaan karya ilmiah untuk semakin mengharumkan nama Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza.
Ustaz Ade Rumaedi, S.Pd. selaku koordinator kegiatan ini sekaligus penguji kategori Bahasa Indonesia, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi para santri yang berhasil menjadi yang terbaik di antara puluhan peserta terbaik lainnya.
Di balik pencapaian ini, Ustaz Ade menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh guru pembimbing yang telah memberikan perhatian dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Menurut Ustaz Ade, proses penyusunan KTI ini merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan perhatian besar dari para pembimbing. Hasilnya sungguh luar biasa. Dari total 165 peserta, terpilih 15 karya terbaik dari 52 KTI Bahasa Indonesia; 33 karya terbaik dari 95 KTI Bahasa Inggris; 7 karya terbaik dari 18 KTI Bahasa Arab.
“Ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana karya yang direkomendasikan sebagai terbaik hanya mencapai belasan,” ungkap Ustaz Ade.
“Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pembimbing. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Amin,” ucapnya dengan penuh harapan.
Ustaz Dr. Saepul Anwar penguji kategori Bahasa Arab, memberikan apresiasi dan penilaian yang cukup kritis. “Secara keseluruhan karya tulis yang diselesaikan oleh mereka cukup baik untuk tingkat SMA. Hanya saja di beberapa hal perlu ada perbaikan, seperti merumuskan latar belakang masalah yang faktual berdasarkan data yang valid, pencantuman sumber referensi dari data yang digunakan, serta memastikan istilah yang digunakan merupakan istilah yang benar dan familiar dalam bidang yang mereka teliti baik dalam bahasa Indonesia, Inggris, atau Arab.”

Ustaz Yunal Isra, M.A. penguji kategori Bahasa Arab, menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Secara umum peserta sudah berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam penulisan KTI ataupun dalam upaya mempresentasikannya. Bahkan ada di antara mereka yang menulis tema serius berbasis penelitian lapangan namun ditulis dengan pengantar berbahasa Arab. Sebuah usaha yang luar biasa bagus dan patut diapresiasi. Meskipun dari segi uslub bahasa dan juga aturan penulisan karya ilmiah ada beberapa kesalahan, namun untuk standar anak SMA itu dapat dimaklumi. Semoga semua proses KTI ini bisa menjadi batu loncatan bagi mereka untuk bisa lebih bagus lagi ke depannya, khususnya di bidang literasi keilmuan. Akhirnya saya hanya bisa ucapkan, barakallahu fiikum wa rabbuba yusahhil umuurakum fi al-dunya wa al-akhirah. Amin.”
Ustazah Hj. Nur Tsawaabit, M.T.I menyampaikan kebanggaan sekaligus apresiasi mendalam atas capaian para santri itu. Sebagai penguji kategori Bahasa Inggris, beliau mengungkapkan, “Kegiatan atau program karya tulis ilmiah ini memberikan dampak yang signifikan dalam pengembangan kemampuan santri untuk berpikir kritis, sehingga mereka mampu melihat peluang di balik suatu masalah dan mencari solusi yang efektif serta efisien. Santri juga mampu menuangkan ide-ide mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pendekatan ilmiah.”
Ustazah Nur Tsawaabit mengungkapkan bahwa beberapa santri telah merepresentasikan hasil penelitian yang inovatif sebagaimana tampak dari judul-judul dan pembahasan yang mereka sajikan. Meski mengapresiasi capaian tersebut, Ustazah Nur Tsawaabit juga memberikan catatan penting untuk perbaikan ke depan: Penyempurnaan struktur bahasa, Kelengkapan bahan penelitian sebagai lampiran, Penegakan etika penulisan ilmiah yang lebih ketat.
Ustazah Vini Safitri, S.Pd., penguji kategori Bahasa Inggris, juga mengungkapkan kebanggaannya. “Saya sungguh terkesan dan bangga terhadap hasil kerja keras para santri kita. Meraih predikat KTI terbaik memang bukan perkara mudah, butuh perjuangan, kerja keras, serta doa dan rida dari para pembimbing dan orang tua. Selamat atas keberhasilan para santri yang sudah berhasil melaksanakan sidang KTI terbaik. Semoga pencapaian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh santri bahwa untuk menjadi yang terbaik, diperlukan usaha dan doa yang terbaik pula,” ujarnya.

Sidang KTI terbaik ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan keilmuan yang lebih panjang. Para santri telah membuktikan kemampuan mereka dalam berpikir kritis, meneliti, dan menyajikan gagasan secara sistematis. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan dan berkarya untuk kemaslahatan umat. Dengan semangat “khairunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain). Mari terus berkarya dan berprestasi!