Meraih Hikmah dan Berkah di Malam Asyura dengan Santunan Anak Yatim dan Selawat

Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menghidupkan semangat kepedulian dan cinta Rasul melalui acara Santunan Anak Yatim dan Selawat dalam rangka memperingati Malam Asyura. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Aula Tasabuq dengan mengundang anak yatim se-Kecamatan Jayanti. Acara dihadiri oleh Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., bersama dewan guru dan para santri.

Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, memiliki nilai keutamaan yang tinggi dalam Islam. Ustaz Ihsan Ahmadi, S.Pd. selaku koordinator acara, menjelaskan bahwa hari Asyura bukan sekadar tanggal penting dalam kalender Hijriyah, tetapi juga merupakan momentum spiritual penuh makna. Hari tersebut menjadi pengingat atas berbagai peristiwa bersejarah, termasuk perjuangan Nabi Musa dan keselamatan kaum Bani Israil, hingga semangat pengorbanan para nabi terdahulu.

“Asyura adalah saat untuk memperkuat keimanan, merefleksikan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ini hari yang istimewa, hari yang penuh dengan nilai ibadah dan hikmah,” ujar Ustaz Ihsan pada Jumat (25/7/2025).

Secara etimologis, kata Asyura berasal dari bahasa Arab ‘asyarah yang berarti sepuluh—merujuk pada hari ke-10 bulan Muharram. Dalam tradisi Islam, hari ini dimuliakan melalui berbagai amalan, seperti berpuasa, bersedekah, serta berbuat baik kepada sesama, khususnya anak yatim.

Dikutip dari hadis Rasulullah saw:

مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ
“Siapa pun yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka baginya setiap helai rambut di kepala anak yatim itu akan dinaikkan satu derajat di surga.”
(HR Abu Ya’la)

Demikian pula sabda Rasulullah saw:

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan mengadakan kegiatan ini, kata Ustaz Ihsan, para santri diajak untuk menumbuhkan semangat berbagi dan meneladani akhlak Rasulullah saw. Hal ini sejalan dengan nilai yang tertanam dalam Panca Jiwa Pondok, yaitu ukhuwah Islamiyah, yang bermakna mempererat persaudaraan di antara sesama umat Islam.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, maka nilai yang didapat oleh santri-santri kita adalah rasa berbagi dengan sesama. Karena ini salah satu bentuk ibadah dan ketaatan kita ke pada Allah,” ujar Ustaz Ihsan.

“Seperti yang tercantum di dalam panca jiwa pondok, ukhuwah Islamiyah, yang bisa di artikan juga dengan rasa persaudaraan dengan sesama umat Islam,” pungkasnya.

Melalui momen Asyura, para santri belajar secara nyata bagaimana menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama—khususnya kepada anak-anak yatim.