
Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza mengadakan psikotes bagi santri kelas 4 dan 1 SMAWI pada Selasa, 9 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam mengenali potensi, kecenderungan belajar, dan arah perkembangan santri sejak dini. Tes ini dipandu oleh Ustazah Chaista Rahmanillah, M.Psi., dari Human Resilience Consulting, yang menjadi mitra Daar el-Qolam 3. Dengan keterlibatan tenaga ahli psikologi, diharapkan dapat memberi gambaran akurat mengenai kapasitas diri setiap santri.
Ustaz M. Syahroni, S.Pd.I. menjelaskan, tujuan utama tes ini adalah menggali informasi sejak dini mengenai minat dan bakat santri. “Hasilnya akan menjadi pijakan bagi Bagian Pengajaran, kepala sekolah, wali kelas, hingga Bagian Pengasuhan. Rekap data psikotes ini nantinya juga akan disampaikan kepada orang tua dalam forum Parent-Teacher Conference (PTC),” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustaz Syahroni menekankan bahwa hasil tes akan membantu santri memahani kapasitas dirinya sehingga dapat lebih mudah menentukan penjurusan dan pilihan studi setelah lulus. “Masing-masing santri harus memahami bahwa merekalah yang berperan penting menentukan what do you want to be berdasarkan data hasil psikotes,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga sarat dengan nilai-nilai spiritual. Ustaz Syahroni mengutip pesan-pesan hikmah:
من حسن إسلام المرء تركه ما لا عينيه
من عرف نفسه فقد عرف ربه
إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها
Ia juga mengingatkan petuah K.H. Ahmad Rifa’i Arief: Jadilah ikan hidup jangan jadi ikan mati, yang diterjemahkan para alumni sebagai Warnailah jangan sampai diwarnai.
Sementara itu, Ustazah Sustia Ningsih, S. Sy. menambahkan bahwa psikotes ini memiliki tujuan lebih luas, yakni untuk mengetahui gaya belajar santri, mengukur kecerdasan, mendeteksi minat pendidikan, meningkatkan pemahaman tentang diri, hingga melihat pola kepribadian yang mungkin terkait dengan trauma atau depresi. Dengan begitu, tes ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan instrumen yang dapat memberi gambaran utuh tentang potensi dan kondisi santri.
Adapun manfaat bagi santri, lanjutnya, antara lain dapat membantu dalam menentukan jurusan di sekolah maupun karier ke depan, mengenali karakteristik diri secara menyeluruh baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta menerima layanan konseling lanjutan apabila dibutuhkan.
“Harapan kami, guru dapat menerima dan mendukung variasi kepribadian santri serta keunikan dalam belajar. Sekolah juga bisa memberikan bimbingan tuntas terkait jurusan di pendidikan tinggi. Yang lebih penting lagi, santri dapat menemukan tujuan hidupnya dan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” pungkas Ustazah Sustia.