Daar el-Qolam 3 Raih School of the Batch AI Teaching Power, Bukti Penguatan Literasi AI Guru Pesantren

Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza mengembangkan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi para guru, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembelajaran.

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara guru merancang pembelajaran, menyusun materi, hingga mengembangkan media ajar. Di tengah perubahan tersebut, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menunjukkan langkah adaptif melalui penguatan keterampilan digital tenaga pendidik. Upaya itu mendapat pengakuan melalui penghargaan School of the Batch pada program AI Teaching Power Batch 5 tahun 2026.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Dza ‘Izza sebagai lembaga pendidikan terbaik pada angkatan kelima program AI Teaching Power. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi di lingkungan pesantren dapat berjalan beriringan dengan penguatan tradisi pendidikan dan nilai-nilai keislaman.

Ustazah Raden Nur Tsawaabit Faheim Yasin, S.Kom., M.T.I., salah seorang guru yang mengikuti program tersebut, menjelaskan bahwa AI Teaching Power merupakan program pelatihan yang diselenggarakan melalui kolaborasi NU Care Global dan Microsoft Elevate. Ia menjadi peserta pada Batch 5 tahun 2026.

“Nama programnya itu AI Teaching Power yang diselenggarakan oleh NU Care Global bekerja sama dengan Microsoft Elevate,” ungkapnya.

“Saya mengikutinya di Batch 5 2026,” katanya.

Menurut Ustazah Nur Tsawaabit, penghargaan School of the Batch tidak diberikan semata-mata berdasarkan keikutsertaan guru dalam pelatihan. Penilaian juga memperhatikan bagaimana lembaga pendidikan mendorong pemanfaatan AI serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam kegiatan pembelajaran.

Fondasi Pengembangan Keterampilan Digital Guru

Salah satu hal yang mengantarkan Dza ‘Izza memperoleh penghargaan tersebut adalah keberadaan program pengembangan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) bagi para guru, yakni Dizza (Digital Dza ‘Izza Academy).

Program ini menjadi ruang pembelajaran internal untuk meningkatkan kecakapan guru dalam memanfaatkan teknologi digital. Cakupannya tidak hanya berkaitan dengan penguasaan perangkat teknologi, tetapi juga penggunaan berbagai aplikasi yang dapat menunjang pekerjaan pendidik, termasuk pemanfaatan AI untuk menyusun media pembelajaran interaktif.

Ustazah Nur Tsawaabit menjelaskan, ia berkesempatan memaparkan program tersebut ketika mengikuti tahapan wawancara sebagai bagian dari proses penentuan penerima penghargaan.

“Waktu sebelum penentuan School of the Batch, guru-guru yang mengikuti program ini mengikuti sesi wawancara. Jadi, guru yang dinominasikan menjadi peserta terbaik di angkatan ke-5 diundang untuk wawancara. Di situ diajukan sejumlah pertanyaan, termasuk pertanyaan tentang bagaimana lembaga pendidikan kita (pesantren) menghadapi atau menerapkan AI dalam kegiatan pembelajaran. Ada tidak program peningkatan AI di sekolah,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut, ia memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dikembangkan pesantren, terutama program Dizza yang berada dalam koordinasinya.

“Ketika itu saya menjelaskan apa yang sudah dikerjakan di pesantren. Kebetulan penanggung jawab kegiatannya saya. Jadi, saya jelaskanlah kita punya program namanya Dizza (Digital Dza ‘Izza Academy). Tujuan program ini adalah meningkatkan keterampilan ICT guru-guru. Termasuk di dalamnya ada penggunaan-penggunaan AI yang membantu guru dalam penyusunan media pembelajaran interaktif,” paparnya.

Keberadaan Dizza memperlihatkan bahwa pengembangan kecakapan digital di Dza ‘Izza tidak hanya bergantung pada pelatihan eksternal. Pesantren juga menyediakan ruang pengembangan kompetensi secara internal agar pengetahuan yang diperoleh guru dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Pendekatan ini penting karena kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup berhenti pada pengenalan aplikasi. Guru perlu memahami bagaimana memilih perangkat yang tepat, merancang instruksi yang efektif, menilai hasil yang dihasilkan AI, serta menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran.

AI Teaching Power, Pelatihan AI untuk Pendidik

AI Teaching Power merupakan program pelatihan profesional bagi guru dan tenaga pendidik yang diinisiasi Microsoft Elevate bersama NU Care Global. Program ini juga memperoleh dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berdasarkan panduan resmi penyelenggara, program tersebut dirancang untuk membekali pendidik dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan kecerdasan buatan serta pendekatan pembelajaran abad ke-21. Pelatihan diberikan secara gratis dan terbuka bagi pendidik formal maupun nonformal, dengan prioritas bagi guru di lingkungan Kementerian Agama.

Materi pembelajarannya mencakup pengenalan dan eksplorasi potensi AI dalam pendidikan, pemanfaatan Microsoft 365 Copilot, serta penggunaan Learning Accelerators untuk mendukung proses belajar-mengajar. Peserta juga mempelajari 21st Century Learning Design (21CLD), sebuah pendekatan untuk merancang pembelajaran yang mengembangkan keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan abad ke-21.

Rangkaian pelatihan terdiri atas pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS), penyelesaian evaluasi pada setiap modul, serta dua lokakarya interaktif. Peserta yang memenuhi persyaratan memperoleh sertifikat digital sesuai capaian pembelajarannya. Program ini berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026 dengan beberapa gelombang pelatihan.

Penyelenggara juga menetapkan dua kategori apresiasi, yakni Teacher of the Batch untuk pendidik dan School of the Batch untuk institusi pendidikan. Keduanya diberikan sebagai pengakuan terhadap peserta maupun lembaga yang menunjukkan partisipasi aktif dan praktik baik dalam pemanfaatan AI secara kontekstual, etis, serta berdampak bagi pembelajaran.

Untuk kategori School of the Batch, penilaian antara lain memperhatikan penyelesaian modul pembelajaran mandiri oleh guru, kehadiran dan keaktifan dalam lokakarya, hasil kuis, refleksi pengalaman sekolah, serta video yang memperlihatkan penerapan AI dalam kegiatan pendidikan.