
Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menjadi pesantren pertama yang dikunjungi delegasi Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) dalam rangkaian kegiatan mereka di Indonesia. Pertemuan penuh kehangatan ini berlangsung di Ballroom Asy-Syahid dan dihadiri oleh Mudir al-Ma’had, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., Majelis Khidmah, para guru, serta santri, pada Kamis, 18 September 2025.
Dr. Aan Rukmana, dari Majelis Khidmah sekaligus alumni AIMEP, menjelaskan bahwa AIMEP adalah program kerja sama antara pemerintah Australia dan Indonesia yang bertujuan mempererat hubungan antara pemimpin muda Muslim dari kedua negara.
“Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 ini menjadi pesantren percontohan yang dikunjungi oleh pihak Australia dan juga beberapa delegasi Indonesia yang akan ke Australia,” ujar Ustaz Aan saat diwawancara pada Sabtu, 20 September 2025.
Beliau juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini membuka peluang besar untuk kerja sama di masa mendatang, seperti pertukaran guru atau siswa. “Saat ini baru penjajakan untuk pembukaan kerja sama,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., menegaskan bahwa kunjungan ini sejalan dengan visi pondok untuk memperluas wawasan santri. “Dengan adanya program ini, kami berharap para santri bisa belajar langsung tentang keragaman umat Islam, memperluas pikiran, dan menjalin kerja sama dengan komunitas Muslim di Australia. Bahkan mudah-mudahan terbuka kesempatan bagi santri kami untuk melanjutkan pendidikan di sana,” ujar Kiai Zahid.
Sementara itu, Koordinator Program AIMEP sekaligus Director Mosaic Connections, Brynna Raferty-Brown, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3. Ia mengakui sangat terkesan dengan kunjungan ke pesantren ini. “Sangat mengesankan. Luar biasa kunjungannya,” ujarnya dengan senyum lebar yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Miss Brynna mengenang kunjungannya ke Daar el-Qolam pada tahun 2006 sebagai peserta program AIMEP. Ia bercerita bahwa saat itu pemandunya adalah Ustaz Aan Rukmana, yang kemudian menjadi peserta AIMEP pada tahun berikutnya dan berkunjung ke Australia. Menurutnya, ia sangat terinspirasi dengan pengalaman tersebut dan berharap langkah itu dilanjutkan oleh para santri Daar el-Qolam 3.

“Tetap rajin dan semangat semua biar suatu hari akan ada alumni AIMEP lagi dari Daar el-Qolam ya!” ujarnya penuh semangat.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, sharing, dan tanya jawab dalam bahasa Inggris yang diikuti dengan antusias oleh para santri. Delegasi dari Australia berbagi pengalaman menarik mereka, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para santri.
Program AIMEP yang telah berjalan selama 23 tahun sejak didirikan pada 2002 ini bertujuan membangun persaudaraan dan pengertian antara masyarakat Australia dan Indonesia, dengan fokus khusus pada komunitas Muslim di kedua negara. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjalin kerja sama yang lebih erat di masa depan, termasuk peluang bagi santri Daar el-Qolam untuk melanjutkan pendidikan di Australia.