Amaliyah Tadris Perdana: Seleksi Ketat Persiapkan Mental yang Kuat

Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza kembali menyelenggarakan salah satu agenda penting dalam proses pendidikan santri kelas akhir, yaitu Amaliyah Tadris Perdana. Kegiatan yang berlangsung dari 16-18 September 2025 ini menjadi kesempatan berharga bagi para santri sebagai salah satu ajang untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari selama di pondok.

Ustaz TB. Wildanul Hakim, S.Hum., menjelaskan bahwa Amaliyah Tadris adalah kegiatan wajib bagi seluruh santri kelas akhir. “Dalam kegiatan ini, ada beberapa santri yang terpilih untuk melaksanakan Amaliyah Tadris Perdana di tiga materi, yaitu Nahwu, Muthala’ah, dan Reading setelah sebelumnya dilaksanakan proses seleksi,” jelas Ustaz Wildan saat diwawancara pada Sabtu, 20 September 2025.

Menurut Ustaz Wildan, dari 163 santri kelas akhir, akhirnya terpilih tiga santri pilihan untuk melaksanakan Amaliyah Tadris Perdana, yaitu:

  1. Fayhan Aghla Ahmadi Usman (6 Madris) dengan materi Muthala’ah;
  2. M. Nur Avesina (6 Smawi A) dengan materi Nahwu;
  3. Aisyah Nur Fadhilah Sudirman (6 Smawi A) dengan materi Reading.

Seleksi Ketat
Menurut Ustaz Wildan, proses seleksi sangat ketat, karena antusias dari santri kelas kahir yang ingin tampil perdana. Bagi yang terpilih, mereka akan melaksanakan praktik mengajar ini dengan disaksikan oleh semua teman angkatan dan guru-guru. Jelas hal ini tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga kesiapan mental.

“Bagi yang terpilih, mereka akan melaksanakan praktik mengajar di hadapan seluruh teman angkatan dan guru. Jadi, bukan hanya materi yang harus dikuasai, tetapi mental mereka juga harus kuat,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Mengajar
Tujuan utama dari Amaliyah Tadris adalah agar santri dapat mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari dari pendalaman materi di kuliah amaliyah sebelumnya. Namun, Ustaz Wildan menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar kemampuan mengajar.

“Harapan saya, semoga santri-santri tidak hanya dapat mengajarkan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga mampu menanamkan karakter dan akhlak yang baik bagi seluruh santri, agar mereka di pondok ini menjadi pribadi yang memiliki akhlaq al-karimah dengan karakter ahlu al-‘Izzah,” tuturnya penuh harap.

Dengan disaksikan oleh teman-teman seangkatan dan para guru, Amaliyah Tadris Perdana menjadi panggung pembuktian sekaligus bekal masa depan bagi para santri. Kegiatan ini tidak hanya membentuk mereka sebagai individu yang berilmu, tetapi juga sebagai sosok yang mampu menjadi teladan dalam akhlak di mana pun mereka berada. Semoga para peserta Amaliyah Tadris Perdana dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadi inspirasi bagi seluruh santri lainnya.