
Bagi para penggelut Maqashid Syariah, sudah barang tentu, manfaat, faedah atau hikmah yang terselubung di balik bentuk pensyariatan menjadi sesuatu yang paling dicari. Bahkan jika nas-nas wahyu tidak menyebutkannya secara gamblang, mereka akan mengorek-ngorek hal tersebut dari berbagai macam sudut pandang agar ganjarannya terasa nyata dan masuk akal. Bukan hanya sekadar pahala gaib atau iming-iming surga yang tidak memberikan efek positif secara kontan pada kehidupan duniawi. Tanpa terkecuali dalam pensyariatan puasa.
Belakangan, ahli kesehatan mengungkap tentang betapa penting memberikan jeda makan dan minum pada tubuh dalam periode masa tertentu. Ada yang mengatakan hal tersebut dapat mencegah kanker, mengurangi gula darah, merendahkan hipertensi dan manfaat lainnya yang dilansir pada laman resmi kesehatan.
Hal ini hanya menambahkan keyakinan umat Islam yang telah berada di dalam garisan lurus. Fakta-fakta demikian seharusnya cukup membuat para pencari kebenaran menghentikan pencariannya. Bahwa Islam adalah agama yang paling maslahat untuk kehidupan manusia yang bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat. Tulisan kali ini akan menyoroti beberapa faedah puasa yang telah dihimpun oleh Syekh Abdullah Sirajuddin al-Halabi dalam risalah puasanya. Berikut ulasannya.
Puasa dapat menjaga kesehatan badan. Ia berfungsi sebagai perisai yang menjaganya dari ragam penyakit. Karena kebanyakan penyakit berasal dari makanan yang berlebihan. Sehingga terjadi penumpukan sisa makanan yang banyak dalam tubuh dan membuat sistem pencernaan tidak lancar. Imam ath-Thabrani meriwayatkan hadits dengan jalur periwayatan yang sahih, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
اغزوا تغنموا وصوموا تصحوا وسافروا تستغنوا
Berperanglah, niscaya kalian akan mendapatkan harta rampasan. Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat. Bersafarlah, niscaya kalian akan kaya raya.
Puasa dapat memelihara keselamatan pikiran, menajamkan penalaran, menumbuhkan kemampuan menghafal dan mengikis kelupaan. Karena banyak makan menyebabkan munculnya genangan berlebihan di otak. Itulah yang menyebabkan sulitnya menghafal.
Dalam keadaan lapar, seharusnya anggota badan lebih ringan digerakkan untuk melakukan ragam ketaatan. Karena sesungguhnya rasa kenyang akan memanjakan badan dan membuatnya berat melaksanakan ibadah. Faedah nomer 2 dan 3 adalah bagian dari pada kebenaran sabda Rasulullah ﷺ yang menjamin kesehatan bagi yang mendawamkan ibadah puasa: sehat akal dan jasmani.
Puasa merupakan di antara sebab yang melemahkan dan merendahkan tipu daya setan. Puasa adalah penolong yang menguatkan pasukan tentara Allah yang senantiasa mengajak kepada kebaikan. Ia akan menjaga anggota tubuh dari terjatuh ke dalam perbuatan yang menyelisihi syariat. Ia juga melemahkan syahwat. Karena sesungguhnya banyak makan merupakan di antara sebab yang memancing hawa nafsu untuk menuruti keburukan syahwat. Akan tetapi, apabila keganasan syahwat diikat oleh rasa lapar, maka ia akan melemah dan tunduk. Ia akan dibuat sibuk oleh ketaatan. Sehingga tubuh pun akan terhindar dari perbuatan yang hina.
Syekh Abdullah Sirajuddin mengisyaratkan esensi puasa yang sejatinya bukan hanya menahan seorang hamba dari nafsu perutnya saja. Akan tetapi juga harus menahannya dari nafsu seluruh anggota tubuhnya yang cenderung kepada keburukan. Beliau mengutip bait syair yang menegaskan bahwa nilai puasa adalah menahan diri dari berbuat dosa.
إذا ما المرأ صام عن الخطايا * فكل شهوره شهر الصيام
Selama seorang hamba mampu berpuasa dari dosa, maka seakan-akan semua bulan dalam hidupnya adalah bulan puasa.
Dalam Musnad-nya, Imam Ahmad meriwayatkan hadits, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
الصيام جُنة يستجنّ بها العبد من النار
Puasa adalah benteng yang melindungi seorang hamba dari api neraka.
Berdasarkan hadits di atas, puasa diperankan sebagai pelindung seorang hamba dari pedihnya siksa neraka. Maka seharusnya, selama pelaksanaannya mampu menahan seseorang dari perbuatan yang menyebabkannya masuk ke dalam neraka.
Puasa merupakan sebab diwujudkannya harapan dan dikabulkannya doa. Rasulullah ﷺ bersabda dalam haditsnya riwayat al-Bazzar:
ثلاث حق على الله أن لا يرد لهم دعوة: الصائم حتى يفطر، والمظلوم حتى ينتصر، والمسافر حتى يرجع
Tiga hak atas Allah yang tidak akan ditolak doanya: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, orang yang dizalimi sampai ia ditolong, dan seorang musafir sampai ia kembali.