
Kesempurnaan Rasulullah ﷺ yang sering dinarasikan dengan bahasa yang luar biasa, membiaskan penyimpangan pemahaman di kalangan awam. Beberapa dari mereka ada yang menganggap kesempurnaan itu tak dapat disentuh oleh indra. Sehingga membicarakan fisik Rasulullah ﷺ dianggap sebagai sebuah hal yang tabu. Walau mungkin pemahaman ini lahir dari kehati-hatian memvisualisasikan Nabi dalam bentuk yang tidak seharusnya. Namun, bukan berarti kabar tentang ciri fisik Rasulullah ﷺ sama sekali tidak boleh menjadi buah bibir. Sebab beliau adalah manusia yang berwujud. Dalam istilah ilmu akidah biasa dibahasakan dengan Jirm, sesuatu yang menempati ruang. Bahkan, untuk mengisbatkan kemanusiaan Rasulullah ﷺ, al-Qur’an sampai menyebutkan beliau dengan dua ciri khas yang melekat pada manusia secara umum: makan dan berjual-beli ke pasar.
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ
Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Nabi Muhammad), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. (QS. al-Furqan: 20)
Secara eksplisit, al-Qur’an juga menyebutkan beberapa anggota tubuh Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini menandakan kemuliaan Rasulullah ﷺ yang diisyaratkan oleh Allah swt lewat firman-Nya yang mengabadikan sebutan nama Muhammad dan segala hal yang terkait dengannya ﷺ. Seolah Allah ingin menunjukkan kepada siapa saja, bahwa inilah Muhammad ﷺ. Makhluk yang memantulkan keagungan dan keindahan-Nya secara sempurna. Seperti pada ayat-ayat berikut ini.
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ (البقرة: 144)
Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. (QS. al-Baqarah: 144)
وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ (الكهف: 28)
Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka. (QS. al-Kahf: 28)
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (النجم: 17)
Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya). (QS. an-Najm: 17)
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (القيامة: 16)
Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya. (QS. al-Qiyamah: 16)
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (الانشراح: 1)
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad), (QS. al-Insyirah: 1)
الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ (الانشراح: 3)
yang memberatkan punggungmu, (QS. al-Insyirah: 3)
وَمَا كُنتَ تَتْلُو مِن قَبْلِهِ مِن كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ (العنكبوت: 48)
Engkau (Nabi Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya (Al-Qur’an) dan tidak (pula) menuliskannya dengan tangan kananmu. (QS. al-Ankabut: 48)
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ (الشعراء: 194)
(Diturunkan) ke dalam hatimu (Nabi Muhammad) agar engkau menjadi salah seorang pemberi peringatan. (QS. asy-Syu’ara: 194)
كَذٰلِكَۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُؤَادَكَ (الفرقان: 32)
Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya (QS. al-Furqan: 32)
Selain itu, ada banyak sekali hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat tentang ciri fisik Rasulullah ﷺ. Pada seri kali ini, penulis akan menghimpun hadits-hadits terbaik yang menggambarkan keselarasan antara satu bagian tubuh Rasulullah ﷺ dengan bagian tubuh lainnya. Merujuk pada kitab asy-Syamail al-Muhammadiyyah karya at-Tirmidzi (279 H) dan al-Mawahib al-Ladunniyyah yang ditulis oleh al-Bajuri (1277 H). Sebagai saksi atas kesempurnaan fisik Nabi Muhammad ﷺ, penyair Rasulullah ﷺ, Hassan bin Tsabit (40 H) menggubah pujian indah yang mengekspresikan kekaguman beliau terhadap kesempurnaan rupa Rasulullah ﷺ
وَأَحسَنُ مِنكَ لَم تَرَ قَطُّ عَيني * وَأَجمَلُ مِنكَ لَم تَلِدِ النِساءُ
خُلِقتَ مُبَرَّءً مِن كُلِّ عَيبٍ * كَأَنَّكَ قَد خُلِقتَ كَما تَشاءُ
Kedua mataku belum pernah menyaksikan sosok yang lebih indah darimu
Yang lebih tampan darimu belum pernah dilahirkan oleh wanita manapun
Engkau diciptakan terbebas dari segala kekurangan
Seakan-akan engkau diciptakan sesuai kehendakmu
Badan Rasulullah ﷺ
عن أنس بن مالك قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ليس بالطويل البائن ولا بالقصير
Dari Anas bin Malik (71 H) berkata: Rasulullah ﷺ tidak terlalu tinggi juga tidak pendek.
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ربعةً
Tinggi badan Rasulullah itu ideal (tidak terlalu tinggi, namun tidak juga pendek)
لَيْسَ بِالطَّوِيلِ الْبَائِنِ وَلَا الْقَصِيرِ الْمُتَرَدِّدِ وَمَعَ ذَلِكَ فَلَمْ يَكُنْ يُمَاشِيهِ أَحَدٌ يُنْسَبُ إِلَى الطُّولِ إِلَّا طَالَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Tidak terlalu tinggi, tidak pula pendek. Walau demikian, tidak ada seorang pun yang badannya tinggi ketika berjalan bersama Rasulullah ﷺ, melainkan beliau akan mengungguli tinggi orang tersebut.
حسنَ الجسم
Tubuhnya indah
بادن متماسك
Badannya berotot, tidak bergelambir
Al-Bajuri (1277 H) dalam Mawahib al-Ladunniyyah menukil ucapan al-Ghazali (505 H) yang mengungkapkan bahwa postur tubuh Rasulullah ﷺ tidak melemah dimakan usia. Seakan-akan tetap bugar seperti masa mudanya.
عن البراء بن عازب قال: بعيد ما بين المنكبين
Dari Barra’ bin ‘Azib (72 H) berkata: Bahu Rasulullah ﷺ bidang.
عن علي ابن أبي طالب قال: ولم يكن بالمطهّم ولا بالمكلثم و كان في وجهه تدوير
Dari Ali bin Abi Thalib (40 H) berkata: Rasulullah ﷺ tidak gemuk, dagunya tidak lancip dan wajahnya agak bundar.
بين كتفيه خاتم النبوة، وهو خاتم النبيين
Di antara kedua bahunya ada tanda kenabian, dan beliau adalah penutup para nabi.
عن هند ابن أبي هالة قال: سواء البطن والصدر، عريض الصدر
Dari Hindun bin Abin Halah (36 H) berkata: Perut dan dadanya sejajar, dadanya bidang
أنور المتجرد
Badannya bersih bersinar tanpa bulu
أبيض مشرب
Kulitnya berwarna putih kemerah-merahan
أزهر اللون
Warna kulitnya cerah
Wajah
يتلألأ وجهه تلألؤ القمر ليلة البدر
Wajah Rasulullah ﷺ cerah bak rembulan di malam purnama
سأل رجل البراء بن عازب: أكان وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم مثل السيف؟ قال لا، بل مثل القمر
Seseorang pernah bertanya kepada sahabat al-Barra’ bin ‘Azib (72 H): ‘Apakah wajah Rasulullah ﷺ (mengkilau) seperti pedang?’ Beliau menjawab: ‘Tidak. Bahkan lebih mirip seperti (sinar) rembulan’
واسع الجبين
Dahinya lebar
أدعج العينين، أهدب الأشفار
Hitam bola matanya pekat, bulu matanya lentik
أزج الحواجب سوابغ في غير قرن بينهما عرق يدره الغضب
Lengkungan alisnya sempurna dan tidak menyambung. Di antara keduanya terdapat urat yang nampak kemerah-merahan apabila beliau marah
أقنى العرنين
Hidungnya mancung
كث اللحية
Janggutnya tebal
Para ulama mensyaratkan pada janggut yang tebal harus tetap pendek dan tidak panjang
سهل الخدين
Pipinya tidak tembam
ضليع الفم
Lebar mulutnya serasi dengan bentuk wajahnya
Bangsa Arab memuji orang yang memiliki mulut lebar dan mencela orang yang mulutnya kecil. Karena mulut yang lebar menandakan kefasihan dan Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling fasih bicaranya.
مفلج الأسنان
Giginya rapi agak renggang
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أفلج الثّنيّتين. إذا تكلم رؤي كالنور يخرج من بين ثناياه
Rasulullah ﷺ gigi serinya agak renggang. Apabila beliau berbicara, terlihat cahaya keluar dari celah gigi serinya.
Al-Bajuri mengatakan bahwa cahaya yang dimaksud dalam hadits tersebut maknanya hakiki dan bukan majas sebagai bentuk mukjizat yang dimiliki Rasulullah ﷺ.
Bentuk Kepala dan Rambut
ضخم الرأس
Besaran kepalanya sesuai dengan ukuran tubuhnya.
لم يكن بالجعد القطط ولا بالسبط، كان جعدا رجلا
Rambutnya tidak keriting dan tidak pula lurus. Rambut beliau bergelombang.
كان شعر رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى نصف أذنيه
Rambut Rasulullah ﷺ panjangnya hingga pertengahan telinganya
له شعر يضرب منكبيه
Terkadang rambutnya panjang hingga menyentuh kedua bahunya
وتوفاه الله على رأس ستين سنة وليس في رأسه ولحيته عشرون شعرة بيضاء
Allah swt mewafatkan beliau sekitar usia 60. Sedangkan di bagian rambut kepala dan janggutnya tidak lebih dari 20 helai rambut berwarna putih
كأن عنقه جيد دمية في صفاء الفضة
Lehernya bersih mengilap seperti perak
Telapak Kaki dan Tangan
شثن الكفين والقدمين
Telapak tangan dan kakinya tebal
رحب الراحة
Telapak tangannya lebar
مسيح القدمين
Telapak kakinya lembut, selaras dan tidak pecah-pecah
Imam Ahmad bin Hambal (241 H) meriwayatkan bahwa kedua jempol kaki Rasulullah ﷺ lebih panjang dari jari kaki yang lainnya.
Al-Barra’ bin ‘Azib, Anas bin Malik, Ali bin Abi Thalib, Jabir bin Samurrah serta sahabatnya yang lain menjadi saksi atas keindahan rupa Rasulullah ﷺ. Sebagaimana al-Barra’ ra berkata:
ما رأيت شيئا قطّ أحسن منه
Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah daripada Rasulullah ﷺ
Ali bin Abi Thalib juga mengatakan:
لم أر قبله ولا بعده مثله صلى الله عليه وسلم
Aku tidak pernah melihat sosok yang seperti beliau pada orang-orang sebelum beliau atau yang datang setelah beliau
Jabir bin Samurrah mengabadikan kisah indahnya dengan Rasulullah ﷺ dalam haditsnya yang ia riwayatkan kepada Abu Ishaq (27 H)
رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم في ليلة إضحيان، وعليه حلّة حمراء، فجعلت أنظر إليه وإلى القمر، فلهو عندي أحسن من القمر
Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ pada malam purnama sedangkan beliau mengenakan baju berwarna merah. Sesekali aku menoleh ke wajahnya dan ke arah bulan. Setelah aku amati, sungguh wajah Rasulullah ﷺ lebih indah dari bulan.
Mereka tidak semata-mata menceritakan keanggunan ini hanya sebagai bentuk kekaguman kepada manusia sempurna. Namun, lebih dari itu adalah agar kita dapat mengetahui betapa indahnya sosok teladan kita. Sehingga, meski kedua mata kita belum pernah menyaksikan keelokan wajahnya, paling tidak kita mampu menerka keindahan rupa yang membuat para sahabat terpukau. Semoga dengan sedikit pengetahuan ini, Allah membolehkan kita menikmati langsung apa yang dirasakan oleh para sahabat Rasulullah ﷺ saat memandang Rasulullah ﷺ. Amin.