Santri Daar el-Qolam 3 Mengikuti Pesta Sains Nasional IPB 2025

Sebanyak 33 santri dari Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi Pesta Sains Nasional (PSN) 2025 yang diselenggarakan oleh IPB. Ajang tahunan ini merupakan kompetisi sains tingkat nasional yang diadakan oleh Departemen Sains, Apresiasi, dan Prestasi BEM FMIPA IPB, bekerja sama dengan Departemen Pengembangan, Prestasi, dan Apresiasi Mahasiswa BEM SSMI IPB.

Menurut Ustaz Cucu Sudiana, S.Pd., selaku pembimbing para santri Daar el-Qolam 3, PSN berada di bawah naungan Dekanat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University.

Untuk pendaftaran peserta telah dibuka sejak 9-10 September 2025. Babak penyisihan dilaksanakan pada 4-5 Oktober 2025, sedangkan semifinal dan final akan berlangsung pada 1-2 November 2025 di kampus IPB. Ajang ini terbuka untuk pelajar dari seluruh Indonesia, memberikan kesempatan bagi siswa-siswi terbaik dari berbagai daerah untuk unjuk kemampuan dalam bidang sains. “Pendaftaran dibuka secara nasional untuk pelajar se-Indonesia,” ujar Ustaz Cucu saat diwawancara pada Sabtu (4/10/2025).

Dari Daar el-Qolam 3 sendiri, sebanyak 33 santri telah terpilih untuk mengikuti kompetisi ini. Persiapan mereka sudah dimulai sejak 12 Agustus lalu dengan proses seleksi yang ketat. “Kami memilih santri yang memiliki nilai terbaik di bidang sains,” ungkap Ustaz Cucu.

Namun, perjalanan menuju kompetisi ini tidaklah tanpa tantangan. Para santri yang padat dengan berbagai aktivitas kegiatan di pesantren tetap penuh semangat dan siap menghadapinya. Mereka telah melewati proses persiapan yang panjang dan tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, mereka berusaha memberikan hasil yang terbaik.

Ustaz Cucu pun tetap optimis terhadap kemampuan para santri. “Tentu saja, semoga anak-anak bisa memberikan kemampuan terbaiknya sehingga lolos ke babak semifinal dan final yang dilaksanakan di kampus IPB. Selain itu, semoga kemampuan berpikir kritis anak-anak bisa semakin meningkat,” harapnya.