Inilah Keunggulan Proses Pendidikan di Daar el-Qolam 3

Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza terus menunjukkan keunggulannya dalam mendidik santri melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi. Ustaz Eka Sugandi, S.Pd., Kepala SMAS 2, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, menjelaskan bahwa pesantren ini memiliki pendekatan unik yang memadukan pendidikan agama, ilmu pengetahuan umum, dan persiapan menghadapi tantangan global.

“Keunggulan kita adalah pada pembelajaran yang berakar pada pesantren. Santri tidak hanya belajar pengetahuan umum sebagaimana di sekolah formal, tapi mereka juga mendapat penguatan agama melalui kajian kitab, ibadah harian, dan pembiasaan akhlak. Hal inilah yang menjadikan pendidikan di Daar el-Qolam 3 bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga pembentukan karakter. Kemudian, keunggulan lain hadir dari lingkungan multibahasa: Arab, Inggris, dan juga bahasa asing lain melalui program LOTEA. Jadi santri kita lahir dengan akhlak yang kokoh, ilmu pengetahuan yang luas, dan kemampuan komunikasi global,” jelas Ustaz EKa.

Ustaz Eka memaparkan bahwa Integrasi di Daar el-Qolam 3 menempatkan agama dan akhlak sebagai inti, lalu ilmu umum dan bahasa sebagai penguat. Ilmu agama disampaikan lewat kajian kitab, kegiatan pesantren, dan pembiasaan ibadah. Ilmu umum tetap sesuai standar nasional, tetapi selalu dibingkai dengan nilai-nilai Islami.

Selanjutnya, Ustaz Eka juga menjelaskan tentang program multibahasa yang dibangun dengan kurikulum yang terintegrasi antara pembelajaran di kelas dan pembiasaan di asrama. Santri sehari-hari dibiasakan menggunakan bahasa Arab dan Inggris, ditambah dengan pelajaran LOTEA (Language Other Than English and Arabic), sehingga mereka tidak hanya menguasai dua bahasa internasional utama, tapi juga terbuka pada bahasa asing lain.

“Dengan begitu, santri kita terbangun sebagai pribadi yang religius, berilmu, sekaligus global-minded,” ujarnya.

Ustaz Eka juga menyoroti peran lingkungan pesantren yang kondusif dalam mendukung proses pembelajaran. Menurutnya, interaksi yang erat antara guru dan santri menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Daar el-Qolam 3.

“Lingkungan pesantren kita adalah sebagai ‘sekolah kehidupan’. Guru bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing, teladan, bahkan teman diskusi bagi santri. Kehidupan di asrama yang penuh kebersamaan menanamkan nilai disiplin, kemandirian, kesederhanaan, serta kepedulian. Seluruh aktivitas, mulai dari ibadah, belajar, hingga interaksi sehari-hari dijadikan sarana pendidikan akhlak.,” jelasnya.

“Dari sinilah lahir santri yang berkarakter kuat: berakhlak mulia, percaya diri, cakap berbahasa Arab, Inggris, bahkan bahasa lain lewat LOTEA, serta siap bersaing di dunia internasional,” pungkasnya.