Sambut Tahun Ajaran Baru 2026-2027, Mudir al-Ma’had Ajak Santri Perbarui Niat dan Perjuangan


Mentari pagi mengawali langkah para santri yang kembali memenuhi lingkungan Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Setelah menjalani masa liburan, mereka kembali berkumpul di Aula Tasabuq pada Senin, 13 Juli 2026, untuk memulai perjalanan baru pada tahun ajaran 2026–2027.

Mudir al-Ma’had, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., menyampaikan welcoming speech dan ajakan untuk menata kembali niat, memperkuat semangat menuntut ilmu, dan menyadari bahwa kehidupan di pesantren merupakan bagian dari perjalanan menuju rida Allah Swt.


Kembali ke Rumah Ibadah dan Peradaban
Mengawali sambutannya, Kiai Zahid mengungkapkan rasa syukur karena Allah Swt. kembali mempertemukan para santri dan asatiz dalam kehidupan pesantren.

Menurut beliau, pesantren bukan hanya tempat belajar, melainkan ruang di mana seluruh penghuninya sama-sama beribadah kepada Allah melalui peran masing-masing.

“Anak-anakku berjuang, beribadah, dengan menuntut ilmu. Para asatiz berjuang, beribadah dengan mendidik dan mengajarkan ilmu. Tidak ada tempat yang terbaik kecuali tempat di mana kita saling memberikan kebermanfaatan,” ujar Kiai Zahid.

Beliau kemudian mengingatkan bahwa Daar el-Qolam 3 merupakan rumah ibadah, rumah peradaban, sekaligus rumah bagi Ahlul ‘Izzah yang dibangun di atas tiga ciri utama, yaitu Ahlul Ziyadah, Ahlul Qiyadah, dan Ahlur Riyadah.

Ahlul Ziyadah dicirikan dengan pribadi yang mutakhalliq, muta’allim, dan mutamaddin. Ahlul Qiyadah melahirkan sosok mundzir wa qā’id al-qaum, sedangkan Ahlur Riyadah membentuk pribadi yang menjadi muslih al-qaum, yakni insan yang membawa perbaikan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan anak-anakku selama liburan telah mengamalkan tiga nilai tersebut di rumah,” ujar beliau.

Kiai Zahid pun mendoakan agar seluruh ilmu yang dipelajari para santri menjadi ilmu yang penuh keberkahan, bermanfaat, dan mengantarkan mereka menuju surga Allah Swt.


Kembali ke Jalan Perjuangan
Bagi Kiai Zahid, kembali ke pesantren bukan sekadar kembali ke rutinitas belajar. Di balik langkah itu terdapat perjuangan besar untuk melawan hawa nafsu, meninggalkan kenyamanan rumah, dan memilih jalan ilmu.

Beliau mengingatkan bahwa setiap kebaikan selalu menuntut pengorbanan. Tidak ada keberhasilan yang diperoleh tanpa kesungguhan dan perjuangan.

Untuk memperkuat pesan tersebut, beliau mengutip sabda Rasulullah saw.:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut beliau, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan menuntut ilmu agama merupakan tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

“Allah akan memudahkan orang tersebut untuk memahami dan menjalankan nilai-nilai agama. Karena itu anak-anakku di sini adalah manusia-manusia terpilih yang Allah kehendaki menjadi orang baik. Amin,” ungkap Kiai Zahid.

Beliau melanjutkan, keberadaan para santri di pesantren merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.

“Keberadaan kita di sini adalah tanda kasih sayang Allah. Tinggal bagaimana kita mensyukurinya,” ungkap beliau.

Di tengah derasnya arus media sosial dan kehidupan modern, Kiai Zahid mengingatkan para santri agar tidak mudah silau oleh kehidupan di luar pesantren.

Beliau mengibaratkan kehidupan yang tampak indah dari kejauhan seperti fatamorgana yang belum tentu sesuai dengan kenyataan. Karena itu, para santri tidak perlu mengeluh ataupun iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.

Sebaliknya, masa-masa belajar di pesantren harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai bekal menghadapi kehidupan yang lebih luas di masa depan.

Beliau juga mendorong para santri untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin. Kesempatan melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, terbuka lebar melalui berbagai kerja sama yang telah dibangun Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza dengan sejumlah universitas internasional, baik dalam bidang studi keislaman maupun ilmu-ilmu umum.

Mengawali Tahun dengan Tajdīd an-Niyyah
Menjelang akhir tausiyahnya, Kiai Zahid mengajak seluruh civitas academica Daar el-Qolam 3, baik santri maupun para asatiz, untuk memulai tahun ajaran baru dengan memperbarui niat (tajdīd an–niyyah).

Beliau mengingatkan bahwa Imam al-Bukhari membuka kitab Shahih al-Bukhari dengan hadis yang sangat masyhur tentang niat:


إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, seluruh aktivitas di pesantren hendaknya dilandasi niat yang benar agar setiap langkah bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Pertajam dan perbarui niat, seluruh civitas academica, baik para santri maupun asatiz, kembali tajdīd an-niyyah.

Menutup sambutannya, Kiai Zahid mengajak seluruh keluarga besar Daar el-Qolam 3 untuk menjadikan tahun ajaran 2026–2027 sebagai awal baru dalam meningkatkan kualitas ibadah, ilmu, akhlak, dan pengabdian.

“Niatkan semuanya untuk ibadah kepada Allah Swt.,” pungkas beliau.