
Hubungan yang baik antara guru dan orang tua murid merupakan salah satu faktor kunci dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Kolaborasi yang erat ini memungkinkan kedua pihak memantau perkembangan anak secara menyeluruh, serta merancang langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan—baik dalam aspek akademik, pembentukan karakter, pengembangan minat dan bakat, maupun keterlibatan anak dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Singkatnya, semua aspek mendasar yang menjadi penentu keberhasilan pendidikan anak dapat dikawal secara optimal.
Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza memenuhi kebutuhan ini dengan menyelenggarakan kegiatan Parents-Teachers Conference (PTC), yakni forum komunikasi antara guru dan wali santri yang bertujuan menyampaikan informasi secara menyeluruh mengenai perkembangan anak selama menjalani proses pendidikan di pesantren. Melalui kegiatan ini, para wali santri memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kemajuan anak-anak mereka di lingkungan pesantren.
“PTC merupakan pertemuan antara wali kelas dengan orangtua sebagai ajang silaturahmi dan juga melaporkan perkembangan hasil belajarnya, baik dari sisi jalur ajar maupun jalur asuh,” ujar Ustaz Suganda, S.Pd.I., selaku Kepala Bagian Pengajaran saat diwawancarai pada Sabtu (2/8/2025).
Ustaz Suganda mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran ini, PTC dilaksanakan untuk melaporkan hasil belajar santri selama semester dua. Wali kelas telah dibekali laporan lengkap dari berbagai bagian terkait, mencakup aspek akademik maupun non-akademik. Laporan ini terdiri atas capaian jalur ajar dan jalur asuh, termasuk rapor hasil pembelajaran (jalur ajar dan asuh) catatan perilaku, kegiatan ibadah, serta sikap keseharian santri di lingkungan asrama.

“Jalur asuh kan turunannya banyak. Disampaikan bagaimana disiplinnya, ubudiyahnya, sikap kesehariannya di asrama. Ada juga prestasi non-akademik, misalnya anak menjadi Duta Kebaikan. Bahkan termasuk individual plan, sehingga diketahui apa yang menjadi minat dan bakat anak,” jelas Ustaz Suganda.
PTC yang dilaksanakan setiap akhir semester ini menjadi sarana penting untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik antara guru dan wali santri. Untuk semester ini, kegiatan difokuskan pada santri kelas 2 sampai dengan kelas 6 (program enam tahun), serta kelas 2 dan 3 SMAWI (program tiga tahun). Kegiatan berlangsung selama dua pekan, tepatnya pada Sabtu dan Ahad, 2–3 serta 9–10 Agustus 2025.
“Diharapkan dengan adanya PTC ini terjalin hubungan silaturahmi dan komunikasi yang baik antara wali santri dan wali kelas dalam proses pendidikan anak di pesantren. Karena bagaimana pun dalam proses pendidikan ini kita sama-sama memberikan dukungan dan motivasi untuk anak didik kita, sebagai orang tua fin-nasab maupun sebagai orang tua fil ‘ilmi. Kita bersama-sama saling mendukung dan solid untuk mewujudkan pendidikan anak yang berkualitas di pesantren,” tutup Ustaz Suganda penuh harap.
Kegiatan PTC bukan sekadar laporan hasil belajar, melainkan bentuk komunikasi dan sinergi antara pihak keluarga dan lembaga pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang berkualitas secara spiritual, intelektual, dan emosional. Bagaimana pun, kesuksesan anak tidak hanya dibangun oleh guru di dalam kelas, tetapi juga melalui peran aktif orang tua dalam memahami, mendampingi, dan mendukung proses pendidikan mereka.