
Rasulullah ﷺ menegaskan keutamaan pengajaran al-Qur’an dalam sabdanya: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ — “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. al-Bukhari). Hadis ini menjadi landasan nilai tentang keutamaan pendidikan al-Qur’an, yang terus dihidupkan dalam tradisi pendidikan pesantren, termasuk di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ’Izza. Penguasaan metode pengajaran al-Qur’an menjadi bekal penting bagi santri, agar ilmu yang mereka peroleh tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi terus mengalir dan memberikan manfaat yang luas.
Berangkat dari hal tersebut, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ’Izza menyelenggarakan kegiatan pelatihan mengajar ngaji baca al-Qur’an menggunakan Metode Iqra’. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 5 Dirasah Islamiyah, kelas 5 SMAWI, dan kelas 2 SMAWI dengan jumlah keseluruhan 129 santri, yang berlangsung di Ballroom Asy-Syahid pada Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bekal pedagogis bagi para santri, agar tidak hanya mampu membaca al-Qur’an dengan baik, tetapi juga siap mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Pelatihan dipandu oleh narasumber dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (LKPPQ) Ar-Rahmah, yaitu Ustaz Ahmad Jaeni, S.Th.I., M.A. dan Ustazah Siti Nazhrotul Khaerot, M.Pd. Ustaz Ahmad Jaeni adalah Direktur LKPPQ Ar-Rahman dan Pentashih Mushaf al-Qur’an (PMQ) Kemenag RI. Ustazah Siti Nazhrotul Khaerot adalah Pemateri Pelatihan dan Syahadah Tartil LKPPQ.

Menurut penjelasan Ustazah Rizqiyyatuthoyyibah, S.Pd, saat diwawancara pada Senin (9/2/2026), tujuan dari pelatihan Metode Iqra’ ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an santri dengan benar dan lancar, serta memperdalam pemahaman tentang ilmu tajwid dan tartil sebagai bekal menjadi guru ngaji baca Al-Qur’an nanti.
Pemilihan Metode Iqra’ dalam pelatihan ini, lanjut Ustazah Rizki, didasarkan pada karakteristiknya yang efektif, sistematis, terstruktur, serta mudah diaplikasikan dalam mengajarkan membaca al-Qur’an, terutama bagi pemula.
“Metode ini juga telah terbukti berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan cepat dan akurat,” ujarnya.
Lebih jauh, pelatihan ini diharapkan menjadi sarana penanaman kesadaran dakwah pendidikan sejak dini, bahwa kemampuan membaca al-Qur’an harus beriringan dengan kesiapan untuk mengajarkannya secara benar.
“Dengan kegiatan ini kami berharap agar para santri dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an dengan benar dan lancar, serta dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh pada saat mengajar baca Al-Qur’an untuk adik-adik kelasnya dipesantren maupun di masyarakat luas pada saat mereka sudah menjadi alumni nanti,” pungkas Ustazah Rizkiy.
