Goes to Campus: Eksplorasi Akademik Menuju Cita-cita Pendidikan Masa Depan
Large student group in pink-and-blue uniforms on steps before a tall golden saluting statue, holding Goes to Campus banner.

Kunjungan studi ke perguruan tinggi memberikan manfaat tersendiri bagi para santri. Dengan merasakan pengalaman konkret yang tak tergantikan, santri dapat menyaksikan langsung dinamika akademik, merasakan suasana perkuliahan, serta membayangkan masa depan pendidikan mereka. Interaksi dengan lingkungan kampus kerap menjadi pemantik cita-cita dan langkah yang lebih terarah.

Dalam kerangka itulah, santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza dari kelas 1 dan kelas 4 SMAWI serta Dirasah Islamiyah mengikuti kegiatan Goes to Campus. Program ini berlangsung selama lima hari, mulai Ahad hingga Kamis, 8–12 Februari 2026.

Goes to Campus (GTC) merupakan program kunjungan edukatif yang dirancang untuk membawa santri jenjang SMA/sederajat ke berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya berkunjung, tetapi juga berdialog dan mengeksplorasi lingkungan akademik secara langsung.

“Program ini bertujuan agar siswa dapat mengenal dunia perkuliahan secara langsung, memahami atmosfer akademik kampus, serta memperoleh gambaran nyata tentang kehidupan mahasiswa dan pilihan studi lanjut,” jelas Ustaz Eka Sugandi, S.Pd., Kepala SMAS 2 Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, saat diwawancara pada Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki sejumlah sasaran utama, yakni memotivasi santri agar semakin giat belajar dan memiliki orientasi masa depan yang jelas; memberikan gambaran konkret tentang dunia perkuliahan dari sisi akademik maupun nonakademik; membekali santri dengan informasi yang detail, valid, dan akurat mengenai perguruan tinggi, jurusan, serta jalur masuk; serta memperluas wawasan terkait pilihan karier dan arah studi lanjut setelah lulus.

Adapun destinasi kunjungan meliputi Akademi Militer (AKMIL), UIN Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Brawijaya (UB). Kelima institusi tersebut dipilih dengan pertimbangan matang, baik dari sisi mutu akademik maupun ragam pilihan keilmuan.

“Kelima institusi tersebut dipilih karena memiliki kredibilitas yang tinggi, reputasi akademik yang baik, serta terbukti mampu mencetak lulusan yang berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Selain itu, variasi karakter kampus yang dikunjungi diharapkan dapat membuka wawasan santri terhadap beragam pilihan jalur pendidikan dan profesi,” papar Ustaz Eka.

Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti berbagai rangkaian aktivitas, mulai dari kunjungan ke fasilitas akademik dan penunjang kampus, sesi edukasi serta tanya jawab dengan pihak perguruan tinggi—termasuk pemaparan profil kampus, jurusan, dan jalur masuk—hingga eksplorasi lingkungan untuk mengenal budaya serta kehidupan mahasiswa. Mereka juga menyusun catatan reflektif dan dokumentasi sebagai bahan pembelajaran, sekaligus melakukan penjajakan peluang kemitraan antara pesantren dan perguruan tinggi yang dikunjungi.

Di akhir wawancara, Ustaz Eka menyampaikan harapan besarnya terhadap dampak jangka panjang program ini.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan Goes to Campus, santri kelas 1 dan kelas 4 SMAWI serta Dirosah Islamiyah memiliki wawasan yang lebih terbuka dan utuh tentang dunia perguruan tinggi. Dengan demikian, mereka mampu merencanakan langkah pendidikan selanjutnya secara lebih matang, menentukan pilihan studi berdasarkan minat dan bakat, serta mempersiapkan diri sejak dini untuk jenjang pendidikan dan karier di masa depan,” pungkasnya.

Large group of students, many in white hijabs and purple blazers, holding a Goes to Campus banner under a campus entrance.