
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan ilmu, ketelitian tata cara, serta kedalaman penghayatan makna. Bagi santri, pelatihan manasik haji menjadi sarana pembelajaran komprehensif untuk memahami rukun, wajib, dan sunnah haji secara sistematis. Melalui simulasi dan pembekalan teoritis, mereka tidak hanya mengetahui tata laksana ibadah, tetapi juga merasakan nuansa spiritual yang menyertainya.
Dengan semangat itu, santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza kelas 6 dan 3 SMAWI mengikuti Pelatihan Manasik Haji pada Rabu (11/2/2026) di Ballroom Asy-Syahid. Kegiatan ini dibimbing oleh Prof. Dr. K.H. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., M.M., yang berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 11–12 Februari 2026.
Dalam wawancara yang dilakukan pada Rabu (11/2/2026), Ustaz Nur Ramadhan, S.Hum. menjelaskan makna kegiatan tersebut. “Pelatihan Manasik Haji adalah sebuah program pelatihan yang dirancang untuk membekali para santri dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman tentang pelaksanaan ibadah haji. Kegiatan ini meliputi teori dan praktik, seperti simulasi pelaksanaan ibadah haji, pengenalan ritual-ritual haji, dan lain-lain,” ujar Ustaz Rama.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa orientasi kegiatan ini bukan semata pada aspek teknis, tetapi juga pada pemahaman yang utuh. Menurut penjelasan Ustaz Rama, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan para santri agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar, serta memahami makna dan hakikat dari ibadah haji itu sendiri.

Secara teknis, Pelatihan Manasik Haji dilaksanakan dalam dua tahap. Hari pertama difokuskan pada pembekalan tata cara pelaksanaan haji dan umrah secara sistematis. Adapun hari kedua diisi dengan praktik langsung di area yang telah disiapkan, lengkap dengan miniatur Ka’bah sebagai media simulasi. Hal ini diharapkan agar santri tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalami secara langsung rangkaian prosesi ibadah.
Dari sisi manfaat, Ustaz Rama menegaskan capaian yang diharapkan setelah kegiatan berlangsung. “Manfaat yang diharapkan setelah santri mengikuti kegiatan ini adalah mereka dapat memahami dan melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar, serta memiliki pengalaman yang berharga dalam melaksanakan ibadah haji,” jelas Ustaz Rama.
Ia pun menyampaikan harapan mendalam terhadap dampak jangka panjang kegiatan tersebut bagi para santri. “Harapan saya dengan kegiatan ini adalah para santri dapat menjadi calon jemaah haji yang baik dan benar, serta dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh untuk membimbing dan menginspirasi orang lain. Semoga kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah haji dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan para santri. Aamiin ya Rabbal alamin,” harap Ustaz Rama.