Dari Miqat Hingga Sa’i, Para Santri Praktikkan Simulasi Manasik Haji
Women in white prayer robes standing in a row facing an ornate wall with a large black panel and a MIQAT poster.

Pembelajaran yang menghadirkan praktik langsung dapat memberikan dampak lebih mendalam dibandingkan penyampaian teori semata. Ketika peserta didik terlibat secara aktif, merasakan, dan menjalani prosesnya secara konkret, pemahaman menjadi lebih kuat dan membekas dalam ingatan. Pendekatan inilah yang diterapkan dalam Pelatihan Manasik Haji di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza.

Pada Kamis (12/2/2026), para santri kelas 6 dan 3 SMAWI mengikuti sesi praktik manasik sebagai bagian lanjutan dari pembekalan sebelumnya. Bersama Prof. Dr. K.H. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., M.M, peserta dipandu menapaki tahapan-tahapan ibadah haji melalui simulasi menyerupai kondisi riil. Praktik ini dimaksudkan agar santri tidak hanya memahami tata cara, tetapi juga menghayati maknanya.

Dalam wawancara yang dilakukan bersama Ustaz Nur Ramadhan, S.Hum., menjelaskan orientasi utama dari pelaksanaan praktik tersebut.

“Maksud dan tujuan dari praktik Pelatihan Manasik Haji adalah untuk membekali para santri dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman tentang pelaksanaan ibadah haji. Tujuan utamanya adalah agar para santri dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar, serta memahami makna dan hakikat dari ibadah haji itu sendiri,” jelas Ustaz Nur Ramadhan, S.Hum., saat diwawancara pada Kamis (12/2/2026).

Women in white robes and headscarves practising tawaf gestures around a black Kaaba replica, guided by a man in white ihram.

Lebih lanjut, Ustaz Nur Ramadhan memaparkan praktik dan proses pelaksanaan Manasik Haji sebagai berikut:

· Miqat: Miqat adalah tempat yang ditentukan untuk memulai ihram. Jemaah haji akan memakai pakaian ihram dan berniat untuk melaksanakan haji. Proses: Memakai pakaian ihram, berniat, membaca talbiyah;

· Wukuf di Arafah: Wukuf adalah berdoa dan berdzikir di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Proses: Berdiri di Padang Arafah, berdoa, berdzikir, dan membaca doa-doa;

· Muzdalifah: Muzdalifah adalah tempat yang terletak antara Arafah dan Mina, di mana jemaah haji akan bermalam dan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya; Proses: Berjalan ke Muzdalifah, bermalam, melaksanakan salat Maghrib dan Isya, berdoa, dan berdzikir;

· Mina: Mina adalah tempat yang terletak dekat dengan Mekah, di mana jemaah haji akan melaksanakan melempar jumrah. Proses: Berjalan ke Mina, melempar jumrah, berdoa, dan berdzikir;

· Ka’bah: Ka’bah adalah bangunan yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram, di mana jemaah haji akan melaksanakan tawaf. Proses: Berjalan ke Ka’bah, melaksanakan tawaf, berdoa, dan berdzikir;

· Minum Air Zam Zam: Air Zam Zam adalah air yang berasal dari sumur yang terletak di dekat Ka’bah. Proses: Berjalan ke sumur Zam Zam, minum air Zam Zam, berdoa, dan berdzikir;

· Shafa dan Marwa: Shafa dan Marwa adalah dua bukit yang terletak di dekat Ka’bah, di mana jemaah haji akan melaksanakan sa’i. Proses: Berjalan ke Shafa, berdoa, berlari-lari kecil ke Marwa, berdoa, dan berdzikir. Kemudian, berlari-lari kecil kembali ke Shafa, dan seterusnya hingga 7 kali.

Group of students in white pilgrimage garments posing in front of a black Kaaba replica at school under cloudy sky.

Urutan proses tersebut menjadi panduan sistematis bagi santri dalam memahami runtutan ibadah, mulai dari niat hingga penyempurnaan rukun dan wajib haji. Melalui simulasi ini, para peserta diajak merasakan alur perjalanan suci tersebut.

Di akhir kegiatan, Ustaz Rama menyampaikan harapan besarnya terhadap dampak jangka panjang praktik manasik ini bagi para santri.

“Harapan saya dengan pelaksanaan praktik dari Pelatihan Manasik Haji ini adalah para santri dapat memahami dan melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar, memiliki pengalaman yang berharga dalam melaksanakan ibadah haji. Saya juga berharap bahwa Peraktik Manasik Haji ini dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah haji dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan para santri. Dan yang sangat penting adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman para santri tentang pentingnya ibadah haji dan bagaimana melaksanakannya dengan baik dan benar,” pungkas Ustaz Nur Ramadhan.