Kunjungan Kerja Sama dari Lincoln University Malaysia: Sebuah Peluang Pendidikan Internasional Bagi Santri

Pada Kamis, 17 Juli 2025, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menerima kunjungan kehormatan dari Lincoln University Malaysia. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membuka peluang kerja sama pendidikan internasional antara kedua institusi.

Lincoln University merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Malaysia yang telah diakui secara internasional, khususnya di bidang kesehatan seperti keperawatan (nursing) dan kedokteran (medicine). Kehadiran perwakilan dari universitas tersebut menjadi sinyal positif untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi para santri Daar el-Qolam 3.

“Lincoln University ini terkenal di bidang kesehatan, apakah nursing, medicine, semua ada di kampus ini, dan menjadi rujukan secara internasional,” ujar Ustaz Mohamad Iqbal Akbari, S.E., M.Mgt. dari University Center (UC) saat diwawancara pada Selasa (22/7/2025).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Lincoln University diwakili oleh Pro-Chancellor, Prof. Dr. Hj. Bibi Florina Abdullah, seorang akademisi terkemuka di bidang pendidikan tinggi Malaysia. Kehadiran beliau disambut hangat oleh civitas akademika Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 dan menjadi pembuka dialog mengenai potensi kerja sama strategis ke depan.

“Yang kemarin datang ke sini itu Pro-Chancellor, Dr. Bibi Florina Abdullah. Hal ini menjadi pembicaraan awal tentang kerja sama-kerja sama yang akan dijalin antara kedua belah pihak, antara Daar el-Qolam 3 dengan Lincoln University,” kata Ustaz Iqbal.

Beberapa poin kerja sama yang dibicarakan meliputi program pemberian beasiswa sebesar 50 persen bagi santri, bahkan disiapkan pula skema beasiswa penuh untuk santri yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, turut dibahas program pertukaran pelajar dan pertukaran tenaga pendidik antar kedua lembaga.

“Beberapa pembicaraan di antaranya tentang pemberian beasiswa kepada santri sebesar 50 persen, ada juga beasiswa penuh untuk anak yang kurang mampu, pertukaran pelajar, pertukaran guru di mana mereka akan mengirimkan guru ke sini atau guru di sini yang mengikuti training di sana,” jelas Ustaz Iqbal.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, dalam waktu dekat akan diadakan kunjungan balasan ke Malaysia. Hal ini bertujuan untuk meresmikan kerja sama dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza dengan Lincoln University.

“Dalam waktu dekat ini, antara Agustus atau September ini kita akan melaksanakan kunjungan balik untuk melaksanakan penandatanganan MoU,” lanjutnya.

Menutup wawancaranya, Ustaz Iqbal menyampaikan harapan besar agar peluang kerja sama ini menjadi gerbang pembuka bagi santri dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan bermutu di kancah internasional. “Harapan saya ini menjadi salah satu pilihan bagi santri, membuka jalan bagi mereka, untuk melanjutkan pendidikan mereka,” pungkasnya.