
Dalam Upacara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2025, seluruh hadirin berkesempatan menyimak tausiyah penuh makna dari Ibunda Ustazah Dra. Hj. Enah Huwaenah. Acara ini dipimpin oleh Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., dan diikuti oleh seluruh elemen pesantren dengan penuh khidmat.
Nilai Sebuah Perjuangan
Mengawali tausiyahnya, Ustazah Hj. Enah Huwaenah memulai dengan kisahnya, di mana Pondok Pesantren Daar el-Qolam bermula. Beliau teringat ketika menjadi seorang santri pada awal berdirinya Pondok Pesantren Daar el-Qolam dengan jumlah santri 22 orang, guru 5 orang, dengan lapangan yang masih tanah, berlumpur, dan tak seindah sekarang. Walaupun anak santri sedikit, kata beliau, tapi semua dilaksanakan dengan sistem dan cara-cara yang baik.
Beliau kemudian menyampaikan apresiasinya atas semangat santri saat ini. “Maka pada pagi hari ini saya menyaksikan bagaimana kemauan, kesungguhan, kekuatan yang kuat dari anak-anak santri kita untuk melaksanakan kegiatan ini sehingga berjalan dengan baik. Itulah Nak yang namanya perjuangan, kita akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Tidak ada perjuangan yang tidak ada nilainya,” ujar beliau penuh apresiasi.
Tausiyah dilanjutkan dengan penegasan bahwa pondok pesantren adalah tempat terbaik dalam membentuk masa depan. “Pondok pesantren bukan penjara. Pondok pesantren justru yang akan membuat kalian nyaman hidup di masa yang akan datang,” lanjutnya.
Ustazah Hj. Enah Huwaenah mengingatkan bahwa Pondok Pesantren Daar el-Qolam berdiri dengan perjuangan besar demi membentuk manusia tangguh, bagaikan karang di tengah lautan, pohon yang rindang, dan mutiara yang indah.
Beliau pun menekankan bahwa nilai utama pesantren terletak pada keikhlasan dan akhlak mulia, bukan fasilitas.
“Moto Pondok dan Panca Jiwa yang pertama adalah keikhlasan dan berbudi luhur sebagai yang utama, bukan fasilitas kemewahan. Mungkin banyak pesantren dan sekolah yang menawarkan fasilitas yang mewah tapi Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah tempat menuntut ilmu dan membina akhlak.”

Beliau memberikan nasihat kepada para santri untuk berjuang secara maksimal dan mempersiapkan mental sebaik mungkin.
“Nak, kalau kalian ingin menjadi anak yang pintar, kalau kalian punya keinginan menjadi anak yang bermanfaat dan memberikan harapan kepada orang tua, agama, nusa dan bangsa, maka kalian harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi anak santri yang berada di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 ini dengan penuh persiapan mental,” ujar beliau.
Menjadi Generasi Khairu Ummah dan Bermanfaat
Ustazah Hj. Enah Huwaenah kemudian memberikan motivasi agar santri memiliki mental kuat, tidak mudah menyerah, karena pesantren akan selalu memperhatikan pendidikan mereka.
“Jangan menjadi generasi cengeng, jadilah generasi yang kuat, generasi yang mentalnya membaja, kemauannya luar biasa. Insya Allah, Daar el-Qolam selalu memperhatikan pendidikan kalian, kehidupan kalian, baik di dalam pondok ataupun di luar pondok, baik di dalam kelas ataupun di luar kelas,” lanjutnya.
“Para asatiz dan ustazah yang ada di pondok pesantren ini dengan penuh keikhlasan dan niat yang kuat untuk mengabdikan dirinya melayani kalian semua, karena kita harapannya adalah
﴿كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ﴾
‘Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.’ (QS. Ali ‘Imran: 110)”
Beliau juga menekankan pentingnya niat dan kemauan tulus dalam menuntut ilmu. “Kalian harus menjadi manusia yang bermakna, yang mempunyai kemauan yang tulus, niat yang ikhlas untuk belajar, sehingga kalian menjadi manusia-manusia pilihan di masa yang akan datang,” harapnya.
Tak hanya itu, beliau juga mendorong agar semua santri, baik putra maupun putri, terus belajar dan menjadi manusia yang bermanfaat
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama manusia, dan yang terbaik akhlaknya
Menjaga Ukhuwah Islamiyah, Ilmu, dan Akhlak
Ustazah Hj. Enah Huwaenah menekankan kehidupan di pondok pesantren yang saling menyayangi dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Tidak ada yang menindas atau melakukan bullying. “Di pondok pesantren ini kita harus hidup bersama, ukhuwah Islamiyah dijaga dengan sebaik-baiknya,” tegas beliau.
Menutup tausiyahnya, Ustazah Hj. Enah Huwaenah menekankan bahwa bangsa Indonesia harus menjunjung akhlak yang baik selain ilmu pengetahuan. “Kita bangsa Indonesia punya akhlak yang baik, bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan luas, tetapi kita harus berakhlak mulia,” ujar beliau.
“Boleh kalian pintar, belajar ke mana saja, tapi jangan lupa tujuan yang terakhir adalah
﴿وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ﴾
‘Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia.’ (QS. Adh-Dhuha: 4).
Dalam penutup, beliau mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan pesantren yang menjadi teladan bagi pondok lain.
“Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah pondok perintis di daerah Jawa Barat ini untuk mendidik putra-putrinya. Alhamdulillah sampai sekarang Pondok Pesantren Daar el-Qolam ini diikuti oleh pondok-pondok pesantren yang lain. Kenapa? Karena pendidikan, pengawasan, dan pengajarannya seimbang antara pendidikan agama dan pendidikan umum,” ungkap beliau.
Terakhir, beliau menyampaikan penghargaan dan doa untuk semua guru yang telah mendedikasikan diri di pesantren. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi kebaikan. Pondok pesantren ini adalah tempat kita beramal, tempat kita beribadah untuk menuju kita menghadap Allah Swt.,” harap beliau.
Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustazah Hj. Enah Huwaenah, memohon keberkahan dan kebaikan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Daar el-Qolam.