
Selain kajian Asmaul Husna, DKM Masjid al-Ibad ash-Shalihun juga menyelenggarakan kajian rutin bidang fikih dengan kitab rujukan ar-Risah al-Jami’ah wa at-Tadzkirah an-Nafi’ah, karya al-Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi, salah seorang ulama fikih mazhab Syafi’i asal Yaman.
Kitab ini dipilih karena dianggap dapat menopang kebutuhan para santri dalam mendalami dan memperluas wawasan mereka tentang hukum-hukum fikih yang mereka temui dalam keseharian. Pasalnya, kitab yang dijadikan salah satu kajian pokok fikih Syafi’i di pesantren Indonesia ini mencakup tiga pembahasan pokok dalam syariat: akidah, fikih, dan tasawwuf.
Metode penulisan semacam ini sebenarnya dapat banyak ditemukan pada kitab-kitab fikih yang lainnya. Hanya saja, Risalah Jami’ah ditulis dengan bahasa yang lebih sederhana untuk dipahami santri remaja seusia mereka.
Materi kajian ini diampu oleh Ustaz H. Ahmad Ramdani, Lc., M.A. Beliau merupakan alumni pascasarjana Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Keluasan wawasannya terhadap ilmu syariat, menarik DKM untuk membujuknya agar bersedia mendermakan sedikit ilmunya kepada santri Ahlul Izzah. Alhamdulillah beliau mengaminkan hal tersebut. Kehadiran beliau memberikan warna kuat terhadap tradisi kajian dalam Islam yang memiliki ciri khas tersambungnya sanad keilmuan.
Pada hari Jumat, 17 Juli 2026, Ustaz Ramdani memulai majelis perdananya dengan mengenalkan identitas kitab kajian dan sekelumit biografi penulis. Selanjutnya, ia juga menyebutkan sanad yang didapatkan selama mengkaji kitab tersebut di negeri Kinanah dari gurunya. Di sinilah letak keistimewaannya. Sebelum membuka lembar halaman kitab, para santri diajak untuk terkoneksi secara zahir dan batin dengan penulis.
Jarak zaman yang terbentang antara mereka dengan penulis terasa lebih dekat ketika disebutkan nama-nama orang saleh yang menyambungkan santri Dza Izza sampai ke pangkalnya. Berikut sanad yang beliau dapatkan dari gurunya, al-Habib Abdullah al-Jufri.
Ali bin Abdurrahman al-Jufri
Abdul Qadir bin Ahmad as-Seggaf
Ahmad bin Abdurrahman as-Seggaf
Ali bin Muhammad al-Habsyi
Seggaf bin Muhammad as-Seggaf
Umar bin Ahmad as-Seggaf
Hasan bin Saleh al-Jufri
Abu Bakar bin Abdullah al-Atas
Ahmad bin Zein al-Habsyi (Penulis Kitab)
Sanad menjadi hal yang penting dalam beragama. Sebab, agama bukan satu hal yang lahir dari diskusi sekelompok orang yang memiliki kepentingan relatif. Bukan pula rumusan para filsuf yang berpotensi cela logika. Rasulullah ﷺ mengemban ajaran agama ini dari Dzat yang memiliki kebenaran mutlak. Karenanya, praktek keagamaan membutuhkan tersambungnya sanad sebagai upaya verifikasi keabsahan dan kesesuaiannya dengan ketentuan yang diturunkan tanpa menghilangkan relevansinya dengan kebutuhan tempat dan zaman.
Mengakhiri majelisnya, Ustaz Ramdani menyampaikan keistimewaan yang ditestimonikan oleh ulama salaf saleh. Sebagaimana dikutip dalam kitab al-Manhaj as-Sawi karya al-Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith.
‘Hendaklah kalian mempelajari kitab ar-Risalah al-Jami’ah dan kitab al-Mukhtashar al-Lathif. Ajarkanlah kedua kitab tersebut kepada para murid kalian. Karena para ulama salaf saleh telah menjamin adanya keberkahan bagi siapa saja yang mempelajarinya.’
Semoga program kajian ini berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan dan para santri serta siapa pun yang menyimak catatan kajian melalui tulisan ini mendapatkan keberkahan ilmu yang dijanjikan. Amin.