Kajian Rutin Asmaul Husna Ke-8: as-Salam Pembawa Kedamaian



Syekh Ahmad Zarruq mengartikan makna as-Salam sebagai keseimbangan yang menjadi lambang kesempurnaan. Tidak berlebihan, tidak juga kekurangan, proporsional dan menjadikan segala hal sesuai dengan takaran.

وحقيقة السلام استواء الأمر والتوسط فيما بين طرفي ظهور الرحمة والمحنة

Hakikat makna as-Salam adalah seimbangnya sebuah perkara. Moderat, berada di antara kutub rahmat, kasih sayang dan kutub ujian.

Dari makna di atas, dapat dipahami bahwa as-Salam, keselamatan yang dimaksud adalah berkumpulnya dua hal yang berlawanan pada satu sosok dan mengkadarkan porsinya dengan sama rata tanpa dominasi antara satu dari yang lainnya. Misalnya, Allah swt memiliki sifat kasih sayang, dan kasih sayang Allah begitu luar biasa kepada makhluk-Nya. Sebagaimana yang sudah dibahas pada nama ar-Rahman dan ar-Rahim. Walau demikian, Allah swt juga memiliki nama al-Muntaqim Maha Pendendam, al-Jabbar Maha Pemaksa. Jika dilihat dari sudut pandang yang sempit, seolah kasih sayang Allah menjadi batal karena keberadaan nama al-Muntaqim atau al-Jabbar. Karena sulit sekali membayangkan Tuhan yang Maha Pengasih, di saat yang sama, Dia juga Maha Pendendam. Akan tetapi, jika ditinjau dari sudut pandang yang lain, kedua hal yang nampak kontradiksi tersebut, justru hanya menampakkan kesempurnaan Allah swt.

Contoh sederhananya, kalau ada orang yang hanya mampu berbelas kasih, tanpa memiliki batasan untuk tegas, maka ia tidak akan mampu memperbaiki kesalahan yang ada pada orang terkasihnya seperti anak misalnya. Jika hanya kasih sayang dalam arti memberi yang mendominasi seorang ibu dalam mendidik anaknya, niscaya ia akan membesarkannya sebagai anak yang penuntut. Tidak ada batasan untuk menahan setiap keinginan anak, dan selalu memberikan apa yang anak inginkan atas nama kasih sayang. Padahal bentuk kasih sayang tidak selalu digambarkan dengan memberi. Melarang anak dari memegang pisau atau mendekati api adalah bentuk kasih sayang juga. Dari sanalah makna keselamatan lahir. Begitulah seharusnya sikap seorang hamba yang sudah mengenal Allah as-Salam.

Selain itu, Syekh Zarruq juga mengatakan bahwa syariat untuk mengucapkan salam ketika bertemu saudara seiman adalah bagian dari bentuk membumikan rasa aman dari permusuhan di antara saudara dan menurunkan pandangan kesombongan kepada orang lain. Pengamalan dari nama as-Salam adalah menyelamatkan orang lain dari kejahatan diri kita. Baik yang dilakukan oleh lisan, tangan dan anggota tubuh lainnya. Sehingga, muslim yang baik adalah seseorang yang membuat orang lain merasa selamat berada di dekatnya. Bukan malah merasa terancam. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim.

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده

Seorang muslim adalah dia yang membuat saudara muslim lainnya selamat dari kejahatan lisan dan tangannya.

Khasiat nama as-Salam adalah dapat mengangkat musibah dan penyakit. Apabila dibacakan sebanyak 121 kali kepada orang yang sedang sakit, niscaya ia akan sembuh atas izin Allah swt selama ajalnya belum tiba.