Kajian Rutin Asmaul Husna ke-3: Rahasia Nama Allah



Setelah pekan lalu membahas ayat-ayat al-Qur’an yang di dalamnya terdapat lafaz al-Asma al-Husna, kajian hari Rabu, 29 Juli 2026 dilanjutkan dengan pembahasan nama Tuhan yang paling sering digaungkan Tuhan di antara lembaran kitab suci-Nya. Yaitu, Allah.

Syekh Ahmad Zarruq dalam kitabnya menjelaskan bahwa nama Allah merupakan nama yang menghimpun seluruh makna dan hakikat nama-nama-Nya yang lain. Nama ini Allah jadikan khusus hanya untuk-Nya. Kemudian pengarang kitab mengemukakan penjelasan para ulama mengenai makna Allah. Berikut penjelasannya.

  1. Nama Allah menunjukkan Dzat Tuhan yang membuat seluruh makhluk tunduk ketika berada di hadapan keagungan-Nya. Sehingga siapa pun yang berakal akan sampai pada titik keheranan yang berujung pada pengkultusan dan penghambaan pada pemiliki nama tersebut.
  2. Nama Allah menunjukkan Dzat Tuhan yang berhak disembah, suci dari segala macam kecacatan. Dia-lah Sang Subjek hakiki yang disifati dengan segala sifat ketuhanan.
  3. Nama Allah menunjukkan Dzat Tuhan yang dzat-Nya suci dari sifat pembaharuan atau perubahan. Ciptaan-Nya memberikan kesaksian atas kemutlakan entitas-Nya, dan ayat-ayat tanda kebesaran-Nya menunjukkan keesaan-Nya.
  4. Dia-lah Allah yang disifati dengan semua kesempurnaan, disucikan dari segala kekurangan dan permisalan.

Selanjutnya, Syekh Zarruq memberikan peringatan kepada kita tentang akibat dari kekhususan dan keistimewaan nama ini.

كل الأسماء يصح لمعانيها التخلق إلا هذا الاسم، فإنه للتعلق

Semua nama-nama Allah diperbolehkan untuk dijadikan teladan dari makna yang terkandung di dalamnya. Kecuali nama ini (Allah). Karena sesungguhnya nama Allah adalah hanya untuk ta’alluq (menguatkan jalinan ruhani kepada-Nya)

Dengan nama Allah, seorang hamba dapat membangun kedekatan kepada Tuhan dengan menundukkan hawa nafsu dan mencintai para terkasih-Nya. Hal itu tidak dapat terwujud melainkan dengan kondisi hati menunggalkan keesaan Tuhan dari segala hal. Sebagaimana ucapan Imam al-Junaid al-Baghdadi yang kutip Syekh Ahmad Zarruq dalam kitabnya. Suatu hari, Imam al-Junaid pernah ditanya:

كيف السبيل إلى الانقطاع إلى الله تعالى؟ قال بتوبة تزيل الإصرار، وخوف يزيل التسويف
ورجاء يبعث على مسالك العمل، وإهانة النفس بقربها من الأجل، وبعدها من الأمل

Bagaimana caranya memfokuskan diri untuk mendekat kepada Allah? Imam al-Junaid berkata: ‘Dengan taubat yang menghentikan kebiasaan berdosa, takut yang mencegah penundaan untuk bertaubat, harapan yang membangkitkan semangat beramal, dan menekan hawa nafsu dengan mengingatkannya akan kematian serta menjauhkannya dari angan-angan.

Kemudian, beliau ditanya lagi tentang bagaimana seorang hamba dapat melakukan semua itu. Beliau hanya menjawab:
بقلب مفرد فيه توحيد مجرد
Dengan hati yang menunggalkan keesaan Tuhan.

Kemudian majelis ditutup dengan manfaat yang terkandung di dalam nama Allah swt. sebagaimana yang disampaikan oleh Syekh Zarruq. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Menambahkan keyakinan kepada Allah swt.

2. Mempermudah terwujudnya keinginan-keinginan yang luhur.

3. Barang siapa yang mendawamkannya sebagai zikir harian sebanyak seribu kali dengan mengucap (يَا اللهُ يَا هُو), niscaya Allah swt akan mengaruniakan kepadanya kesempurnaan iman.

4. As-sahruwardi berkata bahwa barang siapa yang membacanya sebanyak dua ratus kali pada hari Jumat dalam keadaan suci dari hadats, bersih dari najis, saat sendiri secara sunyi, niscaya keinginannya akan dikabulkan.

5. Apabila dibacakan oleh orang yang sedang sakit, niscaya ia akan mendapatkan kesembuhan selama kematian belum menjemputnya.

Wallahu a’lam.