
Rabu, 22 Juli 2026 majelis kajian rutin Asmaul Husna melanjutkan lembarannya. Kali ini, pemateri membahas tentang ayat-ayat al-Qur’an yang di dalamnya terdapat lafaz al-Asma al-Husna. Merujuk kepada kitab Syarh al-Asma al-Husna karangan Syekh Ahmad Zarruq yang disunting oleh Yusuf Ahmad, di sana dijelaskan bahwa ada empat ayat di dalam al-Qur’an yang di dalamnya terdapat lafaz al-Asma al-Husna.
Al-A’raf : 180
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۖ
Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
Dalam kitab tafsir al-Qurtubi dijelaskan bahwa ayat ini turun kepada salah seorang muslim yang sedang berdoa. Kemudian, dalam doanya ia menyebut nama ar-Rahman dan ar-Rahim. Mendengar itu, salah seorang kafir Mekkah berkata dengan nada mengejek:
أليس يزعم محمد وأصحابه أنهم يعبدون ربا واحدا ، فما بال هذا يدعو ربين اثنين
Bukankah Muhammad dan para sahabatnya mengaku bahwa mereka menyembah Tuhan Yang Esa? Mengapa yang satu ini malah memanggil dua tuhan?
Maka turunlah ayat di atas sebagai bantahan atas tuduhan orang kafir tersebut.
Imam al-Qurtubi menjelaskan alasan Allah Swt. menyebutkan nama-nama-Nya dengan sifat al-Husna yang berarti indah atau baik, adalah karena nama-nama tersebut memiliki pengaruh positif bagi pendengaran dan hati. Lanjutnya, beliau juga mengatakan kalimat berikut:
فإنها تدل على توحيده وكرمه وجوده ورحمته وإفضاله
Karena sesungguhnya, nama-nama indah itu menunjukkan tentang keesaan-Nya, kemuliaan, kemurahan, kasih sayang dan anugerah-Nya.
Selain itu, beliau juga menggarisbawahi ibadah penting yang terkandung dalam ayat tersebut: perintah berdoa dengan menyebut Asmaul Husna. Imam al-Qurtubi menganjurkan agar kita berdoa kepada Allah Swt. dengan menyebut nama-Nya yang sesuai dengan apa yang kita minta. Misalnya saja seperti ucapan doa berikut ini:
يا رحيم ارحمني ، يا حكيم احكم لي ، يا رازق ارزقني ، يا هاد اهدني ، يا فتاح افتح لي ، يا تواب تب علي
Wahai Yang Maha Pengasih, sayangilah aku. Wahai Yang Maha Bijaksana, jadikanlah aku bijaksana. Wahai Yang Maha Pemberi Rezeki, berikanlah aku rezeki. Wahai Yang Maha Membuka pintu rahmat, bukalah untukku. Wahai Yang Maha Penerima Taubat, terimalah taubatku.
Al-Isra’ : 110
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ
ذٰلِكَ سَبِيْلًا
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Raḥmān’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaulhusna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) salatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”
Diriwayatkan dalam tafsir Ibnu Katsir, dari Makhul ra. dia berkata bahwa suatu malam Rasulullah ﷺ sedang melakukan salat tahajjud. Kemudian dalam doanya beliau mengucapkan Yaa Rahman, Yaa Rahim. Ternyata ada salah seorang kafir yang mendengar ucapan tersebut. Kemudian laki-laki tersebut mengejek Rasululllah ﷺ dengan ejekan yang sama seperti tafsir ayat sebelumnya. Maka turunlah ayat ini sebagai bantahan dari tuduhannya.
Sementara itu, dalam tafsir al-Qurtubi diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mendakwahkan orang kafir untuk hanya menyembah Allah Yang Esa. Hal itu berat bagi mereka. Ketika suatu hari Abu Jahal mendengar Rasulullah ﷺ memanggil nama selain nama Allah, yaitu ar-Rahman, Abu Jahal bergegas menemui al-Walid bin al-Mughirah dan bekata kepadanya:
محمد ينهانا أن ندعو مع الله إلها آخر ، وهو يدعو الله والرحمن
Muhammad melarang kita untuk menyembah tuhan selain Allah swt. Namun, dia sendiri ternyata menyembah Allah dan ar-Rahman.
Maka turunlah ayat tersebut sebagai bantahan atas tuduhan Abu Jahal.
Taha : 8
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى
Allah tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nyalah nama-nama yang terbaik.
Imam as-Sa’di dalam tafsirnya menguak sisi keindahan nama-nama Allah Swt. Sebagaimana beliau katakan dalam tafsir yang ia beri judul: Taysir al-Karim ar-Rahman fii Tafsir Kalam al-Mannan.
له الأسماء الكثيرة الكاملة الحسنى، من حسنها أنها كلها أسماء دالة على المدح، فليس فيها اسم لا يدل على
المدح والحمد، ومن حسنها أنها ليست أعلاما محضة، وإنما هي أسماء وأوصاف، ومن حسنها أنها دالة على
الصفات الكاملة، وأن له من كل صفة أكملها وأعمها وأجلها، ومن حسنها أنه أمر العباد أن يدعوه بها، لأنها
وسيلة مقربة إليه يحبها، ويحب من يحبها، ويحب من يحفظها، ويحب من يبحث عن معانيها ويتعبد له بها
Allah swt memiliki nama yang banyak, sempurna dan indah. Di antara rupa keindahannya adalah bahwa seluruh Asmaul Husna menunjukkan makna pujian. Tiada satu pun di antara nama-nama tersebut yang tidak menunjukkan sanjungan dan pujian. Keindahan lainnya juga nampak dari gramtikal nama-Nya yang tidak diambil dari bentuk nama secara instan. Melainkan dari kata sifat yang menunjukkan kesempurnaan sifat-Nya. Dialah Allah swt yang memiliki segala sifat yang paling sempurna, mencakup segala macam keindahan dan keagungan. Keindahan nama-nama-Nya mendasarkan perintah-Nya kepada seluruh hamba agar berdoa dengan menyebut-nyebut nama tersebut. Karena itu adalah perantara yang mendekatkan seorang hamba kepada-Nya. Allah swt sangat mencintai Asmaul Husna, mencintai hamba yang mencintai Asmaul Husna, mencintai yang menghafalnya, mencintai hamba yang mempelajari makna-maknanya dan menyembah Allah swt dengan Asmaul Husna.
Al-Hasyr : 24
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mewujudkan dari tiada, dan Yang Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa suatu hari, beliau pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang Ismullah al-A’zham (nama Allah yang agung). Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda menjawab:
يا أبا هريرة ، عليك بآخر سورة الحشر فأكثر قراءتها
Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau membaca akhir surat al-Hasyr. Perbanyaklah membacanya.
Dalam riwayat yang lain dari Abu Umamah, Rasulullah ﷺ bersabda:
من قرأ خواتيم سورة الحشر في ليل أو نهار فقبضه الله في تلك الليلة أو ذلك اليوم فقد أوجب الله له الجنة
Barang siapa yang membaca penutup surat al-Hasyr pada malam atau siang hari, kemudian Allah swt mencabut nyawanya pada malam atau hari itu, niscaya Allah swt mewajibkan surga baginya.
Keempat ayat di atas, secara garis besar menurunkan dua kandungan besar yang penting untuk diketahui: pertama, pengetahuan bahwa Allah Swt memiliki nama-nama indah yang disebut Asmaul Husna. Kedua, Allah Swt memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, menyembah dan mengagungkan-Nya dengan Asmaul Husna. Keduanya telah didawamkan di Pondok Pesantren Dza ‘Izza melalui tradisi membaca Asmaul Husna setiap sebelum azan Maghrib dan Subuh. Semoga dengan adanya kajian Asmaul Husna ini, kita termasuk ke dalam golongan yang dicintai Allah Swt karena bukan hanya menghafal Asmaul Husna. Namun, juga mengkaji untuk mengamalkannya di dalam kehidupan dunia.