Belajar Bahasa Inggris dari Sumber Asli, Mengasah Kelancaran Membaca dan Menambah Wawasan
Group of schoolgirls in white hijabs sitting on a carpeted library floor, smiling and holding books with shelves visible along the left wall.

Bahasa yang Tumbuh dari Kebiasaan Membaca Sumber Asli
Ada banyak cara untuk mengajarkan bahasa agar lebih hidup dan mudah dipahami. Salah satu metode yang dinilai efektif ialah mendekatkan peserta didik dengan literatur asli berbahasa Inggris, baik dalam bidang sastra, sejarah, sosial, maupun kebudayaan.

Melalui bacaan semacam itu, santri tidak hanya mengenal kosakata baru dan pola kalimat yang lebih beragam, tetapi juga memperluas cakrawala pengetahuan sesuai bidang yang mereka minati.

Metode inilah yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris oleh Ustaz M. Faqih Al-Qomi, Pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Ustaz Faqih mengajak para santri masuk ke ruang perpustakaan, memilih buku referensi berbahasa Inggris, membacanya, lalu menyampaikan kembali isi bacaan itu di hadapan teman-teman mereka.

Kegiatan itu berlangsung di Perpustakaan Dza ‘Izza. Di antara rak-rak buku yang tersusun rapi, para santri menelusuri bacaan yang menarik perhatian mereka. Dari sana, proses belajar tidak berhenti pada membaca, tetapi berlanjut pada pemahaman, pengolahan gagasan, hingga keberanian berbicara.

Dari Kisah Petualangan Menjadi Pelajaran Kehidupan
Salah satu santriwati tingkat SMP, Alifah Putri Karomah dari kelas 2A, memilih membaca novel berbahasa Inggris berjudul Treasure Island. Novel klasik karya Robert Louis Stevenson itu dikenal sebagai kisah petualangan yang sarat ketegangan, pencarian harta karun, serta pergulatan antara kesetiaan dan pengkhianatan.

Usai membaca, Alifah maju untuk mempresentasikan isi buku tersebut. Dengan penyampaian yang lancar, ia mengisahkan perjalanan seorang pelaut muda dalam pencarian harta karun yang penuh risiko. Perjalanan itu membawanya pada keberhasilan dan kelimpahan kekayaan. Namun, ketika berada di puncak kesuksesan, ia justru menghadapi pengkhianatan dari rekan-rekan seperjalanannya. Ia terusir dari kapalnya, kehilangan segalanya, hidup dalam keterasingan dan kemiskinan, hingga akhirnya bangkit kembali.

Smiling schoolgirl in a white hijab holding a worn copy of "Treasure Island" inside a library with bookshelves and seated classmates in the background

Kisah itu menjadi lebih dekat dengan realitas ketika kita ingat perjalanan hidup Steve Jobs, sosok pendiri Apple yang pernah tersingkir dari perusahaan yang ia bangun sendiri, sebelum akhirnya kembali dan membawa perusahaan itu menuju puncak kejayaan.

Dari bacaan tersebut, Alifah menangkap pelajaran penting tentang makna amanah, kepercayaan, serta beratnya akibat sebuah pengkhianatan—terlebih jika datang dari orang-orang terdekat.

Bagi Ustaz Faqih, metode pembelajaran semacam ini bukan sekadar latihan bahasa, melainkan pembiasaan intelektual yang lebih luas.

“Manfaat metode ini, mereka bisa lebih banyak membaca dan menambah pengetahuan. Kemudian melatih mereka terbiasa membaca buku-buku literatur berbahasa Inggris, lancar membaca buku berbahasa Inggris,” ujar Ustaz Faqih usai santri presentasi.

Dukungan terhadap metode ini juga datang dari pustakawan Dza ‘Izza, Ustaz Khoir Akbar, S.Sos. Menurutnya, pembelajaran yang terhubung langsung dengan perpustakaan akan memperkuat tradisi literasi di lingkungan pesantren.

“Ini perlu didukung karena sesuai pelajaran di kelas dan juga menguatkan budaya literasi, dengan melibatkan santri ke perpustakaan,” ujar Ustaz Khoir Akbar.

Melalui langkah sederhana seperti membaca, memahami, lalu menyampaikan kembali isi buku dari sumber asli, pembelajaran bahasa tidak lagi terasa kaku. Ia menjadi ruang latihan berpikir, berbicara, dan menyerap hikmah kehidupan—membentuk santri yang bukan hanya terampil berbahasa, tetapi juga kaya wawasan dan matang dalam memetik pelajaran dari setiap bacaan.