Advanced Leadership Training Program Perkuat Kepemimpinan Santri
A male speaker in a black cap addresses rows of students in purple uniforms, with girls in pink hijabs seated on the right.


Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menyelenggarakan Advanced Leadership Training Program (ALTP) dari 31 Januari – 1 Februari 2026 sebagai ikhtiar pembinaan santri kelas akhir SMA atau santri nihai sebelum menuntaskan masa pendidikan di pesantren. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan santri secara terarah melalui pendekatan terstruktur dan aplikatif.

Ustaz Ihsan Ahmadi, S.Pd., Kabag Disiplin Putra Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3, menjelaskan bahwa santri kelas akhir berada pada fase penting yang menentukan arah peran mereka setelah lulus dari pesantren.

“Santri kelas 3 SMA (Santri Nihai) berada pada fase akhir pendidikan menengah di pesantren, sekaligus memasuki masa transisi menuju peran yang lebih besar di masyarakat. Pada fase ini, santri tidak hanya dituntut unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kecakapan kepemimpinan yang matang, terarah, dan bertanggung jawab,” jelasnya saat diwawancara pada Selasa (3/2/2026).

Ustaz Ihsan menambahkan, potensi kepemimpinan santri sejatinya sudah tampak, namun memerlukan proses pembinaan yang sistematis agar berkembang secara optimal.

“Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak santri memiliki potensi kepemimpinan, namun belum terasah secara sistematis. Kecakapan seperti pengambilan keputusan, komunikasi kepemimpinan, manajemen tim, problem solving, serta integritas kepemimpinan perlu dilatih melalui program yang terstruktur dan aplikatif,” ungkapnya.

Two smiling women in hijab on stage holding a certificate together while an audience member takes a photo

Melalui ALTP, pesantren berupaya membekali santri kelas akhir dengan kesadaran nilai kepemimpinan yang berpijak pada dimensi moral dan karakter.

“Advanced Leadership Training Program (ALTP) diberikan kepada para santri kelas akhir Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Leadership training ini membekali para santri sebelum lulus dari pesantren untuk memiliki kesadaran akan pentingnya kewibawaan moral institusional (memelihara visi dan pemberdayaan) dan kewibawaan moral kultural (menumbuhkan sumber motivasi dari dalam diri). Dari aspek karakter, training ini membekali santri untuk menjadi individu yang melakukan kebaikan (doing the good) dan menjadi teladan kebaikan (being the good),” jelas Ustaz Ihsan.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ALTP mencakup penguatan visi personal, ketahanan diri, hingga wawasan kepemimpinan kebangsaan. Sebagian materi disampaikan oleh pemateri internal pesantren. “Menggali Visi dan Motivasi dari Dalam Diri Sendiri Agar Menjadi Model Kebaikan” dan “Pribadi efektif, Fokus, Mandiri, Tangguh, dan Competitiveness.” Disampaikan oleh Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T. dan Majelis Khidmah.

Selain itu, ALTP juga menghadirkan pemateri dari luar pesantren untuk memperkaya perspektif santri. “Mengenal Diri, Mengelola Diri, Memimpin dengan Karakter: Perspektif Psikologi Perkembangan,” yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Kepemimpinan Pancasila: Menyiapkan Pemimpin Muda Indonesia di Era Tantangan Global,” oleh Staf Ahli Lemhannas RI.

Large group of students in purple uniforms and hijabs posing in a conference room with two teachers at front.

Ustaz Ihsan menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki target pembinaan yang jelas dan terukur bagi santri kelas akhir, yaitu membentuk pribadi yang berkesadaran akan pentingnya memiliki visi dan motivasi yang digali dari dalam diri mereka sendiri. Kemudian, menjadi pribadi yang bukan hanya mengetahui, memahami, mencintai, dan melakukan kebaikan (knowing, understanding, loving dan doing the good), melainkan sekaligus juga menjadi model kebaikan (being the good).

Dari sisi partisipasi, ia menilai santri menunjukkan respons positif selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah santri-santri kelas akhir mendapatkan motivasi dan pembelajaran saat mereka sudah lulus dari pondok pesantren.”

Lebih jauh, Ustaz Ihsan berharap nilai-nilai yang diperoleh dalam ALTP dapat menjadi bekal santri dalam menjalani kehidupan setelah masa pesantren.

“Para santri kelas akhir selepas lulus dari pesantren ini diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang kuat berpegang teguh pada prinsip-prinsip kehidupan yang membuat mereka mandiri, tangguh, berwawasan jauh ke depan dan tetap tampil sebagai pribadi berakhlak mulia,” harapnya.