Manfaat Enrichment Bagi Santri Kelas Akhir, Bantu Tingkatkan Penguasaan Pelajaran
Students in white uniforms seated on patterned carpet in two groups facing a speaker at a table onstage with flags.


Sebagai bagian dari ikhtiar akademik santri kelas akhir, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menyelenggarakan kegiatan enrichment sebagai penguatan materi menjelang ujian akhir. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu santri dalam meningkatkan pemahaman pelajaran pesantren secara sistematis, sekaligus menumbuhkan kesiapan mental dan akademik sebelum memasuki fase penilaian kelulusan.

Kasubag Bidang Pengajaran Ustaz TB. Wildanul Hakim, S.Hum., menjelaskan bahwa enrichment merupakan bentuk pengayaan sekaligus pendalaman materi yang secara khusus diperuntukkan bagi santri kelas akhir.

“Enrichment adalah sebuah pengayaan materi atau pendalaman materi yang bertujuan untuk persiapan kelas akhir. Kegiatannya berupa mereview materi-materi yang akan mereka ujikan di akhir semester ini,” ujarnya saat diwawancara pada Rabu (4/2/2026).

Lebih lanjut, Ustaz Wildan menegaskan pentingnya kegiatan tersebut dalam membantu santri menghadapi materi ujian. “Tanpa adanya enrichment anak-anak akan sedikit kesulitan dalam belajar. Karena banyak materi yang perlu direview kembali, mempersiapkan dengan matang untuk menghadapi ujian akhir tahun ini,” tuturnya.

Kegiatan enrichment ini, kata Ustaz TB. Wildanul Hakim, memang difokuskan hanya bagi santri kelas akhir sebagai persiapan mereka menghadapi ujian di semester kedua ini. Adapun ruang lingkup materi yang diberikan adalah pealajaran pesantren, “Enrichment hanya mencakup pelajaran pesantren saja, sementara untuk pelajaran umum dapat mereka ikuti Bimbingan Belajar.”

Dari sisi waktu pelaksanaan, kegiatan ini telah berjalan sejak awal tahun. “Kegiatan ini sudah mulai berjalan sejak awal Januari sampai minggu kedua Februari ini. Karena setelah itu mereka sudah mulai memasuki bulan ujian akhir, sebelum mereka wisuda,” ungkapnya.

Bright classroom with rows of uniformed students—boys on the left, girls in white headscarves on the right—listening to a teacher at the front

Ustaz Wildan menilai, keberadaan enrichment memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan belajar santri. “Dengan adanya enrichment ini memudahkan santri dalam belajar, mereview kembali materi materi dan poin-poin penting yang ingin disampaikan oleh guru. Efeknya juga santri jadi lebih semangat dalam belajar. Mereka juga mengetahui batasan-batasan materi yang akan dikeluarkan nanti pada saat ujian. Jadi, memudahkan santri dalam belajar,” terangnya.

Pengalaman pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya turut menjadi penguat efektivitas kegiatan ini. Ia mengungkapkan, “Pengalaman dari setiap tahun, dengan enrichment ini, nilai santri selalu meningkat karena mereka sudah mempersiapkan dengan baik dari apa yang mereka pelajari untuk menghadapi soal-soal ujian.”

Lebih jauh, Ustaz Wildan menaruh harapan besar terhadap hasil dari pelaksanaan enrichment, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga makna akhir perjalanan pendidikan santri di pesantren.

“Dengan adanya enrichment ini diharapkan anak-anak santri kelas akhir bisa mendapatkan ilmu dengan baik, lebih utuh, maksimal, dan bermanfaat untuk mereka semua. Karena di ujian akhir, mereka selama tiga atau enam tahun di pondok, inilah akhir, ujung dari ujian mereka sebelum diwisuda. Tanpa ujian ini mereka tidak akan bisa mengikuti wisuda,” jelasnya.

Menutup keterangannya, ia menyampaikan doa dan harapan bagi santri kelas akhir Daar el-Qolam 3. “Diharapkan anak-anak mendapatkan nilai terbaik, lebih meningkat dari semester kemarin, karena ini adalah ujian mereka sebelum meninggalkan pondok. Semoga anak-anak santri Daar el-Qolam 3, khususnya kelas akhir, mereka lulus dengan nilai yang baik. Semoga mereka juga menanamkan nilai-nilai kepondokan, menjadi santri-santri yang Ahlul ‘Izzah, dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan di pesantren. Bisa berkembang luas wawasannya maupun pengalamannya. Semoga menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Students seated on the floor—girls in white hijabs at left, boys in white shirts at right—listening to a teacher at the front beside a banner and screen