
Esai chemistrypedia seri ke-4
“Memelihara lingkungan juga merupakan suatu ibadah, karena memelihara lingkungan sejatinya memelihara kehidupan”.
Agama dan Wawasan Lingkungan
Agama mengajarkan untuk berbuat baik di muka bumi, salah satunya yaitu memelihara keseimbangan lingkungan. Jadi, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai penghuni bumi untuk tidak hanya mengambil manfaatnya saja dari lingkungan, tapi juga memeliharanya.
Hal tersebut menjadi salah satu landasan yang digunakan oleh pesantren untuk mengintegrasikan pengetahuan agama dengan pemeliharaan lingkungan. Dengan begitu santri akan dapat memahami tanggung jawabnya terhadap lingkungan, yang semakin hari semakin memerlukan aksi nyata untuk memberikan pencegahan maupun solusi atas isu-isu lingkungan.
Green Chemistry
Kimia dapat menjadi medium untuk memberikan wawasan tersebut, karena ilmu kimia terdapat konsep ‘green chemistry’ atau kimia hijau yang merupakan bagian dari cabang kimia lingkungan. Menurut Greenlab Indonesia (2025), green chemistry atau kimia hijau adalah cabang ilmu kimia yang berfokus pada desain produk dan proses kimia yang meminimalkan penggunaan serta pembentukan bahan berbahaya.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Paul Anastas dan John Warner pada tahun 1990-an dan kini menjadi pedoman global dalam praktik industri berkelanjutan. Inti dari green chemistry adalah pencegahan polusi sejak awal proses, bukan hanya pengolahan limbah di akhir produksi. Dengan kata lain, industri diarahkan untuk ‘lebih hijau sejak awal’.
Prinsip Green Chemistry
Pada tahun 1998, Paul Anastas serta John C. Warner menuliskan buku berjudul Green Chemistry: Theory and Practice. Pada buku ini, Anastas dan Warner menuliskan 12 prinsip mengenai kimia hijau. 12 prinsip ini bersifat sebagai aturan atau tata cara untuk membantu ahli kimia mencapai tujuan berupa lingkungan hidup yang bersih, sehat dan terbebas dari bahan kimia berbahaya, di antaranya sebagai berikut:
1. Mencegah Limbah;
2. Memaksimalkan Nilai Ekonomi Suatu Atom;
3. Sintesis Kimia yang Bahayanya Sedikit;
4. Mendesain Proses yang Melibatkan Bahan Kimia Aman;
5. Menggunakan Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman;
6. Mendesain Efisiensi Energi;
7. Menggunakan Bahan Baku Terbarukan
8. Mengurangi Bahan Turunan Kimia;
9. Menggunakan Katalis Untuk Efektivitas;
10. Mendesain Bahan Kimia dan Produk yang Terdegradasi Setelah Dipakai;
11. Menganalisis Secara Langsung Untuk Mencegah Polusi;
12. Mencegah Potensi Kecelakaan.

Eksperimen Laju Reaksi Terintegrasi Green Chemistry
Green chemistry dapat diterapkan dalam skala laboratorium sekolah melalui berbagai eksperimen atau praktikum kimia. Karena pada umumnya eksperimen kimia menggunakan bahan-bahan berbahaya dan menghasilkan limbah yang dapat merusak lingkungan seperti NaOH, HCl, H2SO4, kloroform, etanol, dsb.
Oleh karena itu perlu alternatif untuk mengganti bahan-bahan tersebut dengan menggunakan bahan yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti pati, vitamin C, teh, tepung, dan masih banyak lagi. Selain itu, penggunaan bahan alternatif green chemistry juga secara harga lebih ekonomis dan lebih mudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga berbagai eksperimen kimia yang terintegrasi green chemistry dapat dilakukan dalam pembelajaran kimia. Salah satunya eksperimen tentang laju reaksi di laboratorium. Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi reaktan (pereaksi) atau produk (hasil reaksi) persatuan waktu. Laju ini mengukur seberapa cepat reaksi kimia berlangsung. Secara umum, laju reaksi ditandai dengan berkurangnya konsentrasi reaktan atau bertambahnya konsentrasi produk dalam satuan molar per detik (M/s).
Pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, santri jenjang SMA di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza kelas jurusan health science melakukan eksperimen laju reaksi kimia terintegrasi green chemistry. Eksperimen ini berkolaborasi dengan Muhammad Jidan Arroji yang merupakan mahasiswa S2 (magister) Pendidikan Kimia Universitas Negeri Semarang (UNNES), sambil melaksanakan penelitian atau pengambilan data untuk tesisnya berupa pengembangan e-modul praktikum tentang laju reaksi kimia terintegrasi green chemistry.
Pada modul praktikum tersebut, berbagai percobaan laju reaksi dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan alternatif yang sesuai dengan green chemistry, diantaranya ialah; tablet effervescent, tablet vitamin C, iodine (obat merah), pati, kentang, yodium, hingga tepung maizena. Praktikum ini bertujuan agar santri dapat memahami laju reaksi dan berbagai faktor-faktor yang memengaruhinya, yakni konsentrasi, luas permukaan, suhu, dan katalis.
Dengan melakukan berbagai eksperimen laju reaksi kimia tersebut, para santri merasa senang dan tertarik dengan pembelajaran kimia. Kesan dari para santri sangat positif, karna dengan eksperimen ini mereka lebih memahami topik laju reaksi dengan mudah dan menarik. Harapannya agar topik kimia lain atau mata pelajaran sains lain juga sering melakukan eksperimen di laboratorium. Dengan begitu, santri merasa dilibatkan secara langsung untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang sains.
Selain itu, dengan penggunaan bahan-bahan green chemistry yang lebih aman dan ramah lingkungan, santri juga mendapatkan wawasan atau kesadaran untuk memelihara lingkungan. Karena penerapan green chemistry dalam pembelajaran merupakan sebuah upaya yang bisa berdampak positif untuk lingkungan.
Hal ini selaras dengan ajaran agama yang ditegaskan oleh Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Ayat ini menjelaskan tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang berarti tugas manusia yaitu mengelola, memakmurkan, dan menjaga keseimbangan alam, bukan merusaknya. Khalifah berarti wakil Allah untuk menegakkan ketentuan-Nya di bumi.
Dengan demikian, eksperimen kimia yang terintegrasi green chemistry menjadi solusi untuk menciptakan kegiatan yang ramah lingkungan serta dapat menambah wawasan dengan menekankan pentingnya menjaga alam sebagai titipan untuk generasi masa depan, bukan warisan nenek moyang. Karena warisan paling istimewa untuk generasi berikutnya adalah lingkungan yang lestari dan terjaga.
Referensi:
Anastas, P. dan Nicolas. E. 2010. “Green Chemistry: Principles and Practice”. Chemical Society Reviews. 39: 301-312.
Anastas, P. T.; Warner, J. C. G. C. 1998. Green Chemistry: Theory and Practice. Oxford University Press.