Tes Kemampuan Akademik Persiapkan Santri Masuk Perguruan Tinggi

SMAS Daar el-Qolam 2, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, mengadakan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Studi Lanjut Santri Niha’i. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan santri kelas akhir dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.

“TKA itu semacam tes yang mengukur ketercapaian kemampuan akademik, yang juga bisa digunakan untuk bahan seleksi jalur prestasi pendaftaran kuliah,” ungkap Ustaz Eka Sugandi, Kepala SMAS Daar el-Qolam 2 pada Ahad (31/8/2025).

Sementara itu, Studi Lanjut Santri Niha’i adalah program pendampingan khusus untuk membantu santri menentukan kampus dan jurusan yang sesuai dengan minat dan potensinya. “Studi Lanjut Santri Niha’i adalah program pendampingan khusus untuk santri kelas akhir (Niha’i) supaya lebih siap melanjutkan kuliah. Jadi bukan hanya menekankan aspek akademik, tapi juga membantu santri menentukan kampus dan jurusan yang sesuai dengan minat serta potensinya,” jelas Ustaz Eka.

Peserta kegiatan ini adalah santri kelas akhir atau santri Niha’i membutuhkan persiapan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. “Pesertanya adalah santri kelas akhir atau santri Niha’i, yang memang sudah berada di tahap persiapan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata Ustaz Eka.

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan gambaran dan persiapan sejak awal mengenai TKA dan mentoring studi lanjut. “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan gambaran dan persiapan sejak awal mengenai TKA dan mentoring studi lanjut. Dengan begitu, santri tidak bingung menentukan jurusan dan bisa lebih percaya diri menghadapi ujian masuk kampus,” kata Ustaz Eka.

Materi utama dalam sosialisasi ini meliputi hal-hal teknis seperti proses pendaftaran TKA, pilihan mata pelajaran yang harus diambil, dan pentingnya persetujuan orang tua. “Materi utamanya lebih banyak ke hal-hal teknis. Mulai dari penjelasan proses pendaftaran TKA, pilihan mata pelajaran yang harus diambil, sampai pentingnya persetujuan orang tua. Selain itu, disampaikan juga bahwa nantinya akan ada pengelompokan santri untuk program mentoring studi lanjut, yang disesuaikan dengan hasil angket awal yang sudah mereka isi,” jelas Ustaz Eka.

Ustaz Eka berharap kegiatan ini dapat membuat santri Niha’i lebih siap secara akademik dan mental dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi. “Harapannya, santri Niha’i bisa lebih siap secara akademik maupun mental menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi. Selain itu, mereka juga punya rencana yang lebih jelas untuk masa depannya. Intinya, semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang memotivasi santri agar bisa melanjutkan studi ke kampus terbaik sesuai passion dan potensi masing-masing,” pungkas Ustaz Eka.