Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza Berperan Aktif dalam Halaqah Nasional IV dan Rakernas I PK-TREN Indonesia

Belakangan ini, geliat pesantren di Indonesia kian terasa dan kembali menunjukkan peranannya. Kesadaran akan pesantren sebagai penggerak kemajuan bangsa dan pilar penting dalam peradaban Islam mulai kembali digalakkan. Salah satu tonggak penting yang menandai arah baru ini adalah penyelenggaraan Sarasehan Pimpinan Pesantren, Halaqah Nasional IV, dan Rakernas I oleh Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren (PK-TREN) Indonesia. Selama tiga hari, acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia 2 yang diasuh oleh K.H. Imam Jazuli, Lc., M.A., yang terletak di Cirebon, Jawa Barat.

Dengan mengangkat tema “PK-TREN Indonesia Sebagai Algoritma Peradaban Baru dalam Ekosistem Pesantren Indonesia,” kegiatan ini mengajak para peserta untuk memandang pesantren dari sudut pandang yang lebih progresif, juga inklusif. Pesantren yang selama ini dikenal menjaga nilai-nilai tradisi, kini didorong untuk menjadi aktor utama dalam membangun masa depan bangsa dengan pendekatan yang modern, mandiri, dan mampu berkompetisi di kancah global.

Lebih dari seribu tokoh hadir dalam kegiatan ini, mulai dari ulama, pengasuh pondok pesantren, pengurus PK-TREN, hingga pejabat pemerintahan dan kalangan akademisi. Delegasi datang dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Para delegasi berkumpul untuk merumuskan langkah strategis pesantren menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Mudir al-Ma’had, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., yang diamanahi sebagai Ketua 9 dalam kepengurusan PK-TREN turut andil menjadi panitia dalam agenda ini. Kepercayaan ini menjadi cerminan kualitas dan dedikasi Daar el-Qolam 3 dalam membangun kerja sama antarpesantren di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas internal, tetapi juga aktif dalam forum strategis pesantren nasional.

Peran tersebut sejalan dengan misi Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga siap membawa perubahan. Lewat keterlibatan aktif di forum nasional, pesantren ini menegaskan komitmennya untuk memperluas pengaruh dakwah dan kontribusi dalam pembangunan bangsa.

Rangkaian Agenda Nasional

Acara besar ini terdiri dari tiga agenda utama:

  1. 25 Agustus 2025: Sarasehan Pimpinan Pesantren dibuka oleh Wakil Presiden ke-13 RI, Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin, yang hadir bersama para tokoh pesantren dan pemerintah;
  2. 26–27 Agustus 2025: Halaqah Nasional IV membahas berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, regulasi, kemandirian ekonomi, hingga digitalisasi pesantren;
  3. 27 Agustus 2025: Rakernas I PK-TREN yang menetapkan arah program kerja organisasi ke depan.

Selain itu, turut digelar talkshow tematik dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pesantren dengan mitra usaha. Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi pesantren dan mewujudkan kemandirian serta ketahanan pangan berbasis komunitas.

Risalah Cirebon: Arah Baru untuk Dunia Pesantren

Puncak acara ini adalah lahirnya dokumen penting bernama Risalah Cirebon yang memuat lima poin utama hasil kesepakatan nasional:

  1. Menegaskan kembali pentingnya nilai ketuhanan dan kebangsaan sebagai dasar peradaban bangsa;
  2. Memperkuat semangat “Bersatu, Bangkit, Mandiri” sebagai identitas pesantren yang mandiri;
  3. Mendirikan lembaga pemantauan dan evaluasi bernama Lajnah al-Mutaba‘ah wa at-Taqyīm guna mendorong tata kelola pesantren yang profesional;
  4. Membangun sinergi yang setara antara pesantren dan pemerintah untuk pembangunan yang lebih tepat sasaran dan partisipatif;
  5. Mengembangkan jaringan ilmu antarpesantren se-Nusantara dalam rangka mencetak ulama dan intelektual Muslim yang tangguh.

Menurut Dr. K.H. Idrianto Faishol selaku Ketua Komisi Rekomendasi Rakernas, risalah ini menjadi panduan kerja yang konkret untuk memastikan arah masa depan pesantren. Ketua Umum PK-TREN, Dr. K.H. Ilyas Marwal, mengatakan bahwa dokumen ini sebagai amanah besar seluruh pesantren di Indonesia.

Keterlibatan Daar el-Qolam 3 dalam forum nasional ini menjadi simbol semangat baru untuk terus melangkah maju. Dengan dukungan dari K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., semoga langkah ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat jejaring pesantren dan memperluas dakwah.

Kita semua berharap agar Allah ﷻ senantiasa memberikan kekuatan dan keberkahan kepada Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza dalam membina santri yang tidak hanya cerdas dan saleh, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat dakwah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Berlandaskan ukhuwah, kemandirian, dan kolaborasi, keikutsertaan dalam Halaqah Nasional IV dan Rakernas I PK-TREN menjadi langkah kecil yang sarat makna menuju mimpi besar: menjadikan pesantren sebagai pusat peradaban masa depan Indonesia bahkan dunia.