Tingkatkan Kualitas Perpustakaan, Dza ‘Izza Perkuat Kolaborasi Literasi
Five men standing in a row in an office lounge, dressed in shirts and trousers, smiling for a group photo.
Bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten


Upaya memperkuat budaya literasi terus dilakukan Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Salah satunya melalui langkah strategis menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sebagai bagian dari pengembangan perpustakaan yang lebih berkualitas dan berdaya guna.

Pada Rabu (8/4/2026), Tim Perpustakaan Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza melakukan silaturahmi dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi ikhtiar awal untuk membuka ruang kerja sama dalam pengembangan program minat baca, literasi, serta penguatan jejaring dengan pemerintah daerah.

“Awalnya adalah sebagai bentuk silaturrahim dan membuka diri untuk berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Banten. Kita bertemu langsung dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten. Kita sharing, berdiskusi, apa saja program-program yang sekarang sedang digagas oleh pemerintah terkait literasi,” ujar Ustaz Khoir Akbar, S.Sos., pustakawan Dza ‘Izza saat diwawancara pada Sabtu (11/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, berbagai gagasan dibahas, khususnya terkait arah kebijakan pengembangan perpustakaan di tingkat provinsi. Ustaz Akbar menjelaskan bahwa saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten tengah mendorong standarisasi perpustakaan, baik dari segi sarana maupun kualitas layanan.

Menurut penjelasannya, program tersebut diwujudkan melalui standarisasi akreditasi, penguatan taman baca untuk masyarakat serta ajakan kepada lembaga pendidikan untuk melakukan standarisasi perpustakaan secara menyeluruh.

“Diusahakan perpustakaan terakreditasi sehingga punya kualitas dan bisa menjadi acuan atau referensi,” ungkapnya.

Two smiling men in shirts holding and presenting three green patterned books inside a modern library lobby.

Langkah ini dinilai sejalan dengan arah pengembangan yang tengah dilakukan di lingkungan pesantren. Perpustakaan Dza ‘Izza diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat bacaan internal, tetapi juga berkembang menjadi rujukan yang lebih luas, khususnya dalam bidang ilmu keislaman.

Tidak berhenti pada pertemuan di tingkat provinsi, tindak lanjut konkret juga terwujud melalui kunjungan dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Tangerang. Pada Jum’at (10/4/2026), Perpustakaan Dza ‘Izza menerima kunjungan tersebut dalam rangka monitoring sekaligus pendampingan menuju proses akreditasi.

“Alhamdulillah kita mendapat tindak lanjutnya. Ada pembinaan langsung dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tangerang,” terang Ustaz Akbar.

Dalam pembahasan yang berlangsung, fokus utama diarahkan pada dua hal penting, yakni peningkatan minat baca serta standarisasi perpustakaan sebagai syarat akreditasi. Kedua aspek tersebut dinilai memiliki keterkaitan yang kuat dalam membangun kualitas lembaga.

“Kita melihat ini linear dan ada kesamaan. Pertama, inti utamanya adalah hal itu untuk peningkatan minat baca, dan kedua, standarisasi untuk akreditasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh standar penilaian mengacu pada kebijakan yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional sebagai lembaga rujukan utama.

“Dan untuk standarisasi mengacu kepada Perpustakaan Nasional. Kebijakan dan kelayakan penilaian ini adanya di Perpustakaan Nasional,” imbuhnya.

Salah satu poin penting dalam proses penilaian tersebut adalah rasio antara jumlah judul buku dengan jumlah pembaca. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas perpustakaan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya koleksi, tetapi juga keberagaman judul yang tersedia.

“Jumlah judul sangat memengaruhi, bukan sekadar jumlah eksemplar. Semakin banyak jumlah judul, semakin baik. Nah, itu yang akan berpengaruh pada rasio. Pada satu santri mewakili berapa jumlah judul, tinggal dikalikan dengan berapa jumlah santri,” katanya.

Melalui rangkaian upaya ini, Perpustakaan Dza ‘Izza terus bergerak menuju cita-cita besar yang telah dirancang, yakni menjadi pusat rujukan literasi, khususnya dalam ilmu keislaman.

Sebagai pustakawan, Ustaz Akbar menyampaikan harapannya agar langkah-langkah yang telah ditempuh dapat membawa hasil nyata, sekaligus menjadi bagian dari visi besar pesantren.

“Insya Allah, ini adalah langkah awal yang baik, karena ini sudah menjadi atensi pemerintah, bahwa Daar el-Qolam 3 ini layak, sebagaimana disampaikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tangerang. Mereka melihat bahwa Perpustakaan Daar el-Qolam 3 ini potensial. Hanya beberapa hal perlu dirapikan,” ujarnya.

Ia pun menutup dengan optimisme terhadap proses yang sedang berjalan, khususnya dalam upaya meraih akreditasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan ke depan.

“Jadi, untuk terakreditasi itu sudah sangat potensial. Harapannya akreditasi itu bisa cepat terpenuhi dan kita mendapatkan hasil terbaik dalam akreditasi. Setelah itu kita berusaha lebih baik lagi dalam mewujudkan cita-cita bahwa perpustakaan Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza ini bisa menjadi perpustakaan referensi dalam hal islamic studies,” pungkasnya.