
Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza mengadakan Evaluasi Bulanan Santri pada Sabtu, 13 September 2025. Acara yang berlangsung di Aula at-Tasabuq ini dihadiri oleh seluruh guru dan santri serta dipimpin langsung oleh Mudir al-Ma’had, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T. Pertemuan ini menjadi sarana muhasabah dan evaluasi bersama untuk perbaikan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zahid menyampaikan tausiyah dan pesan mendalam tentang hakikat kehidupan dan pendidikan karakter seorang muslim.
“Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Hidup itu hanya satu kali. Maka jangan pernah sia-siakan kesempatan satu kali itu untuk tidak mengembangkan diri sesuai pada umurnya,” ujar Kiai Zahid.
Sebagai pimpinan, guru, dan orangtua bagi para santri, beliau menyatakan keprihatinannya jika melihat perilaku yang tidak mencerminkan seorang santri. “Karena itu pesantren dan santri, mengedepankan ajaran agama Islam,” ungkap beliau.
Beliau lantas menekankan bahwa identitas seorang muslim tidak lepas dari akhlaknya. “Tidak bisa disebut seorang muslim bila dia tidak berakhlak. Ciri seorang muslim adalah berperilaku dengan baik (akhlak al-karimah). Itulah kenapa dinamakan dengan Islam, selamat, keselamatan, dalam kebaikan dan kebermanfaatan,” ucap beliau.
Kiai Zahid menegaskan bahwa nilai tersebut harus tercermin dalam keseharian. Disebut muslim itu dalam aktivitas kehidupan sehari-hari: dalam berbicara, berpakaian, menjaga kebersihan, belajar, dan sebagainya, semuanya tartīb (تَرْتِيْب). Jangan merasa Islam jika perlaku belum Islam.
Islam, lanjut beliau, mengajarkan sikap tanggung jawab, berani mengakui kesalahan dan segera melakukan perbaikan. Nilai ini sangat penting bagi generasi calon pemimpin masa depan. “Islam itu shalih. Semua ajarannya mengarah pada kebaikan. Tidak ada ajarannya yang tidak baik,” ungkap Kiai Zahid.
Beliau juga menekankan pentingnya kedisiplinan. “Tertib, taat aturan, dan disiplin, itu adalah kunci utama kamu ke depan mengarungi masa depan yang begitu complicated.”

Kiai Zahid mengingatkan agar santri membangkitkan semangat dan menjauhi kemalasan. Karena kebiasaan malas itulah yang akan menghancurkan bangsa atau umat Islam. Dunia ini penuh dengan persaingan. Bangsa-bangsa dunia saling bersaing menguasai ekonomi dan sumber daya alam. Generasi muda, khususnya para santri, harus bangkit, penuh semangat dan berprestasi.
“Mengikuti aturan itu Islam, kalian akan selamat, akan mendapatkan kebaikan: nilai yang baik, adab yang baik, kemudian kesuksesan dunia dan akhirat,” ujar Kiai Zahid.
Kiai Zahid menjelaskan bahwa mengikuti aturan adalah bentuk keteraturan yang terstruktur. Sedemikian pentingnya, bahkan kebatilan yang tertata atau terorganisir bisa mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir dan tersturktur. Menguatkan hal ini, beliau mengutip falsafah dari guru utama almarhum K.H. Ahmad Syahiduddin:
اَلْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ الْبَاطِلُ بِنِظَامٍ
Kiai Zahid menjelaskan, “Kebenaran itu bila tanpa didasari dengan disiplin, dengan tata cara yang benar, akan dikalahkan oleh kebatilan, kerusakan, kemunafikan yang disiplin dan struktur yang baik. Kebaikan atau kebenaran akan kalah oleh keburukan apabila tidak dilalui prosesnya dengan baik. Itu falsafahnya.”
Dalam kesempatan itu, Kiai Zahid juga mengingatkan kembali prinsip kebersihan, النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ dan tag line kampus Dza ‘Izza, clean as you go and clean as you see. “Ini tag line Dza ‘Izza dari semenjak dulu, jangan hilang,” tegas beliau.
Di akhir tausiyah, Kiai Zahid berharap seluruh ikhtiar beliau dan para asatidz di-ijabah Allah Swt untuk mendidik santri menjadi pribadi yang saleh dan pandai bersyukur di tengah segala kemudahan yang tersedia, tetap istikamah dengan Panca Jiwa dan Moto Pondok.
“Semangat terus, semangat berjuang. Saya titip yang paling utama, kepada kelas akhir, Mumtaza, dan seluruh para santri, jaga adab, jaga kebersihan, اَلْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ الْبَاطِلُ بِنِظَامٍ,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang khusyuk untuk kebaikan dan keberkahan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza.