Silaturahmi Wali Santri, Bersama-sama Mendidik Santri Ahlul ‘Izzah

Pada Sabtu (4/10/2025), Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menyelenggarakan acara Silaturahmi Wali Santri di Aula Tasabuq. Acara ini dihadiri oleh Mudir al-Ma’had K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., Majelis Khidmah, guru, serta para alumni. Dalam kegiatan tersebut dilangsungkan seminar parenting, dilanjutkan dengan talkshow bersama alumni, dan tausiyah dari Mudir al-Ma’had.

“Menjadi santri adalah pilihan, yang bukan tanpa alasan,” kata Mudir al-Ma’had membuka tausiyahnya.

Beliau pun menjelaskan bagaimana pendidikan di pesantren berlangsung selama 24 jam tersistem. “Kegiatan dari pagi sampai tidur kembali itu adalah kurikulum pesantren. Ada kurikulum sekolah di dalam kurikulum tersebut, yang dimulai dari pukul 07.00 WIB, masuk ke jam formal. Itu kurikulum sekolah, yang merupakan bagian kecil daripada kurikulum pesantren. Kehidupan keseharian termasuk ke dalam kurikulum,” terang beliau.

Kiai Zahid mencontohkan bahwa hasil dari hidden curriculum ini adalah anak-anak santri yang berani tampil menjadi MC, menjadi Qari, paduan suara, penerima tamu, hingga para alumni yang tampil berbagi pengalaman mereka. Bukan semata-mata hasil dari pendidikan formalnya, tapi dari hidden curriculum.

“Karena itu pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang berusaha mengembangkan sumber daya masyarakat muslim secara keseluruhan dan maksimal, baik akalnya, jiwanya, maupun badannya, dalam kehidupan totalitas di asrama selama 24 jam tersistem,” lanjut beliau.

Kiai Zahid juga mengutip ungkapan al-muhafazhah ‘ala al-qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحِ وَالأَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الأَصْلَحِ) — merawat tradisi, merespons modernisasi. Sekaligus melihat dan mengontrol kembali program yang telah dijalankan berhasil atau tidak. “Kalau belum maksimal, maka apa yang kita perbaiki? Ini yang terus kita lakukan. Maka Daar el-Qolam 3 tidak pernah statis, selalu dinamis,” ujar Kiai Zahid.

Beliau kemudian menjelaskan landasan filosofi Dza ‘Izza, (مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ), bahwa di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Implementasinya adalah melakukan segala sesuatu sesuai pada waktunya dan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Filosofi ini penting ditekankan pada anak-anak agar melakukan sesuatu sesuai pada waktunya. Tidak boleh ada waktu berleha-leha, hal-hal yang tidak berguna, karena mereka punya tujuan,” kata Kiai Zahid.

Beliau juga mengajak para wali santri untuk bersama-sama membimbing anak-anak agar menjadi pribadi yang bermanfaat. “Kalau kita mau anak kita bermanfaat bagi dirinya, kedua orang tuanya, dan orang banyak, maka mari kita bersama-sama menjadikan mereka orang yang berguna,” ucap beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zahid menjelaskan bahwa filosofi Dza ‘Izza bermakna kemuliaan yang harus dicari melalui ilmu. “Karena kemuliaan itu tidak didapat begitu saja, tapi harus dicari dengan cara menuntut ilmu. Di mana? Di kampung pengetahuan, yaitu Daar el-Qolam Kampus Dza ‘Izza,” tutur beliau.

Beliau juga menguraikan makna semboyan nahnu min ahlil ‘izzah. Ahlul ‘Izzah memiliki tiga karakteristik. Yang pertama, Ahlul Ziyadah memiliki jiwa keistimewaan. Cirinya Mutakhalliq (berakhlak), Muta’allim (berilmu), dan Mutamaddin (berperadaban).

“Bayangkan kalau negara kita Indonesia dengan dipimpin oleh anak-anak kita ke depan, para Ahlul ‘Izzah yang berilmu, berakhlak, berperadaban, mudah-mudahan negara kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ),” harap Kiai Zahid.

Kedua, Ahlul Qiyadah yang memiliki jiwa kepemimpinan dan menjadi mundzir wa qaidil qaum. Ketiga, Ahlul Riyadah yang memiliki jiwa kepeloporan dan keberanian untuk memulai kebaikan.

Menutup tausiyahnya, Kiai Zahid menyampaikan perkembangan santri dalam berbagai bidang, mulai dari bacaan dan hafalan Al-Qur’an, kemampuan bahasa, kegiatan ekstrakurikuler, program LOTEA (Language Other Than English and Arabic), hingga sebaran alumni di dalam dan luar negeri.

Acara Silaturahmi Wali Santri berlangsung dengan lancar dan khidmat, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Mudir al-Ma’had dengan penuh kekhusyukan.