
Pada Kamis, 18 September 2025, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza Izza mencatatkan prestasi membanggakan di ajang Lingua Fest 2025 yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah melalui perjuangan panjang mulai dari babak penyisihan hingga persiapan fase final, santri Dza ‘Izza akhirnya menunjukkan kualitasnya di kompetisi bergengsi ini.
Hari itu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para santri dan seluruh pembimbing. Ustaz Alif Hendrawan, Lc. pembimbing santri Dza ‘Izza, mengungkapkan antusiasme dan harapannya. “Hari Kamis, 18 September 2025 adalah hari yang kami nantikan. Setelah berjuang di babak penyisihan dan dengan gigih mempersiapkan fase final, tentu hari Kamis adalah hari yang sangat penting bagi kami. Untuk itu kami pergi ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk bertanding,” ujarnya penuh semangat saat diwawancara pada Sabtu (20/9/2025).
Fase final berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, dengan setiap lomba ditempatkan di ruangan berbeda. Suasana di lokasi kompetisi terasa penuh energi, dengan para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Bagi Ustaz Alif, ajang ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan memperluas wawasan.
“Melihat wajah baru dan kemampuan peserta yang tak kalah hebatnya, ini menjadi angin segar bagi kami untuk mengambil banyak pelajaran dan pengalaman. Harapan kami adalah kemenangan tentunya, meskipun kami sadar itu tak mudah, namun setidaknya kami bisa unjuk kemampuan bahwa santri Dza ‘Izza perlu diperhitungkan kemampuannya,” tambah beliau.
Namun, perjuangan tidak selalu berakhir dengan kemenangan. Pada cabang Khitabah (Pidato Arab) dan Storytelling, santri Dza ‘Izza harus mengakui keunggulan peserta lain. Meski demikian, semangat mereka tidak surut. Puncak kebahagiaan terjadi ketika Mahfud Bashir Yusuf, santri kelas 4 SMAWI B, berhasil meraih Juara 1 pada lomba English Speech. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa santri Dza ‘Izza memiliki kemampuan yang pantas dibanggakan.
Mahfud bahkan mendapatkan apresiasi khusus dari panitia kompetisi. Dalam sesi nasihat dan arahan setelah lomba, pidatonya dijadikan contoh bagi peserta lain tentang bagaimana menyampaikan pidato bahasa Inggris yang baik dan benar. Panitia memuji struktur, penyampaian, dan kepercayaan diri Mahfud yang luar biasa. “Alhamdulillah tsumma alhamdulillah, rasa lelah dan penantian panjang kami terbayarkan dengan manis, ketika mengetahui bahwa kami mampu meraih Juara 1 English Speech pada kesempatan ini,” kata Ustaz Alif penuh rasa syukur.
Kemenangan ini menjadi kebanggaan bersama, sekaligus motivasi bagi santri lain untuk terus berprestasi. Meski tidak semua cabang lomba berhasil dimenangkan, pengalaman berharga dari kompetisi ini menjadi pelajaran yang tak ternilai. Kemenangan itu tidak mudah, ini adalah bukti bahwa santri Dza ‘Izza bisa bersaing di tingkat nasional. Semoga ke depannya semakin banyak santri yang berprestasi dan mengharumkan nama pesantren.