
Ajang bergengsi International Moslem Pencak Silat Championship 2025 sukses digelar di Stadion Indomilk, Kabupaten Tangerang, pada 16-19 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Milad ke-100 Pondok Modern Darussalam Gontor, sekaligus menegaskan pencak silat sebagai seni bela diri yang mendunia. Dengan peserta dari 31 negara, kejuaraan ini menjadi panggung persaudaraan umat Islam melalui olahraga.
Kompetisi berlangsung selama empat hari, dari pukul 07.30 hingga 22.00 WIB, dengan atmosfer yang penuh semangat dan sportivitas. Tidak hanya diikuti oleh peserta dari negara-negara mayoritas Muslim, ajang ini juga terbuka bagi para atlet Muslim dari negara-negara minoritas Islam, memperlihatkan inklusivitas dan nilai persaudaraan sejati.
Tim Daar el-Qolam 3 turut ambil bagian dalam ajang ini dengan mengirimkan 17 atlet, terdiri dari enam siswa SMP dan sebelas siswa SMA. Hasilnya pun membanggakan. “Alhamdulillah, anak-anak kita meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu,” ujar Ustaz Heriansyah, S.Pd.I., selaku pembimbing tim. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa santri Daar el-Qolam mampu bersaing di level internasional.
Nilai Pendidikan dalam Pencak Silat
Ustaz Heriansyah juga menekankan pentingnya pencak silat sebagai bagian dari pendidikan di pesantren. “Mengikuti kegiatan pencak silat itu bisa dikatakan fardhu kifayah, karena dengan pencak silat, seseorang dapat menjaga dirinya, martabat dirinya, keluarga, dan bahkan agama dan bangsa,” ungkapnya. Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang menanamkan nilai keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Ustaz Heri juga berharap bahwa ajang ini bisa menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi mereka. “Harapan kami dengan adanya kegiatan International Moslem Pencak Silat Championship 2025 ini bisa memacu semangat anak-anak kita untuk lebih giat lagi dalam berlatih,” tambahnya.

Panggung Silat Dunia
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan, tetapi juga sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan peserta dari berbagai negara, International Moslem Pencak Silat Championship 2025 memperlihatkan bahwa pencak silat bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga bagian dari identitas budaya. Ajang ini juga menjadi wadah untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus sarana dakwah dan pembentukan karakter.
Kemenangan tim Daar el-Qolam 3 menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesantren. Dengan keberhasilan meraih dua medali emas, perak, dan perunggu, para santri membuktikan bahwa pencak silat tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang mental dan spiritual yang tangguh. Semoga prestasi ini menjadi tangga menuju pencapaian-pencapaian besar lainnya. Semoga para santri Daar el-Qolam 3 terus berkembang dan menjadi generasi yang kuat, baik secara fisik maupun akhlak, sebegai generasi Ahl al-‘Izzah yang kaffah.