Perbarui Niat, Karena Hidup Adalah Gerak dan Perjuangan
Students in purple blazers and headscarves hold certificates on stage with a suited man, while a speaker in a hat addresses the audience and officials sit at a front table.


Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza kembali menyambut kedatangan para santri usai masa liburan melalui kegiatan pengarahan yang berlangsung di Gedung Aula Tasabuq pada Ahad (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan awal untuk mengarahkan kembali semangat belajar dan kedisiplinan santri dalam memasuki periode pendidikan berikutnya.

Dalam tausiyahnya, Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T. membuka dengan ungkapan syukur atas kesempatan untuk kembali berkumpul di lingkungan pesantren yang sarat dengan nilai pendidikan dan akhlak. Beliau juga menekankan pentingnya mensyukuri nikmat sehat dan panjang umur sebagai anugerah besar yang kerap dianggap biasa oleh banyak orang, sehingga sering luput dari rasa syukur.

Lebih jauh, Kiai Zahid mengingatkan pentingnya mempersiapkan amal yang terus mengalir meskipun seseorang telah wafat. Hal tersebut disampaikan melalui hadis Rasulullah saw.:


إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (H.R. Muslim).

Setelah itu, Kiai Zahid mendorong mereka untuk kembali menumbuhkan semangat belajar setelah masa liburan. “Belajarlah lebih giat lagi, semoga nilai kalian baik semua,” ujar beliau.

Dalam arahannya, beliau juga menyinggung kondisi zaman yang penuh tantangan, seraya berharap para santri mampu mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan.

“Kami, guru-guru kalian, orangtua kalian berharap, kalian menjadi pemimpin bangsa Indonesia masa depan yang sukses dan berhasil. Itu semua bisa terjadi kalau kalian dari sejak sekarang bersungguh-sungguh untuk belajar, siap menghadapi tantangan ke depan,” ucap beliau.

Memasuki inti pesan, Kiai Zahid menegaskan bahwa meluruskan niat merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan di pesantren sekaligus bekal menuju masa depan yang lebih baik. Hal tersebut diperkuat dengan sabda Rasulullah saw.:


“إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى”
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari & Muslim).

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa kehidupan tidak dapat dilepaskan dari proses dan perjuangan, seperti ungkapan yang masyhur “Hidup adalah gerak dan perjuangan”.

“Tidak ada sesuatu yang baik didapatkan tanpa pergerakan dan perjuangan. Tidak ada kenikmatan tanpa ada proses kerja keras. Ketika tidak ada proses kerja keras, terkadang kita lalai di dalamnya,” ungkap belia.

Sebagai penegasan, beliau mengingatkan pentingnya sikap aktif dan dinamis dalam menjalani kehidupan di pesantren.

“Jangan jadi santri yang diam, jangan jadi santri yang pasif. Jadilah santri yang dinamis, jadilah santri yang aktif,” ujar Kiai Zahid.

Di bagian akhir, Kiai Zahid menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di pesantren adalah pembentukan akhlak mulia, sebagaimana misi diutusnya Rasulullah saw.:


إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Al-Baihaqi).

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kebaikan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, sekaligus menjadi penanda dimulainya kembali perjalanan pendidikan dengan semangat dan niat yang diperbarui.