
Kesehatan merupakan fondasi utama bagi para santri agar dapat menjalani seluruh aktivitas di pesantren secara optimal. Karena itu, pondok pesantren kembali menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan Puskesmas Jayanti. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026 ini menjadi wujud kepedulian pesantren terhadap kondisi kesehatan para santrinya.
Pemeriksaan kesehatan ini ditujukan bagi seluruh santri, namun untuk pelaksanaan hari itu, kegiatan dilanjutkan bagi santri tingkat SMA dan kelas 2 SMP. Pemeriksaan terpusat di Ballroom dengan pembagian waktu: pukul 08.00–10.00 WIB untuk santri putra, dan pukul 10.00 WIB hingga selesai untuk santri putri.
Deteksi Dini, Langkah Awal Pencegahan
Ustazah Novi Normayanti, A.Md.Keb., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari CKG adalah deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan anemia pada wanita.
“Manfaatnya agar masyarakat atau siswa bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh mereka secara berkala, sehingga penanganan atau pencegahannya bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya saat diwawancarai pada Jum’at (2/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan Puskesmas Jayanti dengan total 10 tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, apoteker, bidan, nutrisionis, dan petugas promosi kesehatan (promkes). Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dimonitor langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas.

Pemeriksaan Lengkap
Menurut Ustazah Novi, kegiatan CKG ini bukanlah agenda insidental. “Kegiatan CKG bersifat rutin, yaitu dilakukan pada masyarakat atau pelajar minimal satu tahun satu kali,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan perhatian pesantren dan Puskesmas Jayanti dalam menjaga kesehatan para santri secara berkelanjutan, bukan hanya pada momen-momen tertentu saja.
Dalam pelaksanaannya, berbagai jenis pemeriksaan disediakan untuk skrining awal kesehatan. Ustazah Novi merincikan beberapa di antaranya: pengukuran tekanan darah (tensi), pengecekan kadar gula darah, hemoglobin (HB), pengukuran berat dan tinggi badan untuk mengetahui indeks massa tubuh, serta konsultasi langsung dengan dokter umum terkait keluhan kesehatan yang dirasakan.
“Pemeriksaan ini cukup lengkap untuk skrining awal kesehatan masyarakat atau siswa, khususnya terkait gejala Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular,” tambahnya.

Harapan ke Depan
Lebih dari sekadar pemeriksaan fisik, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan pencegahan sejak dini. Ustazah Novi berharap para santri dapat terbiasa peduli terhadap kesehatan tubuh mereka sendiri.
“Kami ingin para siswa paham bahwa tubuh yang sehat dan gizi yang seimbang adalah kunci utama agar mereka bisa fokus belajar, aktif mengikuti kegiatan sekolah, dan berprestasi dengan optimal,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi awal terhadap potensi masalah kesehatan. “Kita juga bisa mendeteksi lebih awal jika ada masalah kesehatan seperti anemia, gangguan penglihatan, atau berat badan tidak ideal, sehingga bisa langsung ditangani bersama orang tua dan pihak sekolah,” pungkasnya.