
Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza kembali menyelenggarakan program penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi seluruh santri jenjang kelas 2 SMA pada Tahun Ajaran 2025–2026. Program ini menjadi salah satu wahana pembentukan karakter ilmiah dan kemampuan riset bagi peserta didik agar mampu berpikir kritis, sistematis, dan analitis.
Kepala SMAS 2 Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, Ustaz Eka Sugandi, S.Pd., menjelaskan bahwa total peserta yang mengikuti kegiatan KTI tahun ini berjumlah 130 santri, yaitu santri kelas 2 SMA (XI/5 SMAWI/2 SMAWI) sebanyak 130 santri, terdiri dari 83 santri kelas 5; dan 47 santri kelas 2 Ext. Jumlah ini menyesuaikan dengan santri di angkatan yang memang mengikuti program KTI pada tahun ajaran berjalan.
“Pelaksanaan KTI dimulai hari ini, Senin (17/11/2025), diawali dengan kegiatan Stadium General sebagai pembukaan dan pengenalan awal. Proses penyusunan KTI akan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan hingga menjelang berakhirnya Semester 2 Tahun Ajaran 2025–2026, yang menjadi batas akhir penyelesaian seluruh rangkaian kegiatan,” jelas Ustaz Eka saat diwawancara pada Senin (17/11/2025).
Santri diberikan keleluasaan dalam menentukan topik penelitian mereka. Tidak ada batasan ketat tema tertentu, selama sesuai kaidah akademik dan bisa diuji secara ilmiah. Ruang lingkup kajian juga terbuka bagi ragam disiplin ilmu mulai dari sains dan teknologi, sosial-humaniora, hingga kajian keagamaan.
“Untuk tema, santri diberi kebebasan mengajukan sesuai minatnya, dengan tiga pilihan bahasa penulisan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau Bahasa Arab. Ruang lingkup kajian juga tetap luas, mencakup sains dan teknologi, sosial-humaniora, maupun kajian keagamaan, asalkan sesuai kaidah ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan,” terang Ustaz Eka.
Untuk menguatkan kesiapan, pihak sekolah menerapkan sistem pembinaan bertahap yang mencakup pengenalan KTI, penyusunan judul, pendampingan oleh guru pembimbing, serta penulisan akhir. Alur ini dirancang agar santri berkembang secara kontinyu.
“Kesiapan santri disesuaikan dengan program dan proses pembinaan yang sedang berjalan. Setiap tahap mulai dari pengenalan, penyusunan judul, bimbingan, hingga penulisan akan diarahkan melalui kegiatan pembekalan dan pendampingan rutin. Dengan pola ini, pemahaman santri terhadap KTI diharapkan berkembang secara bertahap dan sistematis sesuai perkembangan program,” ujarnya menegaskan.
Lebih jauh, Ustaz Eka mengharapkan adanya peningkatan kualitas dibanding penyelenggaraan sebelumnya, baik dari struktur tulisan, ketajaman analisis, maupun manfaat bagi pengembangan wawasan keilmuan santri. Ia juga menargetkan karya-karya unggulan bisa melangkah lebih jauh hingga kompetisi akademik di luar pesantren.
“Harapan saya, pelaksanaan KTI tahun ini dapat menghasilkan output yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya—baik dari sisi kualitas penulisan maupun kedalaman analisis. Selain itu, saya berharap karya-karya terbaik dari para santri dapat berpartisipasi dalam berbagai lomba Karya Tulis Ilmiah, sehingga mereka mendapatkan pengalaman akademik yang lebih luas dan membanggakan,” pungkasnya.