
Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menghadirkan Diskusi Panel Reading Passport Terbaik yang dirangkaikan dengan Bedah Buku Menjaga Amanah Menata Langkah (Kumpulan Ceramah Drs. K.H. Ahmad Syahiduddin). Agenda tersebut diikuti santri Kelas 3 SMP serta kelas 1/4 SMAWI dan 4 MADRIS, dan dilaksanakan di Ballroom Asy-Syahid pada Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penghargaan bagi penulis resensi terbaik atas buku Menjaga Amanah, Menata Langkah, sekaligus sarana penguatan budaya literasi di lingkungan pesantren. Dari proses seleksi yang berlangsung, Amirah Zaina Areeba (4 MADRIS) dan Mahfud Bashir Yusuf (4 SMAWI B) terpilih sebagai peraih karya resensi terbaik.
Kegiatan dibuka melalui sambutan Wakil Mudir Bidang Pengajaran, Ustaz H. Indra Jaya, M.A., yang menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya agenda tersebut sekaligus mendorong para santri agar terus menumbuhkan semangat literasi.
Setelah sambutan, acara berlanjut pada pemaparan dua santri yang mempresentasikan hasil resensi terbaik mereka. Penyampaian materi berlangsung komunikatif, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berjalan dinamis. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terhadap isi buku yang dibahas.
Agenda selanjutnya menghadirkan sesi materi yang disampaikan oleh Ustaz Sahrul Mauludi, S.Sos.I. bersama Ustaz Ahmad Muchdor, S.Pd., M.A. Dalam paparannya, Ustaz Sahrul mengulas kandungan buku Menjaga Amanah Menata Langkah sekaligus menyoroti pesan-pesan pokok di dalamnya. Adapun Ustaz Muchdor membahas penguatan literasi membaca, pengembangan daya pikir kritis, serta keterampilan berkarya.

Manumbuhkan Budaya Literasi
Kegiatan reading passport dalam bentuk penulisan resensi buku dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan budaya literasi santri. Kegiatan tersebut tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga melatih kemampuan analisis serta penyusunan argumen secara tertulis.
“Ini untuk menumbuhkan budaya literasi santri, dengan cara meresensi buku. Buku yang saat ini diresensi yaitu buku Menjaga Amanah Menata Langkah,” ujar Ustaz Ahdar Suhendar, M.Pd., Kepala Perpustakaan Dza ‘Izza yang menjadi penanggung jawab kegiatan.
Ia menjelaskan alasan pemilihan buku tersebut sebagai bahan kajian bersama. “Buku ini dipilih karena sangat relevan untuk santri, banyak diperkuat oleh al-Quran dan hadits. Anak-anak pun mempunyai buku tersebut, sehingga tidak kesulitan untuk hal ini,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ustaz Ahdar menekankan pentingnya pengenalan figur kiai kepada para santri melalui karya tulis yang autentik. “Selain itu, anak-anak memang harus mengetahui kiainya, mengenal kiainya. Dengan buku ini sangat relevan sekali. Selain mereka mengenal nilai-nilai yang ada di dalam buku ini, mereka juga secara tidak langsung mengenal kiainya,” jelas Ustaz Ahdar.
Menurutnya, diskusi panel menjadi bentuk penghargaan sekaligus dorongan bagi peserta didik. “Dengan kegiatan diskusi panel merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada anak-anak yang terbaik ditampilkan, dan itu bisa menjadi motivasi untuk yang lainnya,” kata Ustaz Ahdar.
Ia juga menerangkan bahwa lima belas karya resensi terbaik selanjutnya akan dikliping dan dijadikan arsip Perpustakaan Dza ‘Izza. Arsip ini akan menjadi acuan sekaligus contoh bagi santri yang menyusun resensi pada periode berikutnya, sehingga terbentuk standar mutu yang dapat terus meningkat.

Proses Panjang dan Ketat
Proses pemilihan karya terbaik tersebut melalui tahapan yang cukup panjang. Ustaz Ahdar menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada para santri untuk menyusun tugas reading passport berupa resensi buku Menjaga Amanah Menata Langkah, yang dikumpulkan pada awal Januari 2026. Sosialisasi juga diberikan kepada wali kelas karena pengumpulannya dilakukan melalui masing-masing wali kelas. Setiap wali kelas kemudian memilih sepuluh karya terbaik, lima putra dan lima putri. Dari tujuh kelas, terkumpul 70 karya terpilih. Selanjutnya, tim penyeleksi menentukan sepuluh besar terbaik. Sepuluh santri yang karyanya terpilih itu ditugaskan mempresentasikan hasil resensi di hadapan tim juri yang kemudian menentukan dua karya terbaik untuk ditampilkan dalam diskusi panel. Terpilih Amirah Zaina Areeba (4 MADRIS) dan Mahfud Bashir Yusuf (4 SMAWI B). Adapun lima belas karya terbaik akan dihimpun dalam bentuk buku kliping dan menjadi arsip perpustakaan.
Ke depan, program ini direncanakan berkembang lebih luas. Ustaz Ahdar menyampaikan bahwa pola kegiatan literasi sudah mulai terbentuk dan berpotensi diperluas melalui writing camp berupa pelatihan menulis. Dengan demikian, selain membangun kebiasaan membaca, santri juga diasah keterampilan menulisnya secara lebih terstruktur. Ia menegaskan bahwa pengembangan tersebut perlu dirancang secara matang agar pelaksanaannya efektif.
“Semua kegiatan ini merupakan wadah bagi santri dan juga menjadi syiar pondok,” pungkasnya.
———————–
Mari bergabung di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza.
Berikut link pendaftarannya: