
Keberadaan syariat puasa wajib di dalamnya padahal sudah cukup menjadikannya bulan yang mulia. Namun, ternyata ada banyak lagi keistimewaan yang Allah khususkan padanya hingga menjadi bulan yang dirindukan kedatangannya karena keberkahan yang melimpah di dalamnya, zahir dan batin. Berikut keistimewaan Ramadan yang dirangkum oleh Syekh Abdullah Sirajuddin al-Halabi dalam risalah puasanya.
Pertama, Ramadan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an. Kitab suci pedoman hidup, juru selamat dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
Kedua, pada bulan Ramadan, pintu-pintu surga terbuka, dan pintu-pintu neraka tertutup. Rasulullah ﷺ bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:
إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلّقت أبواب النار وصفّدت الشياطين وفي الرواية سلسلت الشياطين
Apabila Ramadan tiba, niscaya pintu-pintu surga terbuka dan terkunci pintu-pintu neraka. Sedangkan setan-setan dipenjara. Dalam riwayat lain, setan-setan dirantai.
Imam al-Baihaqi juga meriwayatkan hadits dari sahabat Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إذا كان أول ليلة من شهر رمضان فتّحت أبواب الجنة، فلم يغلق منها باب واحد الشهر كله، وغلّقت أبواب النار فلم يفتح منها باب الشهر كله، وغلقت عتاة الجن، ونادى مناد من السماء كل ليلة إلى انفجار الصبح: يا باغي الخير يمّم وأبشر، ويا باغي الشر اقصر وأبصر، هل من مستغفر نغفر له، هل من تائب نتوب عليه، هل من داع نستجيب له، هل من سائل يعطى سؤله. و لله عز وجل عند كل فطر من شهر رمضان كل ليلة عتقاء من النار ستون ألفا، فإذا كان يوم الفطر أعتق الله مثل ما أعتق في جميع الشهر ثلاثين مرة: ستين ألفا، ستين ألفا
Apabila tiba malam pertama di bulan Ramadan, dibukalah pintu-pintu surga dan tidak ada satu pun pintunya yang tertutup selama sebulan penuh. Pintu-pintu neraka tertutup dan tiada satu pun yang terbuka selama sebulan penuh. Bala tentara jin dikekang. Terdengar suara seruan dari langit setiap malam hingga terbit fajar fi ufuk Timur: ‘Wahai yang menghendaki kebaikan, datang dan bergembiralah! Wahai yang menghendaki keburukan, cukup dan lihatlah! Adakah di antara kalian yang memohon ampun sehingga Kami mengampuninya? Adakah di antara kalian yang bertaubat sehingga Kami memberinya taubat? Adakah di antara kalian yang berdoa sehingga Kami mengijabah doanya? Adakah di antara kalian yang meminta sehingga Kami berikan?. Sesungguhnya setiap malam ketika berbuka puasa, Allah swt membebaskan enam puluh orang dari neraka. Apabila tiba hari raya Idul Fitri, niscaya Allah swt membebaskan penghuni neraka setiap bulan tiga puluh kali sebanyak enam puluh ribu, sebanyak enam puluh ribu.
Status hadits ini dikomentari oleh al-Hafiz al-Mundziri. Beliau mengatakan status haditsnya hasan.
Ketiga, pada bulan Ramadan, Allah swt memberikan lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat lainnya selain kepada umat Rasulullah ﷺ. Lima hal itu terangkum dalam hadits riwayat Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi dari Abu Hurairah ra. Rasulullah ﷺ bersabda:
أُعطيت أمتي خمس خصال في رمضان لم تعطهنّ أمة قبلهم: خلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك، وتستغفر لهم الحيتان حتى يفطروا، وفي الرواية (تستغفر لهم الملائكة) ويزين الله عز وجل كل يوم جنته ثم يقول: يوشك عبادي الصالحون أن يلقوا عنهم المؤونة ويصيروا إليك، وتصفد فيه مردة الشياطين فلا يخلصون إليه في غيره، ويغفر لهم في آخر ليلة. قيل: يا رسول الله أهي ليلة القدر؟ قال: لا، ولكن العامل يوفى أجره إذا قضى عمله.
Umatku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya: aroma mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah lebih wangi dari misik, ikan di lautan memohonkan ampun bagi mereka hingga mereka berbuka puasa, dalam riwayat lain (malaikat memohonkan ampun bagi mereka), setiap hari Allah swt menghiasi surga-Nya. Kemudian Dia berfirman: ‘Hampir saja hamba-hamba-Ku yang saleh harus menghadapi kegetiran (dalam puasa) untuk berusaha menuju surga’, setan-setan di penjara sehingga gangguan mereka pada bulan Ramadan tidak sedahsyat gangguan pada bulan-bulan lainnya, dan Allah swt akan mengampuni mereka pada akhir malam. Para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah ﷺ. Apakah malam itu, malam Lailatul Qadar? Rasulullah ﷺ menjawab: ‘Tidak. Akan tetapi seorang pekerja akan diberikan upahnya apabila ia telah menunaikan pekerjaanya.’
Syekh al-Halabi menjelaskan bahwa maksudnya, pengampunan Allah swt akan diberikan pada malam terakhir bulan Ramadhan.
Keempat, bulan Ramadan adalah bulan ampunan. Pada bulan itu, Allah swt menghujankan hamba-Nya dengan ampunan selebat-lebatnya. Namun, ada beberapa di antara mereka yang malah berteduh dan menghalangi dirinya dari basah ampunan dengan payung kemaksiatan. Dalam hadits riwayat al-Hakim dari Ka’ab bin ‘Ujrah ra. bercerita, suatu hari Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya:
‘Hadirlah dan mendekat kepada mimbar!’ Maka kami pun menghampirinya. Ketika beliau hendak menaiki mimbar dan menginjak anak tangga pertama, beliau mengatakan: ‘Amin.’ Ketika menginjak anak tangga yang kedua, beliau mengatakan: ‘Amin.’ Hingga ketika beliau menginjakkan anak tangga ketiga, beliau berkata lagi: ‘Amin.’ Ketika beliau menyelesaikan khutbah dan turun dari mimbar, kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah ﷺ, hari ini kami mendengar sesuatu dari dirimu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.’ Rasulullah ﷺ menjawab bersabda: ‘Sesungguhnya, barusan Jibril mendatangiku lalu berkata: ‘Celakalah ia yang mendapati bulan Ramadan, namun ia belum diampuni.’ Maka aku berkata amin. Rasulullah ﷺ melanjutkan ceritanya, ‘Ketika aku berada di anak tangga yang kedua, Jibril berkata lagi: ‘Celakalah ia yang ketika namamu disebutkan di hadapannya lalu ia tidak berselawat kepadamu.’ Aku berkata amin. Lalu ketika menginjakkan anak tangga ketiga, Jibril berkata: ‘Celakalah ia yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya hingga mereka berumur tua renta, namun keduanya tidak menjadi sebab baginya masuk ke dalam surga.’ Maka aku berkata amin.
Hadits ini, selain menerangkan tentang keutamaan bulan Ramadan, juga menyertakan dua hal penting lainnya: berselawat kepada Rasulullah ﷺ dan berbakti kepada kedua orang tua. Keberadaan keduanya yang bersanding dengan penyebutan keutamaan bulan Ramadan seakan mengisyaratkan bahwa bulan Ramadan jangan sampai luput dari kedua amalan mulia tersebut. Hadits ini sekaligus mengingatkan kita agar tidak menyia-nyiakan peluang yang ada untuk meraih ampunan dan kemuliaan di sisi Tuhan. Syekh al-Halabi menyebutkan bahwa ampunan Ramadan bisa tidak didapatkan lantaran kelalaian seorang hamba dalam beribadah dan bertaubat serta kelanggengan maksiat yang tidak dihentikan.
Kelima, di dalam bulan Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari pada seribu bulan. Allah swt sampaikan menurunkan satu surat penuh untuk menggambarkan kemuliaannya. Dalam surat al-Qadar, Allah swt berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.
Syekh Abdullah Sirajuddin menjelaskan beberapa sudut pandang yang menjadi alasan penamaannya sebagai Lailatul Qadar. Dikatakan bahwa makna al-Qadar di sini artinya martabat, keutamaan dan kemuliaan. Dinamakan demikian karena kedudukannya yang agung. Dalam Bahasa Arab, ungkapan فلان قدر artinya orang itu memiliki kemuliaan dan keutamaan. Atau karena Lailatul Qadar menyebabkan orang yang menghidupkannya memiliki kedudukan yang mulia. Atau karena amal saleh yang dikerjakan pada malam itu memiliki derajar yang luhur dan pahala yang besar di sisi Allah swt. Oleh karena itu, amal saleh yang dikerjakan pada saat itu bernilai lebih baik dari pada seribu bulan.
Ada yang berpendapat bahwa makna al-Qadar di sini adalah takdir. Karena ia merupakan malam dibagikannya takdir-takdir yang berlaku dan mencangkup segala hal tentang ajal, rezeki dan segala peristiwa di alam semesta. Takdir-takdir itu ditunjukkan kepada para Malaikat agar terlaksana. Allah swt berfirman dalam surat ad-Dukhan ayat 1-4:
حم (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)
Ḥā Mīm. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas. Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.
Pada malam itu, dinampakkan dan dibagikan takdir-takdir dari sumber asalnya yaitu Ummul Kitab. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ra.
يكتب من أم الكتاب في ليلة القدر ما يكون في السنة من رزق، أو موت و حياة، أو مطر حتى يكتب الحاج: يحج فلان، ويحج فلان
Pada malam Lailatul Qadar dituliskan dari Ummul Kitab apa yang akan terjadi selama setahun penuh. Dari rezeki, kematian dan kehidupan, atau hujan hingga ditetapkan pula siapa yang akan pergi melaksanakan ibadah haji: fulan berhaji dan fulan berhaji.
Semoga Allah swt mudahkan langkah kita menjemput jamuan-Nya yang melimpah pada bulan Ramadan tahun ini yang belum tentu kita jumpai lagi pada tahun yang akan datang. Saat ini, setiap guliran detik seolah lebih berharga bahkan dari dunia dan seisinya. Bagaimana tidak? Pada bulan ini, Allah swt menghembuskan ampunan lebih kencang dari pada di waktu-waktu lainnya, pahala dilipatgandakan dan takdir baik ditentukan. Semoga setiap bentuk kebaikan yang dilakukan pada bulan ini menuntun kita kepada takdir terbaik yang sedang menunggu di persimpangan sana. Tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya kita dipilih di antara hamba-hamba-Nya untuk memenuhi undangan, menjadi tamu-Nya pada rangkaian ibadah haji. Amin.