Penobatan Bintang Santri Tahun Ajaran 2024-2025: Apresiasi Prestasi dan Penanaman Nilai Pendidikan

Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza menggelar Penobatan Bintang Santri Tahun Ajaran 2024-2025 pada Rabu (16/7/2025) di Aula Tasabuq. Acara ini menjadi momen istimewa bagi santri demi menumbuhkan semangat berprestasi untuk meraih penghargaan tertinggi di semester dua dan tahun ajaran ini.

Peraih Bintang Santri

Untuk Bintang Santri semester dua Tahun Ajaran 2024-2025 penghargaan diraih oleh:

  1. Muhammad Yusuf Afandi (Kelas 1C)
  2. Barkan Akmal Muhammad Gunawan (Kelas 5 MADRIS)
  3. Khansya Hafsary Sofyan (Kelas 2 SMAWI A)

Sementara itu, Bintang Santri Tahun Ajaran 2024-2025 berhasil diraih oleh:

  1. Muhammad Yusuf Afandi (Kelas 1C)
  2. Ratna Paramitha Widharry (Kelas 4 SMAWI A)
  3. Khansya Hafsary Sofyan (Kelas 2 SMAWI A)

Tausiyah Mudir al-Ma’had

Usai penyerahan penghargaan, Mudir al-Ma’had Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, K.H. Zahid Purna Wibawa, S.T., menyampaikan tausiyah yang mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah Swt.

“Nikmat sehat merupakan nikmat yang paling banyak orang lupakan, bahkan orang ingkari dan khianati, sehingga lupa untuk bisa bersyukur kepada Allah Swt. Karena ia tidak terlihat. Nikmat sehat lupa disyukuri sehingga banyak orang yang menyia-nyiakan keadaan sehatnya,” ujar Kiai Zahid.

Beliau juga menekankan bahwa setiap kegiatan di pesantren mengandung nilai pendidikan, meski terkadang belum dipahami sepenuhnya oleh santri. “Nanti kalian akan memahami apa fungsi dari kegiatan tersebut,” kata Kiai Zahid.

Kiai Zahid menjelaskan bahwa Bintang Santri terbagi menjadi dua kategori:

  1. Bintang Santri Persemester: Nilai tertinggi pada semester tersebut.
  2. Bintang Santri Tahun Ajaran: Gabungan rata-rata nilai semester pertama dan kedua.

Selain prestasi akademik, aspek penunjang seperti akhlaq al-karimah, bacaan Al-Qur’an, kedisiplinan, kerajinan, kebersihan, dan lain-lain hingga dukungan orang tua turut menentukan.

“Selamat bagi anak-anakku yang mendapatkan penghargaan nilai tertinggi di tahun ajaran ini,” ucap Kiai Zahid.

Kiai Zahid mengingatkan agar prestasi tidak berhenti di penghargaan, melainkan harus diiringi dengan pengamalan ilmu dan peningkatan akhlak. Beliau mengutip Imam al-Ghazali bahwa Ilmu yang tidak diamalkan adalah kegilaan; amal yang tidak didasari ilmu adalah kesia-siaan.

Beliau juga menegaskan hakikat seorang santri sebagai murid sejati yang menuntut ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“Seorang murid sejati adalah yang memiliki kehendak yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena hakikatnya, orang yang mencari ilmu adalah orang yang ingin dekat kepada Allah Swt.”

Mengutip Ibn Athaillah al-Syakandari, Kiai Zahid menambahkan, bahwa seorang murid bukanlah yang bepergian menempuh perjalanan dari satu negeri ke negeri lain, tapi seorang murid sejati adalah mereka yang bepergian menempuh perjalanan dari hawa nafsu menuju Tuhannya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Zahid untuk kebaikan dan keberkahan seluruh santri, guru, dan warga Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza.

Penobatan Bintang Santri tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar sebagai penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya di jalan Allah Swt.