Santri Alumni Daar el-Qolam 3 Melanjutkan Studi Ke Tunisia

Tunisia kini menjadi salah satu tujuan favorit bagi para santri Indonesia yang ingin menimba ilmu di luar negeri. Negeri di Afrika Utara ini menawarkan sejumlah keunggulan yang menjadikannya menarik sebagai destinasi studi: biaya hidup yang relatif terjangkau, suasana keislaman yang akrab dengan budaya santri, masyarakat yang ramah, serta beragam program beasiswa yang tersedia di berbagai universitas ternama.

Tahun ini, sebanyak tujuh alumni Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza dan satu dari alumni La Tansa berangkat ke Tunisia untuk kuliah di kampus Al-Zaitunah lil ‘Ulum Islamiyyah, Kairouan. Mereka akan mengambil berbagai jurusan, termasuk Sejarah Peradaban Islam, Ulumul Qur’an Wal Hadits, dan Fikih Perbandingan Madzhab.

“Alhamdulillah, tahun ini kita memberangkatkan delapan santri ke Tunisia untuk kuliah di kampus Al-Zaitunah lil ‘Ulum Islamiyyah, Kairouan,” kata Ustaz Andhika Alviyanto, Lc, yang telah mendampingi para santri Daar el-Qolam 3 ke Tunisia, saat diwawancarai pada Kamis (6/11/2025).

Ustaz Andhika menjelaskan, sebelum berangkat ke Tunisia, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza mengadakan pembekalan terlebih dahulu selama 1 bulan agar persiapan untuk menuju jenjang perkuliahan lebih maksimal dan tidak terkejut dengan budaya Tunisia (cultural shock).

Adapun materi yang diajarkan adalah sebagai berikut :

  1. Jami’ al-Durus al-Arabiyyah yang diampu oleh Ustaz Yunal Isra, Lc.
  2. ⁠Musthalahat al-Fuqaha Wa al-Ushuliyyin yang diampu oleh Ustaz Shohibul Faroz, Lc.
  3. ⁠al-Wajiz Fi al-Ushul Fiqh dan Bidayatul Mujtahid, yang diampu oleh Ustazah Ina Purwanti, Lc. M. Hum.
  4. ⁠Kebudayaan Tunisia, diampu oleh Ustaz Andhika Ahmad Omar.
  5. ⁠Manhajiyyah, yang diampu oleh Ustaz Firza Nofdi Muhammad, Lc. MA dan Ustaz Aditya Rahman Halley, Lc.
  6. ⁠Bahasa Darijah Tunisia, yang diampu oleh Ustaz Dzaky Khoiruumam, Lc.

Ustaz Andhika mengungkapkan tentang sosok seorang ulama Tunisia bernama Syeikh Walid Bin Farj Athiyyah, yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu agama, telah berperan penting sebagai guru bagi banyak mahasiswa Indonesia di Tunisia. “Syeikh Walid Bin Farj Athiyyah adalah guru kami ketika melanjutkan belajar di Tunisia, beliau adalah salah satu ulama Tunisia yang tinggal di kota Hammamet. Mahasiswa Indonesia yang mengaji kepada beliau sudah dianggap seperti anaknya sendiri, bahkan sering sekali beliau memberikan uang saku dan transportasi untuk mahasiswa Indonesia yang ingin mengaji kepadanya,” kata Ustaz Andhika.

Syeikh Walid Bin Farj Athiyyah sendiri merupakan seorang ahli hadits asal Tunisia yang juga kompeten di berbagai disiplin ilmu agama lainnya seperti Akidah, Fikih, Ushul Fikih, Tasawwuf, dan lainnya. Beliau juga merupakan salah satu murid daripada Syeikh Ahmad Qurthom al-Palestini wa al-Tunisi, serta murid daripada guru mulia Habib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafizh Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim, Yaman.

Dalam pertemuan dengan mahasiswa baru alumni Daar el-Qolam 3 dan La Tansa, Syeikh Walid Bin Farj Athiyyah menceritakan betapa mulianya seorang Thalabul ilmi, khususnya anak-anak Indonesia yang meninggalkan negaranya untuk pergi ke Tunisia dalam rangka menuntut ilmu. Beliau juga memberikan nasihat kepada Mahasiswa baru agar jangan sungkan untuk menyampaikan keluhannya kepada beliau ketika sedang lelah dalam menuntut ilmu di Tunisia.

Ustaz Andhika berharap agar para santri yang kuliah di Tunisia dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. “Harapan saya dengan santri-santri kita yang kuliah ke Tunisia, semoga anak-anak dilancarkan dalam menuntut ilmunya dan pulang ke Indonesia bisa menjadi insan yang bermanfaat baik untuk agama, nusa, dan bangsa,” ungkapnya.