Mutiara di Timur Tengah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَأَتَمُّ التَّسْلِيمِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ أَمَّا بَعْدُ

Segala pujian tertinggi hanya milik Allah Swt., Dzat yang telah memberi nikmat yang luar biasa untuk negeri Syam. Bumi yang terpilih serta terberkahi sebagai tempat berlindung di akhir zaman dan tempat turunnya Nabi Isa as.

Selawat serta salam kita curahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad bin Abdillah saw. dan kepada para sahabat. Semoga kita semua dalam rombongan bersama dengan mereka di hari akhir kelak.

Keistimewaan Negeri Syam

Negeri Syam adalah negeri yang diberikan keistimewaan yang mempunyai nilai sejarah Islam yang amat penting, negeri yang dikenang sebagai tanah kelahiran Nabi-nabi, tempat berjuangnya para sahabat sampai Tabi’in yang menyebarkan ajaran agama Islam, agama rahmatan lil ‘alamin.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (الإسراء: 1)
“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.” (Q.S. Al-Isra’: 1).

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ (الأنبياء: 71)
“Dan Kami telah selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami memberkahinya untuk sekalian manusia.” (Q.S. Al-Anbiya’: 71).

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١﴾ وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢﴾ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ﴿٣﴾
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, demi Gunung Sinai, demi negeri (Makkah) yang aman ini.” (Q.S. At-Tin: 1-3).

Ahmad bin al-Hawari berkata: “Saya mendengar Al-Walid bin Muslim berkata: sepuluh ribu pasang mata yang melihat Rasulullah, memasuki Syam.” [1]

Gambaran Geografis

Saya (penulis) telah menyaksikan beberapa ulama yang menulis tentang keutamaan Syam, ada yang mempersingkat pembahasan dan ada juga yang menjabarkan lebih luas [2]. Saya ingin menukil sedikit dari para beliau-beliau agar bisa mengenal apa itu keutamaan negeri Syam.

Syam meliputi 4 negara, yakni: Suriah, Palestina, Yordania, Lebanon; sebuah wilayah yang terletak di Asia Barat. Secara geografis Syam berbatasan dengan Laut Mediterania di Barat, Turki di Utara, Irak di Timur, Saudi Arabia di Selatan. Dengan iklim yang cenderung panas dan kering, dengan musim dingin tergolong ringan, terkadang terjadi hujan badai salju pada saat musim dingin dengan suhu hingga -2°C.

Berkah dari Doa Rasulullah saw.

Keistimewaan Negeri Syam adalah negeri yang diberkahi oleh Nabi saw. dengan doanya:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا؟ فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ، وَفِيهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ.
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar –semoga Allah meridhainya– dia berkata: “Nabi saw. berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah kami pada Syam kami! Ya Allah, berkahilah kami pada Yaman kami!’ Para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, dan di Najd [3] kami?’ Rasulullah (kembali) berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah kami pada Syam kami! Ya Allah, berkahilah kami pada Yaman kami!’ Para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, dan di Najd kami?’ Aku menduga bahwa beliau berdoa untuk ketiga kalinya, (dan bersabda): ‘Di sana terjadi goncangan fitnah-fitnah, di sana keluar tanduk setan.’” [4]

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُؤَلِّفُ الْقُرْآنَ مِنَ الرِّقَاعِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ: طُوبَى لِلشَّامِ، فَقُلْنَا: لِأَيِّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا.
Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit –semoga Allah meridainya– telah berkata: “Kami menulis Al-Quran dari pelepah kurma di sisi Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: ‘Beruntunglah Syam.’ Lalu kami bertanya, ‘Kenapa bisa seperti itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya malaikat Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, telah membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.’” [5]

Pengalaman Studi di Damaskus

Penulis berangkat ke Damaskus, Suriah untuk melanjutkan studi di Markaz as-Syam al-Islami ad-Dualy jurusan Syariah dan Bahasa Arab yang dibangun oleh Fadhilah Syaikh as-Syahid Muhammad Adnan al-Afyouni –semoga Allah merahmatinya. Semenjak duduk di kelas 3 SMP di pondok dulu, saya mempunyai sedikit mimpi untuk belajar di Negeri Syam, yakni Damaskus, Suriah. Dan qadarullah, Allah memudahkan perjalanan saya sampai ke Damaskus.

Di Damaskus sendiri terdapat Masjid Bani Umayyah, masjid peninggalan Dinasti Umayyah yang dibangun oleh Khalifah pertama al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 705 M, yang di dalamnya juga ada makam Nabi Yahya as., makam Sultan Shalahuddin al-Ayyubi, Syaikh as-Syahid Ramadhan al-Buthi –rahimahumullahu ta’ala. Masjid ini diyakini sebagai tempat turunnya Nabi ‘Isa as. di salah satu menaranya, dan diyakini menjadi tempat suci keempat untuk umat Muslim setelah Masjid al-Aqsha di Palestina.

Tepat di belakang menara putih yang diyakini akan turun Nabi Isa as.

Di sana juga terdapat ruangan yang mana dulu Imam al-Ghazali menulis kitabnya, yakni Ihya’ ‘Ulumuddin, dan masih dibuka sampai sekarang. Sekitar 2-3 km dari Masjid Umawi terdapat makam para sahabat seperti Bilal bin Rabbah, Muawiyah bin Abi Sufyan, Uways al-Qarni al-Yamani, dan istri-istri Nabi saw., Ummu Salamah, Ummu Habibah, Hafsah binti Abu Bakar, serta makam para ulama terdahulu seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyah, murid dari Ibnu Taimiyah.

الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ فَالشَّامُ مَنْبَعُ الْعُلَمَاءِ تَجْرِي مِنْ تَحْتِ شَلَّالِهَا الْكُرَمَاءُ وَالْفُضَلَاءُ
“Para ulama adalah warisan dari para nabi terdahulu, maka Syam adalah gudangnya para ulama yang mengalir deras di bawah air terjun kedermawanan dan kebaikannya.”

Selain itu, Damaskus juga mempunyai ulama yang ahli di bidang tertentu, mempunyai historis dan geografis yang kuat dengan Rasulullah saw., di mana beliau pernah pergi berdagang saat muda. Syam juga tempat hijrah penting, serta banyak sahabat dan Tabi’in tinggal di sana, menjadikannya pusat ilmu dan tempat riwayat hadis.

Halaman Masjid Bani Umayyah

Damaskus: Mutiara yang Tersembunyi

Bagi saya, Damaskus ini adalah mutiara yang tersembunyi di Timur Tengah, sebab hanya segelintir orang yang tahu banyak tentang keistimewaannya. Jumlah pelajar di sini juga tergolong masih sedikit, masih kurang dari 200 pelajar, sehingga sangat kondusif untuk belajar dan bertalaqqi kepada para masyayikh Syam.

Ada banyak riwayat hadis yang meyakinkan saya untuk tetap pergi ke Syam, salah satunya bahwa Allah telah menjamin kepada Ahlu Syam (penduduknya) tentang keimanan dan kesabaran, yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hawalah:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَوَالَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ تَكَفَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Hawalah –semoga Allah meridainya– berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah engkau memilih Syam. Sesungguhnya Allah telah menjamin negeri Syam untukku dan penduduknya.” [6]

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّهُ تَلَا وَاللهِ تَعَالَى: (( وَأَوْحَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ )) فَقَالَ: أَتَدْرُونَ مَا هِيَ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: هِيَ بِالشَّامِ بِأَرْضٍ يُقَالُ لَهَا الْغُوطَةُ، مَدِينَةٌ يُقَالُ لَهَا دِمَشْقُ، هِيَ خَيْرُ مُدُنِ الشَّامِ.
Dari Abi Umamah –semoga Allah meridainya– dari Nabi saw., beliau membaca ayat ini: ‘Dan telah Kami jadikan putra Maryam bersama ibunya sebagai sebuah bukti yang nyata (atas kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi (tempat yang tenang, rindang, dan banyak buah-buahan) dengan air mata yang mengalir.’ (QS. Al-Mu’minun: 50). Kemudian Rasulullah saw. bersabda: ‘Apakah kalian tahu di mana tempat itu?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Itu ada di Syam, di bumi yang disebut “Ghuthah” di pinggiran kota Damaskus, dan itu adalah sebaik-baik kota Syam.’” [7]

Harapan dan Penutup

Harapan saya pribadi, semoga para alumni Daar el-Qolam 3 ada yang bisa melanjutkan studinya di negeri yang didoakan oleh Rasulullah saw., supaya bisa mencicipi keberkahannya. Secara pribadi, saya adalah santri Daar el-Qolam 3 pertama yang melanjutkan ke negeri Syam, tepatnya di Damaskus, Suriah.

Kepada keluarga tercinta yang di rumah: Aba, Bunda, Kak Ziad, Hanan, terima kasih sudah terus men-support Abang. Semoga kalian diberikan kesehatan, selalu dalam lindungan Allah Swt., tunggu Abang lulus agar kita bisa bertemu kembali dan semoga Allah meridainya.

Teruntuk almamater saya tercinta, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, Kiai dan Asatidz-Asatidzah yang sudah mendidik saya selama 6 tahun. Semuanya tidak akan pernah saya lupakan, terima kasih sudah menjadi episode terindah dalam hidup saya. Semoga Allah Swt. membalas semua kebaikan antum semua, diberikan umur yang panjang disertai kesehatan agar bisa membimbing kami semua, para santri dan alumni.

وَلَعَلّنَا مِنْ بَعْدِ بُعْدٍ نَلْتَقِي # وَيَطِيبُ قَلْبِي عِنْدَمَا أَلْقَاكَ
لَا أَقُولُ وَدَاعًا بَلْ أَقُولُ إِلَى اللَّقَاءِ # أَنْتُمْ عِيدُ وَالْبَاقِي أَيَّامُ

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ.


CATATAN KAKI

[1] Kitab Tarikh Dimasyq karya Ibnu ‘Asakir (1/314).
[2] Di antaranya: Targhib Ahl al-Islam fi Sukna al-Syam karya Imam Abdul Aziz bin Abd al-Salam al-Dimasyqi; Tarikh Dimasyq karya Ibnu ‘Asakir; Fada’il al-Syam wa Dimasyq karya Imam al-Rab’i al-Dimasyqi; Himayat al-Syam karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali al-Dimasyqi.
[3] Nama sebuah kota/daerah di zaman tersebut.
[4] Diriwayatkan oleh al-Bukhari (7094).
[5] Hadis sahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad (21607) dan at-Tirmidzi (3954).
[6] Hadis ini sahih dengan berbagai sanadnya, ditakhrij oleh Imam Hakim (8556) dan hadis ini memiliki penguat dari Imam Ahmad (17005) dan Imam Abu Dawud (2483).
[7] Sanadnya dhaif (lemah) ditakhrijkan oleh Tammam dalam Fawaid (898) dan Ibnu ‘Asakir dalam kitabnya Tarikh Dimasyq (1/203). Namun, banyak hadis sahih yang menjelaskan keutamaan Damaskus dan Guthah.

———————–

Ramzy Hammad Atmanagara, Alumni pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza tahun 2023 angkatan 12 (Ryoleta Generation), kini menempuh pendidikan di Markaz al-Syam al-Islami ad-Dualy lil ‘Ulum Syar’iah wa ‘Ulum Lughatul ‘Arabiyah Damaskus, Suriah