Keutamaan Puasa

Sebagai salah satu ritual ibadah yang agung, puasa memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh ibadah lainnya. Hal tersebut didasari oleh sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh para ahli hadits. Keutamaan itu disebutkan tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai bentuk motivasi nabawi yang diharapkan mampu mendorong keinginan seorang hamba dalam mengejawantahkan titah Tuhan.

Cukup banyak hadits yang disebutkan oleh Syekh Abdullah Sirajuddin dalam menjabarkan kelebihan ibadah puasa. Hadits-hadits itu berisi tentang ganjaran dan janji Allah berupa pemberian, pengampunan dan hal lainnya. Meski sebenarnya yang akan Allah berikan nanti itu lebih dari pada apa yang dijanjikan. Sebagaimana firman-Nya dalam surat an-Nur ayat 38:

لِيَجْزِيَهُمُ اللهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

 Agar Allah swt membalas mereka dengan sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah swt menambahkan anugerah-Nya bagi mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa hitungan.

Berikut keutamaan ibadah puasa yang telah dirangkum dalam risalah puasa karya al-Halabi.

  1. Penebusan kesalahan dan dosa.

Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan perawi hadits lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan rida Allah semata, niscaya dosanya yang lampau akan diampuni.

Ibnu Hibban dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

من صام رمضان وعرف حدوده وتحفّظ ما ينبغي له أن يتحفّظ، كفّر ما قبله

Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan, mengetahui batasan-batasannya dan menjaga apa yang seharusnya dijaga, niscaya dosa dan kesalahan sebelum ia berpuasa akan digugurkan.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان: مكفرات ما بينهن إذا اجتنبت الكبائر

Salat wajib lima waktu, dari satu Jumat ke Jumat lainnya dan dari satu Ramadan ke Ramadan lainnya adalah penebus dosa yang terjadi di antara waktu-waktu tersebut apabila engkau menjauhkan dosa-dosa besar.

  1. Pengangkatan derajat dan Lipat ganda pahala

Setelah digugurkan dosa dan kesalahannya, seorang hamba yang melazimkan ibadah puasa akan diangkat derajatnya oleh dan di sisi Allah swt. Setiap ibadah yang ia lakukan dilipatgandakan hingga bilangan tertentu. Kecuali puasa. Karena ganjaran pahalanya Allah sembunyikan, sebagaimana ia menyembunyikan puasanya dari hamba Allah lainnya. Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

كل عمل ابن آدم يضاعف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف. قال الله عزوجل: إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به. يدع شهوته وطعامه من أجلي

Setiap amal anak Adam berupa kebaikan akan dilipatgandakan ganjarannya sepuluh kali hingga tujuh ratus kali lipat. Allah swt berfirman: ‘Kecuali ibadah puasa. Karena sesungguhnya itu hanya untuk-Ku dan Aku lah yang paling pantas membalasnya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku.

Berdasarkan hadits ini, ibadah puasa memiliki kedudukan yang mulia. Hal itu karena Allah swt menyematkan dan menisbahkan ibadah puasa kepada dzat-Nya. Padahal, ibadah yang lain pun seharusnya dilakukan karena dan untuk Allah. Menanggapi hadits tersebut, para ulama memiliki penjelasan beragam. Di antara mereka mengatakan bahwa puasa adalah ibadah yang tidak dimasuki penyakit riya. Karena prakteknya hanya niat dan menahan diri dari hal yang membatalkan puasa.

  1. Para malaikat berebut mencium aroma mulut orang berpuasa

Meski tidak demikian dalam pandangan manusia, perubahan aroma yang diakibatkan keringnya rongga mulut dari air, menyebabkan orang lain merasa terganggu dengannya. Namun, ternyata yang dianggap mengganggu itu, justru menjadi rebutan malaikat karena ia berasal dari ketaatan dan ketulusan seorang hamba yang rela meninggalkan kenikmatannya sesaat. Rasulullah ﷺ bersabda:

والذي نفسي بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك

Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh aroma mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah swt dari pada aroma misik. 

  1. Malaikat mendoakan orang berpuasa

Imam at-Tirmidzi dan perawi hadits lainnya meriwayatkan dari Ummu Umarah ra. bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ pernah mendatanginya, dan ia pun menyuguhkan makanan untuk Rasulullah ﷺ. Ketika itu, beliau menyuruhnya makan. Namun, Ummu Umarah berkata kepadanya memberi tahu bahwa ia sedang puasa. Mendengar itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الصَّائِمَ تُصَلِّي عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ إِذَا أُكِلَ عِنْدَهُ حَتَّى يَفْرُغُوا

Sesungguhnya para malaikat mendoakan orang yang berpuasa selama ia berada di hadapan suguhan makanan hingga tamunya menyelesaikan makannya.**

Imam Ibnu Majah juga meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Bilal ra.:

يا بلال، إن الصائم تسبح عظامه وتستغفر له الملائكة ما أكل عنده

Wahai Bilal, sesungguhnya tulang-belulang orang-orang yang berpuasa senantiasa bertasbih dan malaikat memintakan ampun untuknya selama ia berada di tengah orang-orang yang sedang makan.

  1. Malaikat membanggakan orang berpuasa di hadapan Allah Swt

Imam ath-Thabrani meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

أتاكم رمضان، شهر بركة، يغشاكم الله فيه، فينزل الرحمة، ويحط الخطايا، ويستجيب الدعاء، ويباهي بكم الملائكة

Ramadan telah mendatangi kalian. Bulan penuh keberkahan. Di dalamnya, Allah swt meliputi kalian hingga Dia menurunkan rahmat, menghapus segala kesalahan, menjawab doa dan para malaikat membanggakan kalian.

  1. Akses khusus masuk surga bagi orang yang gemar berpuasa

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

من أنفق زوجين في سبيل الله نودي من أبواب الجنة: يا عبد الله هذا خير. فمن كان من أهل الصلاة دعي من باب الصلاة، و من كان من أهل الجهاد دعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصيام دعي من باب الريان، ومن كان من أهل الصدقة دعي من أهل الصدقة

Barang siapa yang gemar berinfak di jalan Allah, niscaya kelak akan ada seruan dari pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, ini adalah hal yang baik. Barang siapa yang ahli salat, maka ia akan dipanggil dari pintu salat. Barang siapa yang ahli jihad, maka ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa yang ahli puasa, maka ia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Barang siapa yang ahli sedekah, maka ia akan dipanggil dari pintu sedekah.

Mendengar ilustrasi yang dinarasikan Rasulullah ﷺ, Abu Bakar bertanya penasaran: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika ada orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu? Apakah mungkin seseorang dipanggil dari semua pintu itu?’ Rasulullah ﷺ menjawab: ‘Iya, mungkin saja. Aku berharap menjadi salah satu di antara mereka yang dipanggil dari semua pintu.’

  1. Memiliki dua kebahagiaan

Pertama, kebahagiaan ketika berbuka puasa. Kedua, kebahagiaan ketika berjumpa dengan penciptanya. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah ﷺ dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim:

للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح بفطره وإذا لقي ربه فرح بصومه

Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan yang membuatnya bergembira: ketika berbuka, ia berbahagia dengan bukaannya, dan ketika ia bertemu Tuhan-nya, ia berbahagia dengan puasanya.