Guru Bahasa Prancis Ungkap Kunci Sukses Santri Daar el-Qolam 3 Raih Juara 2 Lomba Bahasa Prancis Tingkat Nasional
Three male students in purple blazers and black caps smiling and holding an award beneath a banner reading "Selamat & Sukses" and congratulating national second-place winners.

Keberhasilan santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza meraih juara kedua dalam ajang cerdas cermat bahasa Prancis tingkat nasional tidak lahir secara instan, tapi merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan tekun dan terarah. Prestasi dalam kompetisi Le Semaine Français yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 22 April 2026 itu lahir dari rangkaian latihan intensif dan pembinaan yang berlangsung selama beberapa bulan. Dalam ajang yang diikuti 22 tim dari berbagai Sekolah Menengah Atas asal Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Yogyakarta tersebut, santri Daar el-Qolam 3 mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga menembus posisi kedua.

Di balik capaian itu, sosok Ustaz Ahmad Furqoni, M.Pd. menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Ustaz Furqoni merupakan pengajar bahasa asing di Daar el-Qolam 3 dengan latar akademik Pendidikan Bahasa Inggris, baik pada jenjang sarjana maupun magister. Selain itu, ia juga memperluas penguasaan bahasa asing melalui kursus bahasa Belanda di Karta Pustaka serta memperdalam bahasa Prancis di Pusat Bahasa Universitas Sebelas Maret, Institut français Indonésie di Yogyakarta dan Jakarta, hingga Sousse Langues, Tunisia. Pengalaman akademik dan kebahasaan itulah yang kemudian menjadi modal penting dalam membimbing para santri.

Saat diwawancarai pada Jumat, 24 April 2026, Ustaz Furqoni mengungkapkan bahwa atmosfer perlombaan berlangsung dinamis dengan persaingan yang sangat ketat. Selisih nilai antartim pun sangat tipis, sehingga setiap sesi menjadi penentu penting dalam perebutan posisi terbaik.

“Suasana lomba ramai, persaingan ketat, nilai hampir sama. Juri dosen bahasa Prancis UNJ dan satu orang Prancis,” ujar Ustaz Furqoni.

Hasil akhir menempatkan SMA Labschool Cibubur sebagai juara pertama, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza di posisi kedua, dan MAN 1 Yogyakarta di posisi ketiga. Capaian tersebut menjadi langkah awal yang menggembirakan, mengingat ini adalah partisipasi perdana Daar el-Qolam 3 dalam ajang tersebut.

Ustaz Furqoni mengungkapkan bahwa persiapan tim sudah dimulai sejak Februari 2026 dan berlangsung hingga sehari sebelum perlombaan, tepatnya 21 April. Pola latihan difokuskan pada empat keterampilan dasar bahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dengan penekanan lebih besar pada membaca serta percakapan.

Students in purple blazers receive awards on stage as a woman places a medal and hands over a Rp 400.000 certificate

“Mereka berlatih dengan membiasakan mendengar, berbicara, membaca dan menulis bahasa Prancis. Tapi lebih sering membaca dan berbicara. Mulai serius mempersiapkan lomba sejak bulan Februari hingga 21 April,” jelasnya.

Baginya, pembiasaan adalah fondasi utama dalam mempelajari bahasa asing. Ia menilai keberanian menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari akan mempercepat penguasaan materi dan membangun rasa percaya diri.

Ia juga memberikan pesan kepada santri lain yang ingin menekuni bahasa Prancis dan mengikuti kompetisi serupa.

“Para santri yang tertarik untuk mengikuti perlombaan bahasa Prancis, agar membiasakan membaca buku bahasa Prancis, menonton video dan mendengarkan tayangan berbahasa Prancis dan mempraktikkan bahasa Prancis dalam percakapan sehari-hari. Untuk mencapai level A1, kita memerlukan waktu sekitar 100 jam,” pungkasnya.