Calon Doktor Matematika UPI Laksanakan Program Pengabdian Masyarakat di Daar el-Qolam 3

Pada Jumat (24/10/2025) Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ’Izza menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Matematika S3 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam rangka kegiatan Program Pengabdian Masyarakat, yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa doktoral bidang matematika yang sebagian besar merupakan dosen dari berbagai universitas di Indonesia.

Wakil Mudir Bidang Pranata, H. Muhidin, M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kewajiban akademik yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa pascasarjana, selain pendidikan dan penelitian. “Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, ada tiga program utama: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Yang kemarin datang itu adalah dalam rangka pengabdian pada masyarakat untuk mahasiswa-mahasiswa Program S3 Pendidikan Matematika UPI,” ujarnya.

Beliau menjelaskan, kunjungan tersebut dapat dilaksanakan di berbagai tempat, asalkan tersedia tempat atau lembaga yang dapat menjadi mitra kegiatan. “Program itu bisa datang ke mana saja, yang penting mereka punya tempat untuk melaksanakan pengabdian. Kebetulan salah satu keluarga besar Daar el-Qolam, Prof. Dr. H. Dadang Juandi, M.Si., yang juga guru besar matematika di UPI dan pengajar program S3, mengusulkan agar kegiatan ini dilaksanakan di Daar el-Qolam. Akhirnya alhamdulillah, sampailah mereka di Daar el-Qolam 3,” tutur H. Muhidin.

Peserta yang hadir dalam rombongan ini bukan mahasiswa biasa, melainkan para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang sedang menempuh studi doktoral di UPI. “Mereka adalah dosen-dosen dari universitas di berbagai daerah yang dikirim untuk menempuh program doktor. Dari sepuluh orang yang datang, hanya satu orang yang berasal dari Jawa Barat, selebihnya dari Maluku, Nias, dan Aceh,” jelasnya.

Selama dua hari di Daar el-Qolam 3, para peserta menjalankan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk berbagi ilmu dengan para asatidz dan santri. Pada Jumat malam setelah acara pembukaan, kegiatan dibagi menjadi dua sesi. “Teman-teman yang mengampu pelajaran matematika berdiskusi dengan mahasiswa doktoral tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan cara pembelajaran matematika yang efektif di lingkungan pesantren. Sementara itu, asatiz non-matematika didampingi peserta lain untuk belajar penggunaan media Quizizz, aplikasi yang digunakan untuk pelaksanaan tes atau ujian berbasis digital,” terang H. Muhidin.

Beliau menambahkan bahwa meski metode seperti Quizizz bukan hal baru, diskusi ini memberikan pemahaman lebih dalam. “Seperti yang disampaikan Prof. Dadang, ketika orang yang sudah tahu berdiskusi dengan yang tahu juga, insya Allah akan lebih tahu. Jadi kemarin itu lebih kepada penguatan dan pemantapan metode pembelajaran,” katanya.

Namun, H. Muhidin menegaskan bahwa setiap metode perlu disesuaikan dengan kondisi pesantren. “Kita kembalikan kepada pengajar apakah metode itu cocok diterapkan atau tidak. Yang penting kita diberikan banyak pilihan untuk menggali kompetensi santri melalui berbagai metode,” ujarnya.

Keesokan harinya, kegiatan berlanjut dengan interaksi langsung bersama santri. Beberapa peserta masuk ke kelas untuk membahas Tes Kemampuan Akademik (TKA), sementara yang lain memperkenalkan aplikasi Geogebra sebagai alat bantu pembelajaran matematika. “Yang kami harapkan dari mereka bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga memberikan motivasi. Santri-santri kita bisa melihat langsung dan berinteraksi dengan calon-calon doktor matematika. Mereka juga belajar trik-trik mengerjakan soal TKA,” papar H. Muhidin.

Kegiatan berlangsung singkat, dimulai sejak Jumat sore dan berakhir pada Sabtu siang. “Sebagian peserta mengajar di kelas, sebagian lainnya melatih guru matematika dalam penggunaan Geogebra. Setelah itu, acara diakhiri dengan pertemuan bersama Mudir al-Ma’had,” lanjutnya.

Dalam pertemuan penutup tersebut, Mudir al-Ma’had menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran rombongan dari UPI serta menegaskan pentingnya pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di lingkungan pesantren. “Mudir al-Ma’had sangat concern terhadap pengembangan bidang STEM. Beliau berharap kedatangan para calon doktor ini dapat mempercepat pemahaman dan pelaksanaan program tersebut di Daar el-Qolam 3,” kata H. Muhidin.

H. Muhidin menilai bahwa kunjungan ini tidak hanya memperkuat kerja sama akademik, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan syiar pesantren. “Siapapun yang datang ke sini, selain membawa program akademik, di situ juga ada nilai silaturahmi dan syiar pesantren. Ketika mereka kembali ke daerah masing-masing, mereka akan berbicara hal-hal positif tentang Daar el-Qolam 3. Mudah-mudahan kunjungan ini membawa manfaat dan nilai baik bagi kita semua,” pungkasnya.