
Di era digital yang terus berkembang, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, tidak jarang platform ini menjadi tempat munculnya berbagai konten negatif yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menanggapi hal ini, Ustaz Fakhri Nurullah, S.Kom., M.MSI., penanggung jawab bidang IT Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, memberikan wawasan penting tentang bagaimana bersikap bijak di media sosial.
Dalam wawancara pada Selasa (19/8/2025), Ustaz Fakhri menjelaskan beberapa penyebab utama mengapa banyak orang kurang berhati-hati di media sosial dan terjebak dalam perilaku negatif.
Emosi Sesaat dan Kurangnya Literasi Digital
Menurut Ustaz Fakhri, salah satu alasan utama adalah emosi sesaat. “Banyak orang membuat postingan ketika sedang marah, kecewa, atau terprovokasi tanpa memikirkan akibat jangka panjang. Hal ini sering kali memicu emosi pembaca lainnya,” jelas beliau.
Selain itu, kurangnya literasi digital juga menjadi faktor yang signifikan. “Banyak orang belum memahami etika, hukum, dan dampak dari apa yang mereka tulis di media sosial. Tidak semua orang bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks,” tambahnya.
Kasus Hukum yang Sering Menjerat Pengguna Media Sosial
Ustaz Fakhri juga mengungkapkan bahwa beberapa kasus yang sering menjerat pengguna media sosial berkaitan dengan pelanggaran hukum, terutama yang diatur dalam UU ITE. Beberapa kasus tersebut meliputi:
- Pencemaran Nama Baik/Ujaran Kebencian
“Menghina, memfitnah, atau merendahkan orang lain atau lembaga adalah salah satu kasus yang paling sering terjadi,” ungkap Ustaz Fakhri. - Penyebaran Hoaks
Menyebarkan informasi bohong yang tidak sesuai fakta dan menyebabkan keresahan masyarakat juga menjadi masalah utama. - Cyberbullying
“Menyerang atau mempermalukan orang lain di ruang digital adalah bentuk lain dari pelanggaran yang sering terjadi,” kata Ustaz Fakhri. - Penipuan Online
Transaksi fiktif atau penipuan melalui platform digital juga marak terjadi di kalangan pengguna media sosial.
Tips Bersikap Bijak di Media Sosial
Ustaz Fakhri memberikan beberapa tips penting agar kita dapat bersikap bijak di media sosial dan terhindar dari konten negatif maupun pelanggaran hukum:
- Berpikir sebelum bertindak. “Pastikan untuk memvalidasi diri sendiri sebelum memposting sesuatu. Tanyakan apakah tulisan atau postingan tersebut pantas dan memiliki manfaat,” ujar beliau.
- Gunakan bahasa yang sopan dan positif.
- Jaga privasi diri dan orang lain.
- Kenali aturan hukum digital. “Memahami UU ITE sangat penting agar kita lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas online,” tambahnya.
Ustaz Fakhri berpesan agar menjadikan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan dan meningkatkan literasi digital. “Media sosial adalah alat yang sangat kuat. Gunakanlah untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan untuk merugikan diri sendiri atau orang lain,” pungkasnya.