Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Keaktifan Guru Daar el-Qolam saat memberikan bimbingan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Penyelenggaraan pendidikan formal di Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah Madrasatul Mu’allimin al-lslamiyah (MMI), yang telah dimulai sejak tahun 1968 dengan masa studi 6 tahun bagi tamatan SD/MI, dan 3 tahun bagi tamatan SLTP/MTs (program ekstension).

Pendidikan formal di atas sebagai implementasi dari misi lembaga Pondok Pesantren Daar el-Qolam untuk mendidik santri untuk menjiwai Panca Jiwa dan Moto Pondok, dan mendidik santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperluas medan juang santri.

Dilihat dari jenjang dan masa studinya, MMI Daar el-Qolam setara masa pendidikannya dengan MTs/MA dan SMP/SMA pada umumnya, namun dipandang dari hake-katnya, terdapat beberapa perbedaan mendasar, antara lain bahwa selain nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, MMI juga berlandaskan dan mengacu pada nilai-nilai kepesan-trenan dan kejuangan.

Kata Mu’allimin pada singkatan MMI tidak sekadar bermakna pada guru sebagai sebuah profesi, tetapi lebih ditekankan pada aspek jiwa, akhlak dan wawasan guru yang harus dimiliki oleh para santri atau alumninya. Itu sebabnya fungsi guru di MMI tak terbatas pada transfer of knowledge namun lebih pada upaya transfer of value and morality.

Integrasi sistem pendidikan menjadi ciri khas sistem pendidikan di Daar el-Qolam. Dalam prakteknya sistem itu berada pada dua jalur yakni pengasuhan dan pengajaran.

Jalur Pengasuhan

Jalur asuh (jalur pengasuhan) menitikberatkan pada penga-wasan kehidupan santri di lingkungan asrama selama (24) dua puluh empat jam. Agenda dan program yang disiapkan oleh Pemimpin Pondok Pesantren Daar el-Qolam ditujukan untuk mengadakan perwalian dan pengasuhan terhadap santri dalam berbagai aspek, mulai dari etika (akhlaqul karimah), kepribadian atau personalitas sampai sikap dan perilaku.

Jalur asuh memainkan peranannya dalam mengawasi kehidupan santri di lingkungan pesantren (asrama). Agenda dan program yang diberikan kepada santri pada aspek pengasuhan dimaksudkan untuk memberikan pembinaan dan pengembangan kepada santri dari aspek etik, emosional dan spiritual.

Kegiatan ini dirancang dan dilakukan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut: (i) disiplin beribadah; (ii) disiplin kehidupan keseharian; (iii) pendidikan kepemimpinan; dan (iv) pengembangan minat dan bakat.

Jalur Pengajaran

Jalur ajar (jalur pengajaran) merujuk pada jalur pendidikan yang memfokuskan pada kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas intelektual peserta didik di Pondok Pesantren Daar el-Qolam.

Aktualisasi kegiatan yang dikembangkan pada aspek pengajaran, dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan Intrakurikuler. Pola kegiatan tersebut, dilakukan secara ter-program dan dipandu langsung oleh tenaga pengajar yang tinggal di lingkungan pesantren. Situasi ini sangat me-mungkinkan untuk pengawasan, pembinaan santri agar lebih efektif. Kegiatan pada jalur ini adalah proses belajar-mengajar yang pada umumnya dilakukan dalam bentuk in-class session program.

Pendidikan di Pondok Pesantren Daar el-Qolam diseleng-garakan dengan menerapkan sistem kelas berjenjang yang dibagi dalam tahun akademik dan semester. Tahun akademik dibagi 2 (dua) semester yaitu semester gasal dan semester genap yang masing-masing terdiri atas 14 (empat belas) minggu. Di antara semester gasal dan genap, Pondok Pesantren Daar el-Qolam menyelenggarakan ujian semester yang tujuan dan pelaksanaannya diatur dalam peraturan Pemimpin Pondok Pesantren Daar el-Qolam.

Secara umum, muatan materi yang diberikan adalah ma-teri pelajaran yang mengkolaborasikan antara kurikulum pesantren, kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional. Dengan masa pendidikan 6 tahun untuk lulusan Sekolah Dasar atau yang sederajat dan 3 tahun untuk lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama atau yang sederajat.

Pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, terdapat beberapa pilihan in-class session program yaitu (i) SMA dengan jurusan IPS dan IPA; (ii) Madrasah Aliyah dengan jurusan IPS dan IPA. Intinya, agenda yang dilakukan pada jalur ajar ini adalah pembekalan dan pembinaan intelektual santri yang bertujuan menciptakan santri yang berwawasan dan berpengetahuan dalam berbagai bidang ilmu.