Kurikulum Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Pondok Pesantren Daar el-Qolam merupakan salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajar-an berafiliasi kepada sistem dan kurikulum di Pondok Modern Daarussalam Gontor (Kurikulum Pesantren) yang dipadukan dengan Kurikulum Nasional (Kurikulum Kemen-terian Agama RI dan Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional).

Kurikulum yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Daar el-Qolam terbagi menjadi tiga, yaitu: kurikulum intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Kurikulum Intrakurikuler

Kegiatan intrakurikuler adalah proses belajar-mengajar yang pada umumnya dilakukan dalam bentuk in-class session program, di mana tenaga pengajar terlibat secara langsung bertatap-muka dengan santri sesuai jadwal pelajaran yang sudah ditentukan.

Secara umum, muatan materi yang diberikan adalah materi pelajaran yang mengkolaborasikan antara Kurikulum Pesantren, Kurikulum Kementerian Agama (MTs dan MA) dan Kementerian Pendidikan Nasional (SMP dan SMA).

Berikut kelompok mata pelajaran in class session dian-taranya:

  1. Kelompok mata pelajaran keislaman (Dirasah Islamiyah) yakni Tafsir, Hadits, Fikih, Ushul Fiqh, Musthalahul Hadits dan Mahfuzhat, dan Tarikh Islam;
  2. Kelompok mata pelajaran kebahasaan (Dirasah Lughawiyah) yakni Insya, Muthala’ah, Nahwu dan Sharaf, dan Tamrin Lughah;
  3. Kelompok mata pelajaran umum yakni PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan TIK.

Kegiatan Kokurikuler

Kegiatan Kokurikuler merupakan kegiatan tambahan santri (muatan lokal) yang wajib diikuti melalui kegiatan in-class session atau off-class session, diantaranya:

  1. Public Speaking atau Muhadharah yaitu kegiatan latihan pidato dalam 3 (tiga) bahasa yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Khusus untuk kelas akhir, para santri juga diperkenalkan kegiatan latihan presentasi, dan debating;
  2. Amaliyah al-Tadris yaitu praktek mengajar untuk santri kelas akhir;
  3. Metode Penelitian Ilmiah;
  4. Kajian kitab-kitab Salafiyah yang dilakukan pagi hari;
  5. Pembinaan pembacaan al-Quran dengan metode Iqra;
  6. Disiplin dalam penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari;
  7. Kepramukaan dan Keputrian
  8. Tahfidh al-Qur’an (terutama Juz 30 dan surat-surat pilihan)
  9. Disiplin dalam melaksanakan ritual ubudiyah;
  10. Pendidikan manajemen kepemimpinan (leadership) melalui Ikatan Santri Madrasatul Muallimin al-Islamiyah (ISMI), baik Putra maupun Putri.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Performance Pencak Silat Daar el-Qolam.
Performance Pencak Silat Daar el-Qolam.

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah proses belajar-mengajar yang dilakukan dalam bentuk off-class session, yang melibatkan guru ataupun pelatih profesional. Kegiatan ini berupaya untuk menyalurkan dan mengembangkan minat dan bakat santri dalam berbagai bidang.

Performance Marching Band Nada Syiar Daar el-Qolam saat upacara Milad ke-49 Daar el-Qolam (20.1.17).
Performance Marching Band Nada Syiar Daar el-Qolam saat upacara Milad ke-49 Daar el-Qolam (20.1.17).

Santri bisa memilih kegiatan ekstrakurikuler mereka dengan tidak mengesampingkan tugas utamanya yakni belajar dalam kegiatan intrakurikuler dan juga kokurikuler. Berikut ini adalah beberapa kegiatan ekstrakurikuler dalam berbagai bidang:

  1. Bidang JMQ (Jam’iyatul Qurro’) dan JHQ (Jam’iyatu Hifzhil Qur’an) yaitu wadah pengembangan bakat di bidang Tilawatil Qur’an dan hukum bacaannya (tajwid), dan JHQ (Jam’iyatu Hifzhil Qur’an) yaitu wadah untuk pengembangan hapalan al-Qur’an;
  2. Bidang pengembangan bahasa asing yaitu kursus bahasa Arab, latihan berpidato (ceramah), broadcasting, debating, dan lain-lain yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris baik secara lisan maupun tulisan;
  3. Bidang penelitian ilmiah dan sosial yaitu dalam bidang ilmu eksakta, agricultural, komputer, sosial, jurnalistik, robotik, water rocket, forum diskusi dan lain-lain yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis dan kreatif, meningkatkan kemampuan daya nalar serta menumbuhkan keberanian menyampaikan ide atau mengungkapkan pendapat dalam suasana kompetitif;
  4. Bidang seni seperti band, marching band, marawis, nasyid, qasidah, hadrah, kaligrafi, lukis, tari, tata rias dan lain-lain yang bertujuan untuk mengekspresikan kemampuan dan bakat peserta didik secara kreatif dalam bentuk seni rupa, seni musik, seri suara, seni peran, dan menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya nusantara.
  5. Bidang olahraga seperti sepak bola, futsal, badminton, tenis meja, basket, volley, bela diri, bola takraw dan lain-lain yang bertujuan untuk mengembangkan potensi sesuai dengan bakat dan minat santri, membentuk peserta didik yang kuat jasmani dan rohani, serta menanamkan nilai-nilai sportifitas dalam olahraga yang diselenggarakan di pondok dan sekolah.