Pentingnya Literasi Digital di Pesantren

Jumlah pengguna Internet di Indonesia terus meningkat. Hingga 2017 tercatat ada sebanyak 143,26 juta jiwa jumlah pengguna Internet di seluruh Indonesia. Mayoritas pengguna berasal dari usia muda. Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan literasi digital sehingga pemanfaatan Internet masih belum maksimal. Bahkan tidak jarang mengandung unsur negatif sehingga muncul kasus-kasus pencemaran nama baik, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, bullying, pornografi, radikalisme, terorisme, macam-macam penipuan dan berbagai cybercrime.

Literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda sebagai pengguna Internet terbesar. Lembaga pendidikan harus cepat tanggap dalam merespons permasalahan ini, agar dampak negatif Internet dapat diminimalisir. Lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mengedukasi penggunaan Internet secara positif dan produktif. Terlebih lembaga pendidikan pesantren yang menekankan pendidikan agama dan akhlak.

“Literasi digital sangat penting bagi kalangan pelajar, khususnya para santri, agar dapat memanfaatkan Internet secara positif dan bermedia sosial yang sehat,” kata Mislakhudin Hanafi saat acara Bedah Buku Socrates Cafe di Perpustakaan Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3, Jumat (9/11/2018). Pengajar di Pondok Pesantren Daar el-Qolam itu juga memberikan apresiasi atas acara bedah buku tersebut sebagai bagian dari pendidikan literasi digital di pesantren.

Acara bedah buku yang dilanjutkan dengan diskusi mendapatkan tanggapan positif dari para santri yang hadir. Sahrul Mauludi, penulis buku Socrates Cafe, yang juga jadi pembicara memaparkan seputar literasi digital. Ia juga mengimbau agar para santri memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan positif dan produktif. Sahrul Mauludi berharap ke depannya literasi digital terus ditingkatkan, khususnya melalui lembaga pendidikan, agar kalangan pelajar dapat memanfaatkan Internet untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong kreativitas, belajar dan berkarya.

Tags

Leave a comment